Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Pertemuan Alex dan Orangtuanya


__ADS_3

Pagi ini Ameera tampak begitu bersemangat menyiapkan semua bahan - bahan jualannya, Sedari tadi wajahnya tersenyum cerah.


"Sudah siap mel? ayo sarapan dulu." kata Ameera saat melihat Amel yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"sudah kak, wah kakak sudah dapat tempat baru ya?" Amel menghampiri Ameera yang sedang bersiap.


"iya mel Alhamdulillah ada bantuan dari orang baik." Ameera menjawab dengan tersenyum.


"kalau begitu ayo kak kita berangkat, Amel mau lihat tempat barunya." ajak Amel karena terlalu bersemangat.


"eh, sarapan dulu mel." Ameera memanggil Amel yang hendak membawa barang-barang nya.


"Amel sarapan di Sekolah saja kak, makanannya Amel bungkus." gadis kecil itu tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


"kamu ini ada - ada saja, yasudah ayo kita berangkat nanti kesiangan." Ameera berbagi tugas dengan Amel membawa dagangan.


Setelah membantu Ameera menata semua jualannya Amel segera berangkat ke sekolah, sebenarnya jarak sekolah dan rumah mereka tidak begitu jauh tapi karena Amel berjalan kaki waktu yang di tempuh menjadi lebih lama.


"Amel berangkat ya kak, semoga jualannya laris dan jangan capek- capek ya kak." pamit Amel sebelum pergi.


"iya mel hati - hati." jawab Ameera mengelus rambut Amel. ada perasaan haru melihat Amel yang peduli dengan keadaannya gadis kecil itu benar - benar tulus menyayangi nya. Ameera berjanji tidak akan meninggalkan Amel dalam keadaan apapun, kemana pun dia melangkah Amel akan selalu bersamanya.

__ADS_1


.


.


.


***


"pulang ke rumah opa sekarang juga." kata mama Alex kemudian mematikan sambungan telepon.


"halo ma.. ma halo hal. Apa sih maksudnya kenapa mama menyuruhku ke rumah opa." Alex mengacak kasar rambutnya.


"ck .. apa mereka menyuruhku tinggal di rumah besar itu sendirian, kenapa tidak mereka saja yang tinggal disana untuk apa mereka lama - lama tinggal di luar negeri." alex menggerutu selama perjalanan.


Rumah opa dan oma alex memang tidak ada yang menempati hanya beberapa pelayan yang di tugaskan untuk merawat rumah tersebut.


Opa dan Oma Alex sudah meninggal sejak alex masih kuliah, Alex beserta keluarganya yang menempati rumah itu tapi sejak mereka kehilangan adik Alex, kedua orang tuanya memutuskan tinggal di luar negeri sementara waktu karena mamanya tidak sanggup mengingat semua kenangan bersama putranya.


Karena sibuk berpikir alex tidak sadar kalau dirinya sudah di depan rumah. setelah membunyikan klakson mobil tidak lama gerbang tinggi di depannya di buka oleh satpam.


"Silahkan mas Alex, Bapak dan Ibu sudah menunggu di dalam." kata Satpam tersebut saat alex menurunkan kaca mobilnya.

__ADS_1


"mama dan papa ada disini mang?" tanya Alex bingung, dan di jawab anggukan oleh satpam tersebut.


Alex langsung memarkirkan mobilnya sembarangan arah, dia buru - buru memasuki rumah untuk memastikan keberadaan kedua orang tuanya.


"ma.. mama.. ma!!" panggil Alex begitu memasuki rumah.


"Tuan.. Anda sudah di tunggu oleh Nyonya dan Tuan besar di atas." kata salah satu pelayan di rumah itu.


Setelahnya Alex segera menaiki tangga menemui kedua orang tuanya.


"ma.." panggil Alex saat melihat mama dan papanya duduk bersebelahan di sofa.


"duduk lex." perintah mamanya dengan wajah datar.


Alex merasa aneh dengan sikap sang mama, kenapa hari ini mamanya terlihat begitu dingin sikapnya. padahal mamanya adalah tipe orang yang hangat dan begitu penyayang bahkan mamanya akan selalu menyambutnya dengan pelukan tapi hari ini bahkan tidak ada senyum yang di tunjukan.


Kemudian Alex menatap ke arah papanya, lagi - lagi alex di buat bingung karena papanya sama sekali enggan menatap dirinya.


"Ma.. pa.. Sebenarnya ada apa ini? kenapa kalian aneh sekali?" tanya Alex frustasi di perlakukan dingin oleh kedua orang tuanya.


Buhg...Bugh..

__ADS_1


__ADS_2