
Sedangkan Alex tertawa pelan setelah mendapat telepon dari istrinya, apalagi mendengar Ameera yang masih malu-malu untuk mengungkapkan sayang padanya.
"Resiko punya istri yang menggemaskan ya begini." kata Alex tersenyum sendiri sambil memandang handphonenya.
.
.
Ameera dan mbok Sumi sudah sampai di pasar, Ameera mengikuti mbok sumi dari belakang dengan menggendong alea.
Setelah selesai membeli semua kebutuhan rumah, ameera langsung menuju ke sekolah Amel karena sebentar lagi jam pulang sekolahnya.
"mbok kita jemput amel dulu ya, setelah itu baru kita mampir beli makan." kata Ameera saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"iya neng, mbok ikut sajalah." jawab mbok sumi tersenyum.
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di depan sekolah Amel, namun belum ada satu anak pun yang terlihat keluar dari gerbang.
Akhirnya Ameera turun dan bertanya kepada satpam yang berjaga disana.
"permisi pak, biasanya Anak-anak keluar jam berapa ya pak?" tanya Ameera pada satpam tersebut.
"kurang lebih masih lima menitan mbak." jawab satpam tersebut sambil melihat ke arah jam tangannya.
"baiklah pak terimakasih pak." ucap Ameera sebelum meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
.
.
"masih lama neng?" tanya mbok Sumi, begitu Ameera masuk ke dalam mobil.
"tidak mbok, kata satpam nya tadi paling 5 menit lagi mereka keluar." jawab Ameera.
Belum sampai lima menit sudah terlihat beberapa siswa mulai berjalan keluar dari gerbang sekolah.
Ameera pun segera menurunkan kaca mobilnya agar bisa melihat amel.
"itu sepertinya neng Amel?" tunjuk mbok sumi pada anak kecil dengan tas gendong biru seperti sedang mencari seseorang.
"iya mbok benar itu Amel, pak tolong maju ke depan sana ya." kata Ameera meminta sopirnya untuk mendekat ke arah amel.
"kakak... ." teriak Amel dengan senang, dia pun segera masuk dan duduk di samping kemudi.
"Tumben kakak yang jemput Amel, tapi Amel senang sekali di jemput kakak." ucap amel setelah duduk dan memakai sabuk pengamannya.
"iya kakak tadi habis belanja dari pasar jadi sekalian saja jemput kamu, kan mama sedang keluar kota ikut papa." jawab Ameera dengan tersenyum.
"Terimakasih kak." kata Amel, lalu dia tersenyum ke arah mbok Sumi yang duduk di samping ameera.
"pak nanti kalau ada tempat makan kita berhenti dulu ya." kata Ameera pada sopirnya.
__ADS_1
"sian non." jawab sopir tersebut.
Setelah menemukan tempat makan, mereka semua turun begitu juga dengan pak Diman sopir yang mengantar Mereka.
"kalian pesan saja mau makan apa, pak Diman juga silahkan pesan makanannya pak tidak perlu sungkan." kata Ameera pada Mereka semua.
.
.
.
***
Di kantor, Dio sama sekali tidak fokus melakukan apapun dia masih kepikiran Kirana yang sedang marah padanya.
Dio pun berjalan keluar menuju ke tempat kirana.
"Kira.. ikut aku sebentar." ajak Dio dengan canggung, Karena ini pertama kalinya dia membujuknya seorang perempuan yang sedang marah.
"kemana pak? ada meeting di luar?" tanya Kirana bingung.
"tidak, yang penting kamu ikut saja." kata Dio lagi.
"tapi jam istirahat masih setengah jam lagi pak." jawab kirana lagi.
__ADS_1
"Tidak perlu membantah kira, ikut saja denganku." ucap Dio dengan menunjukan wajah dinginnya seolah tidak mau di bantah.
Kirana hanya bisa menghela nafas dengan kasar dan mengikuti kemauan bosnya tersebut meskipun sebenarnya dia masih sangat kesal dengan Dio.