
"Eught .. adek sudah bangun ya." lirih amel dengan suara serak bangun tidur.
Alea pun mengangguk tersenyum, dia senang sekali melihat Amel bersamanya sebab Alea sudah lama tidak bermain dengan Amel.
" kakak bantu kamu mandi yuk dek, setelah itu kita turun oma dan opa sudah kangen banget sama adek." kata Amel pada ameera.
"Alea bisa sendiri kak, Alea kan sudah besar sekarang." ucap Alea dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu sekarang kamu mandi kakak tunggu disini ya nanti kita turun bersama." kata Amel sambil mengacak-acak rambut Alea.
Alea pun langsung berlari ke kamar mandi, dia menyelesaikan mandinya dengan secepat mungkin karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan opa dan omanya.
.
.
.
"Oma... Opa..." panggil Alea yang masih berada di tangga bersama amel.
" cucu oma.. hati-hati sayang jangan lari-lari nanti kamu terjatuh." ucap mama Mila memperingati Cucunya.
"iya dek hati-hati lagi pula mama dan papa juga tidak akan kemana-mana." Amel ikut menimpali ucapan mama Mila, kini dia menggandeng tangan Alea agar tidak berlarian di tangga.
"cucu oma sayang... Oma kangen sekali dengan kamu." ucap mama Mila sambil memeluk tubuh mungil cucunya.
__ADS_1
Cup..
Cup..
Tidak lupa mama Mila juga mencium seluruh wajah Alea dengan sayang.
" Alea juga kangen Sekali dengan oma." kata Alea yang berada di pelukan mama Mila.
"jadi Alea hanya kangen dengan oma saja, tidak kangen opa ya?" tanya papa Dirga menggoda cucunya.
"Alea juga kangen opa banyak-banyak kok." kata Alea, yang langsung beralih memeluk papa Dirga.
Dengan senang hati papa Dirga langung mengangkat tubuh cucunya di peluknya dengan sayang.
"hahhhaa... Iya iya baiklah opa turunkan tapi ada syaratnya." ucap papa Dirga.
"Apa opa?" tanya Alea mendongakkan kepalanya menatap papa Dirga.
"syaratnya Alea harus mencium opa seperti alea mencium oma tadi." jawab opa Hardi sambil mencubit hidung mungil milik alea.
cup...
" sudah opa." kata Alea lagi.
Papa Hardi pun menurunkan cucunya untuk duduk di kursi di samping Amel.
__ADS_1
" kita kapan ke rumah sakitnya ma?" tanya Amel pada mamanya.
" Sekarang saja bagaimana sekalian kita makan dulu." kata mama Mila pada mereka semua.
" papa setuju, kita langsung berangkat saja kalau begitu." ucap papa Dirga.
"oke.. Mama ambil tas dulu, kalian tunggu di mobil ya." kata mama Mila, kemudian beranjak ke kamar untuk mengambil tasnya.
Sedangkan papa Dirga langsing mengajak amel dan alea untuk menunggu istrinya di mobil. Amel dan Alea duduk di bangku belakang, papa Dirga sendiri yang mengemudikan mobilnya. Tidak berselang lama mama Mila menyusul mereka ke dalam mobil.
"Semua sudah kan? Kita langsung berangkat ya?" kata papa Dirga pada ketiganya.
" iya pa, nanti kita mampir di resto langganan kita saja pa lagi pula tempatnya juga dekat dengan rumah sakit X." jawab mama Mila.
Papa Dirga langsung menjalankan mobilnya menuju ke restoran yang di maksud istrinya.
Bagiku sampai mereka berempat langsung turun dan memesan makanan masing-masing.
"Selamat makan semuanya." ucap mama Mila begitu pesanan mereka datang.
Selesai makan mereka langsung menuju ke rumah sakit X, sebelumnya papa Harsana sudah memberi tahu letak ruangan Ameera.
"Alea sudah tidak sabar bertemu mama dan adik bayi." kata alea begitu turun dari mobil.
" Sebentar lagi sayang, ayo kita ke ruangan mama." kata mama Mila pada cucunya.
__ADS_1