Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Meminta bantuan Kirana


__ADS_3

sesuai informasi dari Kirana tadi pagi, kini Dio sudah bersiap untuk meeting siang ini.


"kira.. kamu sudah siap?" tanya Dio menghampiri meja Kirana yang berada di ruangannya.


"su.. sudah pak." jawab Kirana langsung berdiri.


"kita berangkat sekarang, jangan lupa bawa berkas-berkas yang di perlukan." perintah Dio, kemudian mendahului kirana berjalan.


Kirana pun segera mengambil berkas yang sudah dia persiapkan dan langsung berlari menyusul Dio yang sudah lebih dulu berjalan keluar.


Begitu sampai di parkiran kirana segera naik ke mobil Dio, dia duduk di kursi belakangan.


"saya sudah siap pak." kata Kirana setelah menutup pintu mobil.


"kamu pikir aku sopir kamu?" tanya Dio menoleh ke belakang.


"maksud pak Dio apa?" tanya kirana balik dengan kening mengkerut.


"pindah ke depan!!." perintah Dio tidak bisa di ganggu gugat.


karena melihat tatapan tajam dati atasannya kirana pun segera berpindah duduk di samping Dio.

__ADS_1


"su..sudah pak." ucap Kirana menunduk takut.


Dio pun segera menjalankan mobilnya setelah memastikan kirana duduk dan memakai sabuk pengamannya.


sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam tidak ada yang memulai percakapan hingga keduanya sampai di cafe yang di tuju.


Tanpa mengucapkan apapun kirana segera turun terlebih dahulu dan menunggu Dio masuk ke dalam cafe tersebut terlebih dahulu, setelah memastikan atasannya masuk baru dia mengikutinya dari belakang.


"selamat siang pak Roy, maaf membuat anda menunggu lama." sapa Dio pada rekan bisnisnya yang sudah menunggu dirinya.


"tidak masalah pak Dio, saya juga belum lama sampai. Mari silahkan duduk." jawab pak Roy mempersilahkan Dio untuk duduk.


"terimakasih pak. Ayo Kira." ucap Dio, tidak lupa dia mengajak sekretarisnya untuk duduk di sampingnya.


"oh.. perkenalkan dia Kirana sekretaris saya pak Roy." jawab Dio yang mengerti maksud dari rekan bisnisnya.


"ah iya.. salam kenal saya Roy." kata Roy mengulurkan tangannya ke arah kirana.


"Kirana pak." jawab kirana menyambut uluran tangan rekan bisnis Dio.


"Baiklah kita langsung mulai saja pak." ucap Dio kemudian.

__ADS_1


Ketiganya pun memulai pembahasan mereka dengan hasil sesuai keinginan mereka.


hingga satu jam pertemuan itu pak Roy lebih dulu meninggalkan cafe tersebut.


"oh iya Kira ada yang ingin aku bicarakan." kata Dio sebelum mereka kembali ke kantor.


"silahkan pak." jawab kirana.


"mmt.. aku membutuhkan bantuan kamu, bisakah nanti sore kamu menolong ku untuk bertemu dengan opa." kata Dio pada akhirnya setelah berpikir cukup lama.


"maksudnya pak?" tanya Kirana masih belum mengerti.


"begini.. jadi opa ku meminta aku membawa calon istri untuk di kenalkan kepada beliau, tapi aku bingung jadi aku minta tolong kamu untuk menemani aku bertemu opa nanti." kata Dio menjelaskan.


"ta..tapi pak." kata Kirana ragu.


"tolong kirana, sekali ini saja." ucap Dio memotong ucapan kirana.


"baiklah pak." jawab kirana akhirnya mengiyakan permintaan atasannya.


"terimakasih kirana, nanti saat jam pulang aku tunggu di mobil." ucap Dio, sedikit merasa lega setidaknya hari ini Opanya tidak akan mencecar pertanyaan yang berulang-ulang.

__ADS_1


keduanya pun kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan mereka meskipun bisa saja Dio langsung pergi tanpa kembali ke kantor namun dia tidak mau memberikan contoh yang tidak baik untuk karyawannya.


Kini jam pulang kantor telah tiba, Dio sudah lebih dulu menuju ke parkiran sedangkan Kirana masih membereskan berkas-berkasnya di meja.


__ADS_2