
Pagi ini Kirana tampak lebih bersemangat dari biasanya, hari ini dia bangun pagi-pagi sekali.
"ceria sekali pagi ini kamu nak." ucap bu ayu pada anaknya.
"iya bu, apa ibu lupa hari ini kirana akan melamar pekerjaan ke kantor nya mas Dio." kata Kirana tersenyum senang.
"ibu lupa nak, yasudah sekarang kamu sarapan dulu ibu buatkan bekal ya siapa tahu kamu nanti lapar disana." kata bu ayu tak kalah semangat nya.
"boleh bu, terimakasih ya bu doakan semoga hari lancar dan kirana bisa mendapatkan pekerjaan tetap di sana supaya kirana bisa memenuhi kebutuhan kita." kata kirana dengan tersenyum menggenggam erat tangan ibunya.
"pasti nak ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk kamu, sudah sekarang kamu makan dulu jangan sampai kamu kesiangan datang kesana." bu ayu mengingatkan anaknya.
kirana pun segera menyelesaikan sarapannya dengan cepat karena jarak kantor Dio dan rumahnya lumayan jauh dan dia harus menaiki angkutan umum untuk bisa sampai ke sana.
"kirana pamit berangkat dulu ya bu, doakan Kirana bu." ucap Kirana mencium punggung tangan ibunya.
"hati-hati ya nak, ini ibu ada sedikit uang untuk kamu membeli minum di jalan." jawab bu ayu, sambil memberikan uang dua lembar 10 Ribu pada kirana.
"eh.. Kirana masih ada kok bu, ini di simpan saja untuk yang lain " tolak kirana.
"tidak apa-apa, pegang saja siapa tahu kamu membutuhkannya nanti." kata Bu ayu menyodorkan uang tersebut.
__ADS_1
"baiklah, terimakasih bu kirana berangkat ya." pamit kirana pada akhirnya.
.
.
40 menit waktu yang di butuhkan kirana untuk Sampai di kantor Dio. kirana mengamati bangunan tinggi di depannya dengan tatapan kagum.
"wah benarkah aku akan bekerja disini? rasanya seperti mimpi." ucap Kirana mendongakkan kepalanya.
kirana pun berjalan memasuki kantor tersebut dan mengatakan pada resepsionis disana jika dia sudah membuat janji dengan Dio. awalnya resepsionis tersebut tampak ragu melihat penampilannya namun saat kirana menyebutkan namanya dia diijinkan masuk karena sebelumnya Dio telah berpesan jika dia sudah membuat janji dengan orang yang bernama kirana.
"silahkan ikuti saya mba." kata salah satu resepsionis tersebut.
"ini ruangan pak Dio, silahkan masuk saya tinggal dulu mba." kata resepsionis tersebut setelah sampai di depan ruangan Dio.
"terimakasih banyak ya mba." jawab Kirana membukukan badannya.
tok.. tok..
kirana mengetuk pintu tersebut setelah resepsionis tadi meninggalkan dirinya sendiri di depan ruangan Dio.
__ADS_1
"masuk." jawaban dari seorang di dalam yang tak lain adalah Dio.
"permisi pak." ucap kirana begitu membuka pintu.
"kamu sudah datang rupanya, ayo duduk dulu." kata Dio menyambut kedatangan kirana.
"te.. terimakasih pak." jawab Kirana gugup.
"tidak perlu tegang seperti itu, biasa saja." kata Dio tertawa kecil melihat kirana yang terlihat gugup.
"ba..baik pak." ucap Kirana, mendudukan dirinya di kursi sebrang Dio.
"jadi mulai hari ini kamu sudah bisa mulai kerja disini Kira." kata Dio tanpa basa basi.
"mak.. maksudnya saya langsung di terima bekerja pak?" tanya kirana tidak percaya.
"benar, mulai sekarang kamu menjadi asisten ku." jawab Dio.
"tapi pak.. saya tidak punya pengalaman apapun sebelumnya apa anda yakin?" tanya Kirana lagi.
"tidak ada bantahan Kira, terima atau tidak sama sekali." ucap Dio memotong ucapan Kirana.
__ADS_1
"ba..baik pak." jawab Kirana menganggukkan kepalanya.