Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Menemui Ameera 1


__ADS_3

Hari ini Alea tidak manja lagi dengan mamanya sehingga Ameera bisa bekerja dengan tenang, saat ini Ameera tengah menyetrika pakaian dan Alea bermain tak jauh darinya.


Bayi berumur satu tahun itu tampak bahagia meskipun hanya bermain dengan kardus bekas yang di buatkan oleh Amel, mainan tersebut bisa membuat Alea tertawa terbahak - bahak, hingga mengundang perhatian Ameera.


"Adek senang sekali ya.." kata Ameera tersenyum melihat anaknya, dan Alea kembali tertawa memainkan kardus bekas tersebut.


Ameera merasa bersyukur setidaknya anaknya mengerti keadaan dirinya hanya mainan sederhana saja Alea sudah bahagia, dia juga bersyukur karena sekarang tetangga sekitarnya sudah mulai menerima dirinya terbukti banyak dari mereka yang memberikan baju bekas milik anak mereka yang sekiranya masih layak di pakai.


.


.


.


Semalam Alex sudah sampai di tanah air dan pagi ini dia akan langsung datang menemui istri dan anaknya.


"aku berangkat sekarang, ingat pastikan mereka baik-baik saja." kata Alex pada anak buahnya yang berhasil menemukan keberadaan Ameera. orang tersebut adalah orang yang sama yang membuntuti Ameera dari pasar malam.


"baik bos, sampai sekarang nyonya masih di dalam rumah bos hanya saja tadi anak kecil yang bersama nyonya sudah berangkat sekolah." jawab orang tersebut.


"anak kecil?" Alex tampak mengerutkan dahinya.


"iya bos, nyonya selama ini tinggal bersama anak kecil sekitaran 7 atau 8 tahunan bos." kata orang suruhan Alex.

__ADS_1


"baiklah kalian tetap berjaga disana, tapi jangan sampai istriku curiga dan membuatnya ketakutan. kemungkinan sore aku baru sampai." kata Alex kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Alex pergi menemui istrinya dengan sopir pribadi miliknya, keadaanya tidak memungkinkan dirinya untuk berkendara seorang diri.


"Bagaimana kehidupan yang kamu jalani selama ini?" Alex bertanya sendiri dalam hati.


"apa kalian makan dan tidur dengan layak? maafkan aku yang sudah membuat kalian menderita." Air matanya kembali jatuh membayangkan kehidupan yang di jalani istrinya seorang diri menghidupi anaknya.


"tuan, anda istirahat saja, nanti saya bangunkan jika sudah dekat." kata pak Diman sopir pribadi Alex, karena dia melihat majikannya tampak kelelahan.


"iya pak sepertinya saya butuh istirahat sebentar."jawab Alex kemudian memejamkan matanya.


.


.


.


Sore harinya Alex sampai di daerah tempat tinggal ameera namun dia belum mengetahui dengan jelasnya dimana keberadaan mereka.


"Aku sudah di sampai, sekarang jemput aku di jalan x segera." kata Alex setelah menghubungi orang suruhannya.


"baik bos kami akan kesana sekarang." jawab orang tersebut.

__ADS_1


"datang sendiri saja, salah satu dari kalian harus tetap berada disana memantau keadaan istri dan anakku." ucap Alex tanpa bantahan.


Setelah menunggu kurang lebih setengah jam orang suruhan Alex sampai di tempat Alex berhenti.


"bos." sapa orang suruhan Alex.


"ck.. lambat sekali." decak kesal Alex pada orang tersebut.


"maaf bos." orang tersebut hanya bisa menunduk di depan Alex.


"yasudah ayo antarkan aku sekarang juga. biar pak Diman mengikuti mu dari belakang." Perintah Alex pada orang suruhannya.


Mobil Alex pun mengikuti motor yang berada di depanya,


saat sudah berjalan lumayan jauh alex turun dari mobil dan menghampiri orang suruhannya.


"dimana tempat tinggal istriku?" tanya Alex tidak sabar.


"maaf bos, masih di depan gang sana mobil anda tidak akan muat." jawab orang tersebut.


"ck.. merepotkan sekali yasudah aku naik motormu saja, tunggu sebentar aku ambil batang - barang ku dulu." kata Alex kemudian kembali menuju ke mobi megambil barang-barang penting miliknya


"pak, di depan sana tidak muat mobil saya akan ikut anak buah saya bapak cari saja penginapan dekat sini nanti kabari saya kalau sudah dapat." kata Alex pada supirnya.

__ADS_1


"baik tuan, anda hati-hati dan semoga anda dan nyonya bisa segera berkumpul bersama." jawab Pak Diman mengiyakan permintaan Alex.


__ADS_2