Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Merindukan Ameera


__ADS_3

"ma.. ini kenapa rumah masih berantakan begini?" tanya Harsana pada istrinya.


"mama belum sempat pa." jawab Nisa dengan singkat.


"memangnya kamu seharian ini ngapain, masak tidak, menjaga warung juga tidak mau, sekarang hanya bersih-bersih rumah sekecil ini saja kamu juga tidak sempat." ucap Harsana masih mencoba menahan emosi.


"bisa tidak sehari saja tidak marah-marah, aku pusing mendengarnya pa." jawab Nisa dengan kesal.


"memangnya hanya kamu yang pusing hah? aku capek-capek seharian menjaga warung pulang-pulang melihat rumah berantakan, tidak ada makanan kamu mikir dong." bentak Harsana pada Nisa.


"Salah sendiri kenapa bangkrut. Dasar sudah miskin masih saja belagu, aku pusing mau tidur." jawab Nisa, kemudian pergi meninggalkan suaminya di ruang tamu sendirian.


Melihat kepergian istrinya, Harsana langsung pergi keluat membanting pintu dengan kuat.


Brakk...


"HAHHHH... Kurang ajar!!!" teriak Harsana meluapkan emosinya, hidupnya benar-benar berubah total tidak seperti dulu apapun yang dia mau bisa di dapatkan dengan mudah. bahkan dulu saat dia masih punya segalanya istrinya tidak pernah sekalipun berani berbicara keras padanya.


tiba-tiba dia teringat dengan Sahabat Kris, dia pun segera menghubungi sahabatnya untuk menanyakan kabar kelanjutan pencarian putrinya.


Tut ..tut ..

__ADS_1


"Halo.. Kris apa kamu sedang sibuk sekarang." tanya Harsana begitu Kris menjawab panggilan teleponnya.


"....."


"Apa sudah ada titik terang dimana keberadaan putriku kris?" tanya Harsana dengan penuh harap.


"......"


"baiklah, tolong kabari aku kalau sudah ada perkembangannya. maaf mengganggu waktumu kris." ucap Harsana pada akhirnya.


Setelah mengakhiri panggilan tersebut Harsana terduduk di tanah, seakan tidak lagi memiliki semangat sudah hampir 2 tahun dia tidak tahu bagaimana kabar Ameera, terakhir kali dia melihat Ameera adalah saat dia menikahkan Ameera dengan Alex.


Penyesalan memang selalu di akhir dan sekarang dia baru mengalaminya, kalau saja dia bisa menerima dan berdamai dengan keadaan dia tidak akan kehilangan putrinya.


Hingga larut malam Harsana tidak juga kembali ke rumahnya karena dia masih kesal dengan kelakuan istrinya, akhirnya dia memutuskan untuk tidur di dalam warung.


.


.


.

__ADS_1


***


"mas.." panggil Ameera pada suaminya.


"loh.. Ra kamu belum tidur?" tanya Alex kaget karena melihat Ameera berdiri di depan pintu kamarnya.


"boleh Meera bicara sebentar." tanya Ameera.


"tentu saja Ra, ayo kita bicara di taman belakang saja supaya lebih santai." ajak Alex pada istri.


"jadi apa yang ingin kamu bicarakan padaku Ra?" tanya Alex setelah mereka berdua sudah duduk di bangku taman.


"apa boleh aku bertemu dengan papa?" tanya Ameera sedikit takut.


"bukankah tadi kita sudah dari sana." ucap Alex memandang istrinya yang terus menunduk, apakah dirinya begitu menakutkan sampai Ameera tidak berani menatapnya saat berbicara.


"maksud Meera bertemu secara langsung mas, bukan seperti tadi." jawab Ameera dengan pelan.


"tapi bagaimana kalau dia belum berubah dan menyakiti kamu Ra?" kata Alex, dia terlalu menghawatirkan istrinya.


"Ameera mohon mas, sekali ini saja bukankah setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua sama seperti mas Alex siapa tahu dengan keadaannya yang sekarang papa sudah berubah mas." ucap Ameera membujuk suaminya.

__ADS_1


"Baiklah.. tapi harus dengan aku jangan pernah pergi sendirian." Alex pun mengalah mendengar ucapan Ameera barusan, karena dia menyadari dia juga tidak lebih baik dari Harsana mereka sama-sama menyakiti wanita di depannya ini. kalau dirinya bisa berubah dan mendapatkan kesempatan kedua apa salahnya dia memberi Harsana kesempatan yang sama. Dia hanya ingin melihat istrinya bahagia.


__ADS_2