
"kalau ameera tahu papa mau kesini kan ameera bisa minta tolong mbok Sumi untuk memasak makanan kesukaan papa." kata ameera yang sudah duduk di samping papa Harsana.
"tidak perlu repot-repot nak, papa bisa berkumpul dengan kalian saja sudah cukup." jawab Harsana.
"kalau begitu papa tinggal di sini saja, biar papa tidak kesepian." ucap Ameera pada papanya.
"papa merasa nyaman tinggal di rumah kita yang dulu nak, di sana banyak kenangan papa dengan mama kamu." kata papa Harsana dengan mata berkaca-kaca.
"yasudah kalau itu pilihan papa, Ameera tidak bisa memaksa." kata ameera mendengar jawaban papanya.
" kamu dan cucu papa ini baik-baik saja kan nak?" tanya papa Harsana sambil mengusap perut buncit ameera.
"iya pa ameera dan bayinya sehat kok, sebentar lagi dia juga lahir papa akan punya cucu lagi nantinya." kata ameera dengan tersenyum.
"papa senang mendengarnya, oh iya cucu papa Alea di mana dari tadi papa belum melihatnya?" tanya papa Harsana memperhatikan sekelilingnya
" Dia masih tidur pa, sebentar lagi pasti dia bangun. Papa istirahat di kamar tamu saja dulu, papa pasti juga capek kan." kata ameera.
"yasudah papa istirahat sebentar ya nak, nanti kalau cucu papa sudah bangun kamu kasih tahu papa ya." kata papa harsana, kemudian dia menuju ke kamar tamu yang ada di rumah itu.
__ADS_1
Setelah papanya masuk ke kamar, ameera juga ikut kembali ke kamar untuk mandi dan membangunkan anaknya karena hari sudah menjelang sore.
" Alea.. Sayang bangun yuk sudah sore nak." Ameera membangunkan anaknya setelah selesai membersihkan diri.
" eught .. Mama." kata Alea yang belum sepenuhnya membuka matanya.
"bangun sayang sudah sore, itu ada kakek di bawah menunggu Alea." bisik ameera di dekat telinga alea.
Alea yang mendengar ucapan ibunya langsung membuka matanya dan langsung duduk.
"kakek ma?" ucap Alea dengan suara serak bangun tidurnya.
"siap mama." balas Alea dengan antusias.
sambil menunggu anaknya yang sedang mandi ameera merapikan tempat tidur miliknya.
Alea memang sudah bisa mandi sendiri tanpa bantuan dari ameera, meskipun terkadang ameera masih tetap membantu Alea.
Tidak berselang lama Alea sudah selesai mandi, Ameera segera memakaikan anaknya baju yang Sudah dia siapkan tadi.
__ADS_1
" nah sekarang anak mama sudah cantik kan." ucap ameera setelah selesai memakaikan baju dan menyisir rambutnya hitam milik Alea.
"Ayo ma kita temui kakek." kata Alea yang sudah tidak sabaran.
"iya.. Ayo." kata ameera, dia pun menggandeng tangan anaknya menuruni tangga dengan hati-hati apalagi saat ini keadaannya dirinya sedang hamil besar.
"Dimana kakek ma?" tanya Alea begitu sampai di lantai bawah tepatnya di ruang keluarga.
"kakek ada di kamar tamu sayang, kamu susul kakek sana tapi ingat ya harus ketuk pintu dulu." pesan ameera pada anaknya.
Alea pun segera menghampiri kakeknya yang berada di kamar tamu, sesuai pesan dari mamanya alea tidak lupa untuk tetap mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok.. Tok...
Tok..
Tok..
Ceklek.!!!
__ADS_1
"kakeekkkk." teriak alea begitu pintu terbuka, dan langsung berlari memeluk sang kakek. Alea memang sangat dekat dengan kakeknya karena papa Harsana selalu memanjakan alea dengan kasih sayang tulus.