Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kebaikan Bu Rini


__ADS_3

Dio memang sengaja belum memberitahukan tentang kehamilan ameera, karena dia ingin memberi pelajaran untuk alex, membuatnya menyadari kesalahannya satu persatu.


Bohong jika Dio tidak akan membantu alex, dia pasti akan membantu mencari keberadaan Ameera tapi tanpa sepengetahuan alex.


***


Setelah mengetahui semua kebenarannya Alex memutuskan untuk pulang ke rumahnya, perasaan campur aduk antara kasihan dan rasa bersalah nya pada ameera.


Bahkan di dalam mobil alex menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, entah apa yang akan di lakukan setelah ini ingin meminta maaf kepada Ameera pun percuma sudah terlambat, wanita itu sudah dia usir dari rumah.


"tuan.. kita sudah sampai." ucap sopir yang tadi menjemput Alex di kantor.


"hemm." hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu alex segera turun dan menuju ke kamarnya. sesampainya di kamar Alex menghempaskan tubuhnya ke ranjang miliknya, memejamkan matanya dengan tangan bertumpu di bawah kepala.


"Apa yang sudah aku perbuat" ucap Alex sambil mengusap rambutnya dengan kasar.


"dimana aku harus mencari wanita itu, tidak mungkin kalau di kembali ke rumah orang tuanya." ucap alex lagi yang sudah mengetahui perlakuan keluarga Ameera selama ini.


tut...tut..tut...

__ADS_1


"halo, cari wanita yang bernama ameera fotonya akan aku kirim sekarang." kata Alex pada salah satu anak buahnya.


"Baik tuan." jawab seseorang itu.


Alex langsung mematikan sambungan teleponnya, dan segera mengirim foto Ameera pada anak buahnya tersebut.


Setelah mengetahui kebenarannya bahwa Ameera bukanlah pelaku entah hilang kemana rasa benci yang selama ini di simpan.


Semuanya berubah menjadi rasa bersalah pada wanita yang berstatus istrinya itu.


***


Sedangkan di tempat tinggalnya sekarang Ameera merasa ada yang mengawasi dirinya, bahkan Ameera sampai tidak berani keluar dari rumah. tiba - tiba dari pintu rumahnya di ketuk dari luar, membuat ameera semakin cemas takut ada orang yang berniat jahat padanya.


tok ..tok...tok...


tok...tok...tok..


"Ameera.. ini ibu, Ameera kamu tidak apa - apa kan?" teriak bu Rini dari luar.

__ADS_1


setelah mendengar suara yang di kenali nya, Ameera sedikit merasa lega, dia segera membuka pintu dan mengajak bu Rini masuk kedalam.


"maaf bu Ameera kira siapa, karena dari tadi pagi Ameera merasa ada yang mengawasi meera dari jauh." kata Ameera dengan cemas.


"ibu kesini juga ingin memberitahu kamu kalau tadi ada 2 orang laki - laki menanyakan tentang dirimu. ibu takut kalau mereka macam - macam sama kamu." kata Bu Rini ragu - ragu, dia juga mengkhawatirkan Ameera dan kandungannya.


"ma.. maksud ibu ada yang mecari ameera?" tanya Ameera tampak takut.


"iya karena ibu takut jadi ibu sengaja berbohong tentang keberadaan kamu." ucap bu Rini sambil menggenggam tangan ameera.


"apa yang harus ameera lakukan sekarang bu? Ameera takut." kata Ameera dengan bergetar.


"ibu rasa tempat ini tidak aman untuk kamu, kalau bisa untuk sementara waktu kamu jangan keluar dulu ya." saran bu rini pada Ameera.


"ta.. tapi buk." ucap Ameera dengan berkaca - kaca.


"sementara Ameera, nanti setiap pagi dan sore ibu akan kesini membawakan kamu makanan." kata Bu Rini menenangkan Ameera.


"Ameera tidak tahu lagi harus bagaimana caranya berterima kasih buk." jawab Ameera dengan menggenggam erat tangan bu Rini.

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan ibu sudah menganggap kamu seperti anak ibu sendiri, lagian ibu juga senang membantu kamu dengan ikhlas nak." ucap Bu Rini dengan tulus, mengusap punggung ameera.


__ADS_2