Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Keresahan Alex


__ADS_3

Lengkap sudah semua penyesalan Harsana, dia benar-benar tidak mempunyai muka lagi jika bertemu dengan Ameera.


"Apa yang sudah aku lakukan, maafkan papa nak.. papa menyesal." lirih Harsana memukul dadanya yang terasa sesak.


.


.


.


***


Lain halnya dengan Alex yang saat ini sedang termenung di dekat jendela, membayangkan seandainya dia tidak gegabah saat itu, seandainya dia tidak mengedepankan emosi saat itu, dan semuanya hanya seandainya dia tidak akan merasakan penyesalan seperti ini.


ceklek ..


"lex.." panggil Mila pada anaknya membuat alex menoleh ke arah pintu.


"mama sejak kapan disini?" tanya alex mendekat ke arah namanya.

__ADS_1


"mama sudah datang sedari tadi tapi melihat kamu tidak turun - turun mama menyusul ke sini." kata Mila mengelus lengan anaknya, semarah - marahnya dia tidak akan tega melihat putranya terpuruk seperti ini.


"apa ada sesuatu sampai mama datang menemui alex?" tanya Alex dengan menyandarkan kepalanya di pundak sang mama.


"tidak ada, mama hanya kepikiran denganmu mumpung papa belum pulang dari kantor jadi mama sempatkan mengunjungimu." jawab Mila sambil mengusap puncak kepala Alex.


Alex tidak bertanya lagi, dia menikmatinya usapan halus mamanya sudah lama sekali dia tidak seperti ini pada mamanya. Alex juga menyadari kesalahannya terlalu fatal tidak salah jika papanya masih mendiamkan dirinya.


"Bagaimana lex, apa sudah ada info tentang keberadaan menantu mama?" tanya Mila dengan lembut.


"belum ma, entahlah kemana dia pergi ma. Alex juga bingung bagaimana dia bisa pergi sejauh ini sampai Alex kesulitan mencarinya padahal setahu Alex Ameera tidak memegang uang sama sekali." kata Alex dengan sendu.


Mila memeluk Alex dengan sayang menyalurkan kekuatan untuk anaknya, meskipun sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan menantunya tapi dia juga tidak bisa menekan Alex.


"mama tidak tahu Lex, sudah lahir atau belum yang penting kamu selalu berdoa untuk mereka dan jangan lupa berusaha lah lebih keras lagi mencari mereka nak." Mila menasehati Alex.


.


.

__ADS_1


.


***


"mel tolong jaga adek bayi sebentar ya, kakak tinggal ke kamar mandi dulu." kata ameera pada Amel.


"siap kak." jawab Amel menunjukkan jempol nya.


Untuk saat ini Ameera tidak berjualan karena kondisinya yang belum sepenuhnya pulih begitu juga dengan bayinya yang masih berumur satu minggu. Untuk saat ini dia masih ada sedikit tabungan untuk kebutuhan makan sehari - hari. namun Ameera harus berpikir untuk kedepannya apalagi kebutuhannya akan semakin banyak jadi dia harus memutar otak cara mendapatkan uang.


"Terimakasih kakak Amel sudah jaga adik." kata Ameera menirukan suara anak kecil setelah kembali dari kamar mandi.


"sama - sama adik cantik." balas Amel dengan gemas.


"Hari ini kita makan telur ceplok dulu tidak apa-apa kan mel, kakak belum sempat masak tadi." kata Ameera yang kini sedang menyusui bayinya.


"tentu saja kak, toh Amel suka sekali dengan telur. kak nama adik bayi ini siapa?" tanya Amel.


"kakak masih bingung mel, kakak sedang mencari nama yang bagus untuk adik bayi." jawab ameera dengan tersenyum.

__ADS_1


"kalau gitu Amel panggil adik cantik saja ya kak, karena dia sangat menggemaskan cantik seperti Amel hihihi.." kata Amel kemudian.


"tentu saja boleh mel, kalian berdua memang kesayangan kakak yang paling cantik." ucap ameera tersenyum kearah Amel.


__ADS_2