Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Hari libur


__ADS_3

Pagi ini semua orang bersantai di taman belakang, kebetulan ini hari Minggu jadi Alex dan papanya bebas dari urusan kantor. mereka tampak asik memperhatikan Alea dan Amel bermain di atas rumput, Alea terlihat begitu senang bisa bermain dengan bebas begitu juga Amel dia tampak bersemangat sekali bermain dengan adik kesayangannya.


"kamu lihat lex, kamu hampir saja membuang kebahagian di depan mata kita sekarang."kata Dirga pada anaknya.


"Alex memang salah pa, tapi Alex berjanji akan menebus semua kesalahanku yang dulu sekarang tujuan hidup Alex adalah membahagiakan mereka pa." jawab Alex dengan sungguh-sungguh.


"papa pegang kata-kata mu lex jangan sampai kamu berulah lagi, kamu tahu bukan apapun bisa papa lakukan, jangan banyak berjanji lex tapi buktikan." kata Dirga, menepuk pundak anaknya.


Tidak lama kemudian Ameera datang bersama Mila membawa cemilan dan buah-buahan untuk mereka.


"makanan datang..!!" ucap Mila dengan semangat.


"Alea.. Amel sini nak, istirahat dulu." panggil Mila pada kedua anak tersebut.


"iyaa ma." jawab Amel dari kejauhan.


"Alea sayang sini nak, Amel ajak adeknya kesini ya." ucap Ameera.


Kemudian dua bocah tersebut menuruti perintah Mila dan ameera, Amel menuntun Alea yang masih belum begitu lancar berjalan keduanya berjalan dengan wajah yang ceria.


"aduh.. pasti putri papa dan kakak amel capek sekali ya." kata Alex yang sudah siap menggendong Alea, tapi justru Alex di tolak oleh Anaknya, Alea lebih memilih di gendong oleh opanya.

__ADS_1


"pa..opa.." ucap Alea mengarahkan tangannya ke arah Dirga.


"hahahah.. kan kemarin papa sudah bilang lex jangan sombong hahhaha sekarang kamu lihat sendiri kan." kata Dirga dengan bangga kemudian mengambil alea ke gendonganya hingga membuat bayi tersebut tertawa senang.


"kenapa papa memonopoli anak Alex sih." kata Alex dengan kesal.


"tanya saja pada tuan putri ini." jawab Dirga memeluk tubuh gembul cucunya, dia sengaja memamerkannya pada Alex.


"sudah-sudah kalian ini tidak ada habisnya dari kemarin." Kemudian Mila melerai keduanya.


"Ini mel minum dulu, kamu mau makan kue atau buahnya saja." ucap ameera menyodorkan segelas jus kepada ameera.


"Jangan sungkan ya mel kalau kamu menginginkan apapun bilang ke mama ya." ucap mila pada amel.


"I..iya ma, Terima kasih banyak ma." jawab Amel tersenyum senang.


"Oh iya pa gimana kalau kita buat foto keluarga, kan sekarang keluarga kita sudah lengkap." kata Mila pada suaminya.


"papa sih setuju ma, tidak tahu kalau Alex dan ameera bagaimana?" jawab Dirga yang sedang sibuk bermain dengan Alea.


"Alex setuju kok ma. kala kamu bagaimana Ra?" ucap Alex kemudian menoleh kearah istrinya.

__ADS_1


"Meera ikut saja." jawab Ameera.


"oke karena semuanya sudah setuju mama akan siapkan semuanya, kalian terima beres saja. khusus papa dan Alex kalian harus meluangkan waktu kalian jangan sibuk di kantor terus." kata Mila dengan semangat.


"iya ma." kata Dirga dan Alex bersamaan.


"satu lagi mama lupa, apa kalian tidak berniat membuat resepsi pernikahan?" tanya mila pada alex dan Ameera.


Alex pun menoleh kearah istrinya seolah meminta pendapat, ameera yang di tatap oleh Alex pun akhirnya angkat bicara.


"maaf ma, sepertinya tidak perlu ameera sudah nyaman begini ma." jawab Ameera hati-hati takut menyinggung mertuanya.


"apa kamu yakin nak, tidak ingin membuat pesta yang besar? bukankah kebanyakan orang mempunyai pesta pernikahan impian." tanya Mila memastikan, Ameera pun menggeleng sebagai jawaban.


"terima kasih mama sudah perhatian dengan ameera, tapi Meera rasa itu tidak perlu ma." jawab Ameera meyakinkan mertuanya.


namun berbeda dengan Alex saat mendengar ucapan mamanya dia merasa tertampar, jangankan pernikahan impian bahkan dulu dia menikahi ameera dengan paksa tanpa kebaya ataupun riasan sama sekali, yang hanya di hadiri ayah ameera sendiri dan Dio, sepupu sekaligus asistennya dulu.


"kamu kenapa lex?" tanya Dirga yang menyadari perubahan wajah anaknya.


"ti..tidak pa, hanya masalah kantor sedikit." jawab Alex.

__ADS_1


__ADS_2