Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Alex mengetahui Kebenaran


__ADS_3

"tu.. tuan maaf sebelumnya bukan nya mbok lancang malam dimana tuan mengusir neng Ameera, saya memberikan alamat rumah saya yang di desa untuknya dan saya berjanji akan menyusulnya kemungkinan neng Ameera berada disana, tuan bisa menyusul nya kesana." karena merasa iba dan melihat ketulusan di mata alex akhirnya mbok sumi memberi tahu keberadaan Ameera.


"benarkah mbok tidak bohongan kan?" alex lantas berdiri meyakinkan lagi.


"semoga saja neng Ameera berada disana tuan." kata mbok sumi yang mencoba menenangkan alex sambil menepuk lengan Alex.


"Dimana mbok alamatnya, aku harus segera kesana mbok aku tidak mau terjadi sesuatu pada Ameera dan calon anakku." ucap Alex dengan sungguh - sungguh.


mbok sumi pun menulis kan alamat rumahnya yang berada di desa lalu memberikannya kepada Alex.


"ini tuan alamatnya, tolong berjanjilah pada saya untuk membawa neng Ameera kembali kesini tuan, dia wanita baik dan tulus yang pernah saya temui." pinta mbok Sumi pada alex.

__ADS_1


"pasti mbok, saya akan membawa mereka secepatnya." jawab alex dengan sungguh - sungguh.


"tunggu mbok, tadi saya menemukan botol bekas di dalam sana mbok kira - kira untuk apa dia menyimpan botol bekas yang bahkan sudah tidak layak di pakai kembali?" tanya Alex sambil menunjuk ke arah lemari kecil Samping kasur.


"em.. apa tuan tidak keberatan kalau saya bercerita?" mbok sumi mencoba memastikan terlebih dahulu.


"silahkan mbok, kalau bisa ceritakan semua yang tidak aku ketahui." jawab alex.


"Beruntungnya tak lama kemudian dia mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah makan, meskipun upahnya tidak banyak tapi setidaknya neng meera mendapatkan makan disana bahkan saat pulang pun pemilik warung tersebut masih memberikan makan untuk di bawa pulang.


itulah sebabnya dia sangat bersemangat berangkat bekerja meskipun terkadang tubuhnya penuh dengan luka - luka." lanjut mbok sumi dengan tubuh bergetar tidak mampu menahan tangisnya.

__ADS_1


Deg ... Deg ..


Mendengar semua penjelasan mbok sumi barusan membuat tubuh alex mematung, bahkan untuk sekedar membuka mulut saja dia tidak mampu. Hatinya terasa sakit mengetahui semua itu, tidak bisa dia bayangkan bagaimana rasanya menahan lapar yang lebih parah wanita yang kini hamil itu hanya meminum air kran.


Alex tak mampu membendung tangisnya, dia marah pada dirinya sendiri. Alex berkali - kali memukul tembok disampingnya bahkan luka pada tangannya tidak dia pedulikan.


"Bodoh... bodoh, laki - laki macam apa aku ini bahkan aku sama sekali tidak mengetahui keberadaan calon anakku." lirih alex yang kini bersimpuh di lantai.


Setelah hening beberapa saat, laki - laki itu menoleh pada sosok wanita paruh baya yang masih dengan tangis nya.


"mbok tolong bersihkan kamar ini tapi jangan mengganti sprei ini, saya mau kamar ini tetap rapi dan bersih meskipun tidak di tempati." ucap alex setelah mampu menenangkan diri.

__ADS_1


__ADS_2