Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Pertemuan Haru


__ADS_3

"saya mohon tuan biarkan saya pergi hiks..hiks.." Ameera masih menangis di depan Alex.


"A.. Ameera.." lirih Alex dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.


Ameera yang mendengar namanya disebut dia mendongakkan kepalanya menatap Alex, memastikan apakah dia tidak salah dengar seorang Alex memanggil namanya.


"Ameera a..aku min.." perkataan alex terhenti karena mendengar suara dari dalam yang menarik perhatiannya.


"huaaa...mamma..huaa maa..ma" Amel berjalan keluar menyusul Ameera dengan Alea yang menangis di gendonganya.


"kak tadi adek Alea langsung menangis begitu bangun tidur mungkin karena tidak melihat kakak di sampingnya." kata Amel yang sudah berada di luar.


"tidak apa-apa mel, sini biar kakak gendong." Ameera mengambil Alea dari gendongan Alex.


"anak mama kenapa hmm?" ucap Ameera sambil mengusap pipi gembul Alea yang sudah penuh dengan air mata.


tiba-tiba Alea menghentikan tangisnya setelah melihat Alex, bayi gembul itu memperlihatkan wajah Alex hingga akhirnya dia menyembunyikan wajahnya di dada mamanya.


"Ameera.. apa anak itu..." tanya alex dengan hati-hati, matanya tidak lepas memandang bayi dalam dekapan Ameera.


"maaf tu.. tuan ini anak saya, jangan sakiti dia tuan saya mohon maaf hari ini juga saya akan pergi tuan hiks..hiks.." kata Ameera sambil memeluk erat anaknya.

__ADS_1


"cukup Ameera... saya minta maaf .. saya minta maaf Ameera, saya salah tolong maafkan saya." ucap Alex dengan tatapan memohon pada wanita di depannya.


"tu ..tuan." Ameera justru dibuat kebingungan dengan ucapan Alex.


"saya sudah mengetahui semuanya, saya yang salah disini tolong maafkan pria bodoh ini hikss... hikss saya mohon maafkan saya." Alex menjatuhkan dirinya di hadapan Ameera.


"tuan.. saya mohon jangan begini tuan saya mohon berdiri." pinta ameera pada Alex.


"tidak, saya tidak akan pergi sebelum kamu memaafkan saya Ameera. Sa..saya mohon kembalilah." lirih Alex pada akhir kalimatnya.


"Tuan saya sudah memaafkan anda jauh hari, tapi saya mohon jangan begini." ucap Ameera.


"benarkah?" Alex mendongakkan kepalanya memastikan pendengarannya.


"bisakah kamu pulang bersama saya?" tanya Alex dengan ragu-ragu.


"ma..maaf tuan saya memang sudah memaafkan anda, tapi saya tidak bisa kembali tuan karena sekarang disinilah rumah saya." jawab ameera dengan memeluk erat anaknya yang masih sesenggukan akibat terlalu lama menangis.


"baiklah." lirih Alex dengan lesu, setidaknya dia sudah mendapatkan maaf dari istrinya dirinya hanya perlu berjuang lebih keras lagi untuk membawa Ameera pulang ke rumahnya.


"Ameera... dia?" tanya Alex dengan hati-hati sambil menunjuk Alea.

__ADS_1


"di..dia anak saya tu..tuan." ameera masih ragu apakah Alex akan percaya jika dia bilang kalau Alea adalah anak mereka.


"dia anakku kan?" tanya Alex dengan penuh harap.


Ameera menganggukkan kepalanya, meskipun hatinya masih di diliputi ketakutan kalau Alex akan menolak anaknya.


"jadi benar dia anakku?" tanya Alex lagi dengan mata berbinar.


"i..iya tuan namanya Alea, umurnya sudah satu tahun bulan depan." jawab Ameera.


"apa aku boleh menggendong nya?" tanya Alex dengan penuh harap.


"sebentar saja, aku janji." kata Alex lagi karena Ameera tidak kunjung menjawab.


Kemudian Ameera membiarkan Alex menggendong anaknya meskipun masih dengan keraguan dalam hatinya.


"Alea sayang.. itu ada papa nak." kata Ameera membujuk anaknya karena sedari tadi Alea melingkarkan tangannya di leher Ameera dengan erat.


"ayo sayang ini papa nak... papa rindu sekali dengan kamu nak." Akhirnya Alex benar-benar menggendong Alea, dia menciumi seluruh wajah anaknya dengan sayang, namun Alea justru merasa ketakutan dia meronta-ronta meminta gendongan sang mama.


"huaaa... mamma... huaaa mam mama.." tangis Alea dengan terus mengulurkan tangannya kepada Ameera.

__ADS_1


"tidak apa-apa sayang, itu papanya Alea." Ameera mencoba menenangkan anaknya dengan mengelus punggungya.


__ADS_2