
Bugh... Bugh ...
Tanpa persiapan alex mendapatkan pukulan bertubi - tubu di wajahnya hingga membuat alex jatuh tersungkur ke lantai
"Apa kami pernah mengajarkan kamu menjadi laki-laki pengecut lex?" tanya sang papa yang menatap tajam padanya.
"Apa salah Alex pa?" Alex masih belum mengerti kenapa tiba-tiba papanya memukul dirinya tanpa alasan yang jelas.
"kamu masih bertanya kesalahan kamu apa hah? kamu ini bodoh atau apa lex? Bagaimana mungkin bisa aku mempunyai anak seperti mu lex." Dirga memandang Alex dengan kecewa.
"ma.." lirih Alex menatap sang mama mencoba meminta penjelasan.
"mama kecewa padamu lex." Mila menjawab dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
"Sebenarnya apa salah Alex, bilang pada Alex jangan membuat aku bingung ma.. pa." kata Alex menatap mama dan papanya bergantian
"Kamu mengenal Ameera?" tanya Dirga dengan mencengkram kerah baju alex.
DEG...
"ba..bagaimana mungkin?" Alex bahkan tidak mampu melanjutkan ucapannya, dia masih terlalu kaget dari mana kedua orangtuanya mengetahui tentang Ameera.
__ADS_1
"Mama kecewa sekali dengan mu lex, apa kamu tidak pernah berfikir kalau mama juga seorang perempuan." Mila menangis tersedu-sedu sambil memukul dada alex.
Alex hanya diam saja membiarkan sang mama melampiaskan amarahnya, tanpa sadar air matanya ikut menetes.
"maafkan Alex ma, Alex salah hiks.. hiks.." Alex kini bersimpuh di depan mamanya.
"Bukan dengan mama lex, minta maaflah pada Ameera." lirih Mila sambil menghapus air mata di pipinya.
"hiks... hiks.. Alex harus apa ma, bahkan Alex tidak tahu keberadaan mereka. ini semua salahku ma.. salahku." Alex menangis memeluk kaki mamanya menumpahkan kesedihannya.
"Jangan menjadi pria pengecut lex, cari istrimu sampai ketemu." ucap Dirga tanpa menoleh ke arah Alex.
"Alex sudah mencari kemanapun pa, tapi sampai sekarang aku belum menemukan Istriku pa." kata Alex.
" Aku baru mengetahuinya setelah aku mengusirnya pa." jawab Alex menunduk tidak berani menatap sang papa.
"hiks...hiks... Apa mereka hidup dengan layak di luaran sana pa? hiks.. hiks.. bagaimana kalau mereka bertemu dengan orang jahat hiks...hikss." Mila menangis memeluk suaminya.
"mama berdoa saja semoga menantu dan calon cucu kita baik - baik saja di luar sana." Dirga mengelus punggung Mila menenangkan sang istri.
"Cari menantu dan calon cucu kami kesini lex, kalau kamu belum menemukan mereka jangan harap kamu bisa menemui kami. sekarang kamu pergi dari sini !! ingat jangan kembali atupun menemui kami dengan membawa tangan kosong." ucap Dirga kemudian mengajak istrinya meninggalkan Alex seorang diri.
__ADS_1
.
.
.
***
"kakak..!!" panggil Amel dari depan rumah.
"loh mel, tumben jam segini sudah pulang?" tanya Ameera heran pasalnya ini baru jam 10 pagi bahkan dia baru saja selesai membereskan bekas dagangannya tadi pagi.
"hehehe.. iya kak bu guru sedang ada rapat." jawab Amel kemudian mencium punggung tangan Ameera.
"yasudah kamu ganti baju dulu sana." perintah Ameera yang balas anggukan oleh gadis kecil itu.
Setelah mengganti pakaiannya Amel membantu Ameera bersih - bersih, mereka berdua membagi tugas Ameera yang mencuci piring dan memasak dan Amel yang menyapu lantai.
"Wah... hari ini makan siang kita ayam goreng kak?" tanya Amel dengan mata berbinar.
"iya mel, hari ini kakak ada rejeki lebih." jawab Ameera tersenyum melihat Amel yang tampak senang.
__ADS_1
Ayam goreng memang menjadi menu spesial untuk mereka berdua karena biasanya untuk menghemat pengeluaran mereka hanya makan dengan tempe dan kecap atau sisa lauk jualan Ameera.
"Amel sudah tidak sabar kak hehehe.. " kata Amel sambil mengelus perut kecilnya, membuat Ameera terkekeh melihat kelucuan Amel.