Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Alea


__ADS_3

Kini bayi cantik Ameera sudah berumur satu tahun, tidak terasa Ameera mampu melewati banyak sekali rintangan. bayi mungil itu di beri nama Alea. Semakin besar wajah Alea semakin mirip dengan ayahnya, bayi gembul itu semakin hari semakin pintar.


Sejak melahirkan Ameera tidak lagi berjualan karena tidak tega dengan anaknya jika harus ikut dirinya, jadi Ameera memutuskan kembali menjadi buruh cuci dan setrika agar dia bisa bekerja dirumah sambil mengawasi anaknya.


"paa.. apaa.." celoteh Alea ketika terbangun dari tidurnya.


"anak mama yang cantik sudah bangun ya." Ameera menghampiri anaknya.


"apa...appa..apaa." ucap bayi berumur satu tahun itu.


"iyaa ini mama nak, ma..ma." sahut ameera pada anaknya, ada sedikit rasa tidak rela saat kata pertama yang sering diucapkan anaknya bukan panggilan mama untuk dirinya melainkan papa seorang yang mungkin tidak mengetahui keberadaannya di dunia ini.


"appaaa.." oceh Alea sambil memasukan ibu jarinya ke dalam mulut.


"iyaa papa Sedang pergi mencari uang ya." ucap ameera pada akhirnya dengan mata berkaca-kaca.


"ayo anak mama yang cantik sekarang kita mandi dulu, mmmt anak gadis mama masih bau acem." kata ameera sambil menciumi sang anak, hingga mengundang gelak tawa sang anak.

__ADS_1


Setelah selesai memandikan anaknya, Ameera meminta bantuan Amel untuk menjaga Alea karena dirinya harus menyelesaikan setrikaan milik pelanggannya.


"mel tolong jaga Alea sebentar ya, kakak mau menyelesaikan pakaian milik bu Asih besok pagi mau di ambil." kata ameera pada Amel.


"siap kak, Amel senang sekali bermain dengan Alea. benarkan Al?" kata Amel seolah meminta pendapat Alea.


"Yasudah kakak lanjut dulu." Ameera kemudian meninggalkan keduanya ke belakang.


Hampir satu jam lamanya Ameera baru menyelesaikan pekerjaan, kemudian dia menyusul Amel dan Alea namun dirinya di suguhkan pemandangan yang membuatnya haru.


"kakak harap sekarang ataupun nanti kamu tetap menyayangi Alea ya mel, kakak harap rasa sayang mu tidak pernahkah berkurang, dan Adek mama berdoa semoga kelak adek selalu menyayangi mama dan kak Amel apapun yang terjadi.


Malam harinya saat ameera dan Amel tengah makan malam, Amel berniat mengajak ameera pergi ke pasar malam dia tapi tidak berani karena dia tahu betapa susahnya Ameera bekerja mencuci dan menyetrika pakaian - pakaian orang begitu banyak.


"Apa ada yang mengganggu pikiran mu mel, kakak lihat sedari tadi kamu hanya melamun saja." tegur ameera dengan lembut.


lagi - lagi Amel hanya diam sambil memainkan kedua tangannya.

__ADS_1


"katakan pada kakak, ada apa sebenarnya.? desak Ameera kemudian.


"apa kakak tahu kalau di ujung jalan sana ada pasar malam loh kak." ucap Amel kemudian.


Ameera menjawab dengan anggukan.


"tunggu... jangan bilang kamu ingin ke sana hmm..? tebak Ameera.


"i.. iya kak, tapi amel tidak pengen - pengen banget kok." jawab Amel menunduk dengan ragu - ragu


"tak apa mel kalau kamu menginginkan sesuatu jangan sungkan untuk bilang ke kakak. nanti malam kita kesana ya pasti Alea senang sekali disana nantinya." kata Ameera kemudian.


"sungguh kak? kakak tidak berbohong kan?" tanya Amel dengan semangat.


"tentu saja, kakak janji apapun untuk dua kesayangan kakak yang cantik - cantik ini." kata ameera dengan tersenyum.


"yeeyy... terima kasih kak, Amel sayang sekali sama kakak." kata Amel sambil memeluk Ameera dengan erat meluapkan kebahagiaannya.

__ADS_1


__ADS_2