
Kirana masuk ke dalam mobil Dio tanpa berkata apapun, dia duduk di samping Dio tanpa menoleh ke arah atasnya tersebut.
Dio menoleh ke arah Kirana setelah memastikan Kirana sudah memakai sabuk pengamannya dan langsung menjalankan mobilnya.
Sebenarnya Kirana juga penasaran kemana tujuan mereka Sekarang, namun dia enggan untuk bertanya karena rasa kesalnya lebih besar di banding rasa penasarannya.
"kamu tidak mau bertanya kita akan pergi kemana?" tanya Dio yang melihat Kirana duduk gelisah sedari tadi
"Tidak." jawab kirana singkat.
Mendengar jawaban dari perempuan di sebelahnya membuat Dio memejamkan matanya berusaha untuk sabar. dia pun melanjutkan perjalanannya tanpa bertanya apapun lagi.
Setelah satu jam perjalanan Dio menghentikan mobilnya di dekat danau yang letaknya di pinggir kota.
"Turun kira .. Kita sudah sampai." kata Dio, sebelum membuka pintu mobilnya.
Tanpa membantah kirana langsung turun mengikuti Dio yang sudah berjalan lebih dulu.
Dio mengajak Kirana duduk di salah satu bangku, mereka duduk menghadap pemandangan danau dengan udara yang masih asri.
Dio menoleh ke arah kirana yang berada di sampingnya.
"Kira... kamu masih marah?" tanya Dio, memperhatikan kirana yang kini sedang memejamkan matanya menikmati semilir angin.
"saya tidak marah pak." jawab kirana tanpa membuka matanya.
__ADS_1
"Tapi kamu seolah mendiamkan aku kira." kata Dio lagi.
"saya tidak marah pak, tapi saya kesal dengan bapak. Jangan mentang-mentang pak Dio ini bos di kantor jadi bisa seenaknya sendiri." ucap Kirana, yang kini balik menatap Dio.
"iya Kirana.. saya salah maafkan aku." kata Dio mengalah.
"saya sudah memaafkan bapak." jawab Kirana, kembali memandang ke arah depan menikmati pemandangan asri di depannya.
"kamu suka tempat ini?" tanya Dio, masih memandang wajah Kirana.
Kirana pun mengangguk sebagai jawaban, jujur dia memang sangat menikmati suasana disini dengan pemandangan alam yang hijau dan udara yang masih sangat segar.
"Kalau kamu suka, aku akan sering mengajak kamu kesini." kata Dio dengan memandang lurus ke depan.
"Bapak sering kesini?" tanya Kirana, menoleh ke samping.
Kirana hanya diam memperhatikan Dio yang masih menikmati pemandangan di depannya.
Sadar karena di perhatikan Dio pun ikut menoleh ke samping dan kini pandangan keduanya Saling terkunci.
"Kita masih mau disini pak?" tanya Kirana, mengalihkan rasa canggung mereka.
"sebentar dulu Kira.. Nikmat saja dulu pemandangan disini ." jawab Dio.
"lalu pekerjaan kita bagaimana pak?" tanya Kirana lagi.
__ADS_1
"kali ini saja, jangan memikirkan pekerjaan kira."kata Dio.
"Baiklah pak." ucap Kirana patuh.
.
.
.
***
tut... tut..tut..
"Halo mas." ucap Ameera mengangkat telepon dari Suaminya.
"Halo sayang.. kamu sudah pulang?" tanya alex.
"Belum mas, kami sekalian mampir makan di luar sebelum pulang."jawab Ameera dengan jujur.
"Baiklah, kamu hati-hati ya nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa kabari mas ya sayang." ucap alex di seberang sana.
"iya mas." jawab ameera, kemudian mematikan sambungan teleponnya.
Sebenarnya alex khawatir membiarkan istrinya keluar tanpa dirinya, tapi dia juga tidak boleh egois karena Ameera pasti juga butuh hiburan di luar.
__ADS_1
Sebelumnya Alex juga sudah menghubungi pak Diman sopir pribadinya untuk mematikan keadaan istri dan Anaknya, tapi dia juga tetap ingin memastikan lagi langsung dari Istrinya dan ternyata Ameera berkata jujur padanya.