Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kenapa Tidak Jujur Saja


__ADS_3

"Kalian tinggal dimana?" tanya Kirana.


"kita tinggal di gang belakang komplek itu kak." jawab Reni sambil menunjuk ke arah sebrang jalan.


"lalu kalian tinggal dengan siapa?" tanya Kirana yang masih penasaran.


"kita tinggal bersama ibu kak, kita tidak mau membuat ibu susah jadi kita membatu nya dengan mencari botol-botol bekas." jawab Reni jujur.


"kalian memang anak yang manis dan baik. Jangan pernah malu membantu ibu ya selama itu halal dan tidak merugikan orang lain." kata Kirana yang bangga dengan kedua anak tersebut.


Dan semua interaksi tersebut tidak luput dari penglihatan seorang Dio, tanpa sadar bibirnya tersenyum melihat interaksi mereka bertiga. Saat kirana sudah berdiri dan berpamitan kepada dua anak kecil tersebut Dio segera kembai ke mejanya.


"maaf pak membuat anda menunggu." ucap Kirana setelah kembali duduk di depan Dio.


"lanjutkan makanan mu setelah itu kita kembali ke kantor." kata Dio.


tanpa membantah Kirana pun segera melanjutkan makannya dengan lahap karena kebetulan dia juga sudah sangat lapar.

__ADS_1


Dio sedari tadi memperhatikan Kirana yang tengah makan dengan pandangan yang sulit diartikan bahkan bibirnya sedikit tersenyum namun tanpa kirana tahu.


"terimakasih pak makanan nya, saya sudah selesai." kata Kirana setelah berhasil menghabiskan makanan yang yang berada di piringnya.


Setelah selesai membayar semua kini keduanya kembali masuk ke dalam mobil menuju ke kantor.


"Bukankah tadi kamu membungkus makanan? sekarang dimana?" tanya Dio pura-pura tidak tahu.


"eh.. itu pak, makanannya..." Kirana bingung harus menjawab apa ingin jujur tapi dia takut kalau di bilang lancang karena memberikan makanan tersebut kepada orang lain tanpa izin.


"sudah lupakan saja tidak penting." kata Dio tersenyum samar.


"untung saja pak Dio tidak jadi bertanya, Selamat aku." kata Kirana dalam hatinya sambil mengelus dadanya yang berdebar.


"Dasar gadis aneh, kenapa tidak jujur saja." ucap Dio dalam hatinya.


Diam-diam Dio kembali memperhatikan Kirana yang duduk di samping nya, ada rasa kagum dalam dirinya melihat sekretaris nya yang begitu peduli dengan sesama tanpa menunjukkan apa yang sudah dia lakukan, dia tidak butuh pengakuan dari orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


Tanpa sadar Kirana sudah tertidur bersandar di kursi mobil mungkin karena efek kekenyangan atau karena terlalu capek membuat Kirana dengan mudah terlelap.


begitu sampai di kantor kirana belum juga bangun, Dio yang melihat kirana tertidur sangat nyenyak pun tidak tega untuk membangunkannya, kalau dia menggendong kirana pasti karyawan-karyawannya yang lain akan salah paham jadi dia memutuskan untuk menunggu kirana bangun.


Kirana pun terbangun dan langsung menatap ke sekitar.


"aku ada dimana?" tanya kirana bingung.


"kita masih di dalam mobil karena tadi kamu ketiduran." jawab Dio


"ketiduran..?" tanya Kirana sendiri kemudian dia melihat jam di layar handphone nya, dia langsung kaget dan menatap ke arah Dio.


"Maafkan saya pak, karena saya anda menunggu selama ini." kata Kirana sedikit takut.


"hem.." hanya itu yang di ucapkan Dio.


"Apa aku benar-benar tertidur selama itu." kata Kirana pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ayo turun, tunggu apa lagi?" tanya Dio yang masih menunggu kirana turun.


"eh..iya pak, maaf." kata Kirana yang sudah sadar dari keterkejutannya. lalu dia pun segera membuka pintu mobil dan turun mengikuti Dio.


__ADS_2