
"silahkan pak." jawab Kirana.
"tentang ucapan opa kemarin malam, apa kamu sudah mempunyai jawaban?" tanya Dio, sesekali dia menoleh ke arah Kirana.
"jujur saya masih bingung pak, ini terlalu cepat untuk saya." jawab kirana.
"apa waktu satu minggu cukup untuk kamu berpikir kira?" tanya Dio lagi.
"baiklah pak beri saya waktu satu minggu, saya akan menjawab nya. kalau bapak sendiri bagaimana?" jawab Kirana, lalu bertanya balik ke Dio.
"Bagaimana apanya Kira?" tanya Dio tidak mengerti.
"apa bapak tidak masalah, maksudnya seandainya saya setuju apa bapak bisa menerima keadaan saya?" tanya kirana dengan serius.
"aku rasa tidak masalah kira, aku percaya dengan pilihan opa lagi pula Selama ini aku mengenal kamu orang yang baik dan tidak aneh-aneh." jawab Dio dengan setenang mungkin.
Kirana menjadi salah tingkah mendengar jawaban dari Dio, bahkan dia sudah mengalihkan pandangan ke luar menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.
'baiklah.. aku tunggu jawaban kamu minggu ini Kira." ucap Dio sebelum menurunkan Kirana di depan gang.
__ADS_1
"Terimakasih banyak pak sudah repot-repot mengantarkan saya pulang, saya duluan." kata Kirana, kemudian dia turun dari mobil, dia menunggu memastikan Mobil Dio sudah berjalan lagi baru dia menuju ke rumahnya.
"sudah pulang kir?" tanya Bu ayu, yang melihat anaknya membuka pintu.
"iya bu, ini kotak makanannya kirana taruh disini ya bu." jawab Kirana mencium punggung tangan ibunya, lalu menaruh kotak bekal tadi di samping meja dapur.
"apa nak Dio mau menerimaku bekal dari ibu kir?" tanya Bu ayu.
"mau bu, dia juga berpesan katanya terimakasih dia juga bilang katanya makanan ibu enak sekali." jawab Kirana, kini sudah duduk di samping ibunya.
"syukurlah kalau dia suka, besok kamu bawakan lagi ya kir." ucap bu ayu, dan dijawab anggukan oleh Kirana.
"iya iya ibuku sayang. Kirana mandi dulu nanti Kirana bantu ibu memasak ya." jawab kirana, lalu masuk ke kamarnya.
Bu ayu tersenyum melihatnya, dia senang sejak anaknya bekerja kirana menjadi lebih ceria dan tidak sungkan lagi untuk berbagi cerita dengan dirinya tidak seperti dulu yang terkesan apa-apa di pendam sendiri.
"ibu hanya bisa mendoakan kamu semoga kamu bahagia selalu, dan tidak ada lagi air mata kesedihan nak." doa bu Ayu untuk Kirana.
.
__ADS_1
.
***
Begitu Dio sampai di rumah dia sudah di tunggu Opanya di depan rumah.
"Dio.. apa kirana sudah memberikan kamu jawaban?" tanya opa tidak sabar.
"belum opa, dia masih bingung katanya jadi Dio memberinya waktu satu minggu untuk berpikir dan dia setuju. minggu ini dia akan memberi kita jawabannya." jawab Dio yang masih berdiri di depan pintu.
"yasudah biarkan dia memikirkannya dulu." kata opa hardi kemudian.
"apa Dio sudah boleh masuk opa?" tanya Dio.
"ah iya, maafkan opa masuklah io. langsung mandi opa tunggu di ruang makan ya." jawab Opa terkekeh karena terlalu penasaran dengan jawaban Kirana dia sampai melupakan Dio yang baru pulang kerja tanpa mengajaknya masuk ataupun duduk dulu.
Di dalam kamar Dio langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
"benar-benar gadis aneh, padahal perempuan diluar sana tidak akan menolak dengan senang hati mereka pasti menerima lamaran opa. tapi dia sangat berbeda." gumam Dio.
__ADS_1