Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kedatangan Dio


__ADS_3

Karena merasa lelah dan juga perutnya sedikit kram Ameera beristirahat di bawah pohon sambil mengelap keringat yang menetes di pelipisnya. tiba - tiba saja dia melihat anak kecil yang hampir terserempet mobil saat mengambil botol bekas di pinggir jalan.


"kamu tidak apa - apa?" tanya Ameera khawatir pada anak itu.


"terima kasih kak, saya tidak apa - apa." jawab anak tersebut dengan menundukkan wajahnya.


"apa yang kamu lakukan di tengah jalan seperti itu, apa kamu tidak tahu kalau itu sangat berbahaya." ucap Ameera dengan memegang bahu anak itu.


"tadi Amel hanya mau mengambil botol bekas itu kak." lirih anak tersebut belum berani menatap ameera.


"jadi namamu Amel? lalu untuk apa semua botol - botol bekas ini." kata Ameera menunjuk karung kecil di tangan anak yang bernama Amel.


"untuk di jual kak." jawab Amel sambil mengangkat wajahnya menatap Ameera.


"memang nya kamu tidak sekolah? dan apa orangtuamu tahu Amel?" tanya Ameera penasaran dengan gadis kecil di depannya.


"Amel tidak sekolah kak, orang tua Amel sudah tidak ada." cicit gadis kecil itu dengan mata berkaca - kaca.


"maafkan kakak ya kalau menyinggung perasaan kamu, kenalkan nama kakak Ameera." ucap Ameera dengan tersenyum tangannya mengelus punggung gadis kecil itu dengan lembut.

__ADS_1


"kak Ameera?" ulang Amel sambil menatap mata Ameera.


dan Ameera mengangguk sebagai jawaban.


"kakak ingin kemana kenapa membawa tas sebesar ini?" tanya Amel penasaran menunjuk tas di sebelah Ameera.


"mmmt... kakak tidak punya tujuan, karena kakak bukan orang asli sini bahkan kakak baru sampai hari ini disini." jawab Ameera dengan lembut.


"kakak mau ikut dengan aku? tapi Amel hanya tinggal di gubuk kecil kak." tawar gadis kecil itu.


"boleh, kalau kamu tidak keberatan." jawab Ameera tersenyum, dia sangat senang di pertemukan dengan gadis kecil di depannya ini.


"Baiklah.. ayo kita pulang kak." ajak amel dengan menggandeng tangan ameera.


***


Saat ini Dio dan Arsen sudah dalam perjalanan ke tempat Ameera lebih tepatnya rumah mbok Sumi yang di tempati ameera.


"kamu sudah memastikan semuanya aman sen?" tanya Dio, dia ingin memastikan semua akan berjalan sesuai rencananya.

__ADS_1


"tenang saja, anak buahku masih memantau disana." jawab Arsen tanpa menoleh karena dia fokus mengemudi.


"pastikan keadaanya baik - baik saja sen, jangan sampai anak buahmu membuatnya takut." kata Dio


"tenang saja, kata orang - orang ku hari ini ameera belum keluar rumah sama sekali." kata Arsen jengah mendengar ucapan Dio yang terus menerus di ulang - ulang.


Setelah itu selama perjalanan tidak ada lagi percakapan diantara keduanya, Arsen yang fokus menyetir dan Dio sibuk dengan segala pemikirannya.


Mereka berdua sampai di tujuan sudah hampir malam, Dio dan Arsen segera menemui anak buahnya meminta mereka menunjukan rumah milik mbok Sumi.


"Apa kalian yakin ini rumahnya?" tanya Dio pada anak buah Arsen.


"benar bos, kami sudah memastikan beberapa hari ini, nona Ameera tinggal disini dia bekerja sebagai buruh setrika pakaian bos." jawab anak buah Arsen dengan yakin.


"kenapa rumahnya gelap sekali, kalian tidak membohongiku kan?" ucap Dio menatap tajam anak buah Arsen.


"tidak bos.. kami tidak bohong, seharian ini memang nona Ameera tidak keluar rumah, tadi siang juga ada seorang ibu - ibu berkunjung kemari tapi tidak di bukakan pintu oleh nona Ameera." kata Anak buah arsen menjelaskan pada Dio.


"kalau begitu, dobrak pintunya." perintah Dio, perasaannya tidak enak dia ingin segera memastikan dugaanya.

__ADS_1


__ADS_2