Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Hari Bahagia


__ADS_3

Setelah saling berunding kini tiba dimana hari pertunangan antara Dio dan Kirana, acara dilaksanakan di gedung milik orang tua Dio.


"Kenapa acara sebesar ini mas?" tanya Kirana pada Dio setelah acara tukar cincin selesai.


"mana aku tahu, kamu kan tahu sendiri ini opa yang menyiapkan semuanya." jawab Dio.


" aku kira hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja mas, ternyata anak-anak kantor yang lain juga hadir." ucap Kirana menatap ke arah tamu undangan.


"kamu nikmati saja pesta ini, lagi pula cepat atau lambat mereka pasti juga akan mengetahui hubungan kita kan." kata Dio pada kirana.


Di tempat yang sama Alex dan ameera di buat bingung oleh Alea yang sedari tadi minta di turunkan dari gendongan, bayi yang kini usianya sudah satu setengah tahun itu senang sekali berlari ke sana kemari.


"Aduh sayang bagaimana ini, apa kita pulang lebih dulu saja." usul Alex pada istrinya karena khawatir dengan anaknya yang terus berjalan di ruangan yang begitu banyak orang.


"tidak enak mas, ini kan hari pentingnya kak Dio." ucap ameera sambil mengawasi anaknya.


"Dia pasti paham Ra, kamu lihat sendiri kan bocil satu itu tingkahnya ada saja." kata Alex menunjuk ke arah anaknya.

__ADS_1


"dia anak kamu juga mas." ucap ameera memukul lengan suaminya.


"iya..iya sayang mas kan bercanda." kata Alex mengusap bekas pukulan sang istri.


"Lex..Ra, ponakan ku dimana?" tanya Dio yang baru datang bersama kirana menghampiri Alex dan ameera.


"Itu disana kak, dari tadi dia merengek minta turun tidak mau di gendong." jawab ameera menunjuk ke tempat alea bermain tidak jauh dari tempatnya.


"hahhahah... kenapa dia bisa selucu itu sih." Dio tidak bisa menahan tawanya melihat Alea yang sibuk berjalan ke sana kemari sambil bertepuk tangan.


"kak Dio.. Kirana selamat ya atas pertunangan kalian berdua semoga semuanya lancar sampai hari H nanti." kata Ameera pada pasangan tersebut.


"iya terimakasih juga ya ameera karena kalian sudah mau datang ke acara kami." jawab Kirana kemudian.


"iya sama-sama juga." kata ameera membalas senyum keduanya.


"Di.. kalau aku dan ameera pulang duluan tidak masalah kan? aku khawatir Alea nanti kelelahan yang ada." tanya Alex pada Dio sebelum mengambil Alea ke gendongannya.

__ADS_1


" kalian sudah datang saja aku sudah senang sekali lex, tidak masalah kalau kalian pulang duluan lagi pula kamu benar kasian alea kalau terlalu lama di keramaian seperti ini." jawab Dio menepuk pundak Alex.


"thanks Di. Kalau begitu aku sekalian pamit ya sekali lagi selamat atas pertunangan kalian." kata Alex kemudian berjalan menghampiri anaknya.


"Ameera juga pamit ya kak Dio.. Kirana. maaf kalau kita tidak sampai acara selesai." ucap Ameera sebelum menyusul suaminya.


"iya Ra.. kamu tenang saja tidak perlu merasa sungkan begitu, bukankah aku ini kakak mu." jawab Dio.


Ameera pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian menyusul suami dan anaknya.


"ayo sayang, jangan lupa kabari mama dan papa kalau kita pulang duluan ya." kata Alex pada ameera.


"iya mas nanti Meera telepon mama." jawab ameera kemudian berjalan di samping suaminya yang menggendong anaknya.


"Gimana sayang sudah telpon mama kan?" tanya Alex memastikan takutnya mama Mila mencari mereka di sana nantinya.


"sudah kok mas, kata mama justru lebih baik kita pulang duluan soalnya mama dan papa juga masih lama mereka masih berbincang dengan rekan-rekan bisnis papa." jawab ameera menjelaskan.

__ADS_1


" yasudah kita langsung pulang ya." kata alex, kemudian mulai menjalankan mobilnya.


__ADS_2