Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Tuntutan Menikah


__ADS_3

Karena tidak juga mendapatkan jawaban dari Dio, akhirnya Alex kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan keberadaan Dio di ruangannya, tapi sesekali dia melirik ke depan dimana sepupunya itu duduk dengan memejamkan matanya. Alex tidak bisa memaksa kalau Dio belum mau berbagi dengan dirinya. sampai jam makan siang pun Dio masih betah berada di sana Alex sampai menggeleng kan kepalanya melihat sepupunya.


"kamu mau ikut aku atau mati kelaparan disini?" tanya Alex pada Dio.


"tentu saja ikut." ucap Dio setelah membuka matanya, dia pun mengekor di belakang Alex.


"Lex.. sebenarnya aku bingung saat ini." ucap Dio saat keduanya sudah duduk di cafe dekat kantor Alex.


"maksudmu?" tanya Alex memastikan.


" kamu tahu Opa Hardi terus saja mendesak ku untuk menikah." ucap Dio tidak semangat.


"hahahaha... tinggal menikah apa susahnya?" kata Alex, dia tidak kuat menahan tawanya mendengar ucapan Dio karena selama ini dia tahu kalau sepupunya ini memiliki kriteria yang sulit.


"jangan menertawakan aku.. tahu begini aku tidak akan cerita padamu." kata Dio dengan sinis.


"oke.. oke, aku rasa ucapan opa Hardi tidak ada yang salah sudah saatnya kamu mencari pendamping hidup, apa kamu mau sendiri terus?" ucap Alex.


"masalahnya dari mana aku mendapatkan calon istri sedangkan aku saja tidak dekat dengan siapapun saat ini." kata Dio frustasi.


"sebenarnya yang dekat banyak, hanya saja kriteria mu yang terlalu tinggi." kata Alex.

__ADS_1


"aku tidak mau sampai salah pilih lex, pernikahan sekali seumur hidup aku tidak mau main-main dengan hal itu." ucap Dio dengan serius.


"baiklah.. terserah kamu saja, apapun keputusan mu aku akan mendukungnya. tapi aku rasa permintaan opa Hardi juga tidak salah Di." ucap Alex.


.


.


.


***


"papa pulang...!!!" teriak Alex begitu turun dari mobilnya.


"sayang papa bersih-bersih dulu ya.. nanti papa main sama Alea." ucap Alex berjongkok di depan anaknya.


"pa.. tut pa pa tut." rengek Alea yang tidak kunjung di gendong oleh Alex.


"iya nanti ikut papa nak, biar papa mandi dulu ya." Ameera memberikan pengertian kepada anaknya.


" Mas Alex langsung mandi saja, Ameera sudah siapkan air hangatnya sekalian baju gantinya." kata Ameera pada suaminya.

__ADS_1


"terimakasih istrinya aku." ucap Alex mengedipkan sebelah matanya, kemudian menuju ke kamarnya.


Pipi Ameera bersemu merah karena ucapan suaminya.


"huaa... pa pa huaaa papa." tangis alea melihat Alex berjalan ke lantai atas.


"papa mandi dulu sayang, nanti ya mainnya sama papa sekarang main sama mama dulu ya." Ameera membujuk putrinya yang masih merengek ingin ikut papanya.


"loh.. kenapa Alea menangis nak?" tanya Dirga pada menantunya.


"dia mau minta gendong mas Alex pa." jawab Ameera yang masih menenangkan Alea.


"memangnya Alex belum pulang?" tanya Dirga lagi.


"sudah pa... tapi mas Alex mau bersih-bersih dulu takutnya dia membawa kuman kalau langsung menggendong Alea.


" Ameera menjelaskan.


"yasudah sini gendong opa dulu saja yuk cantik." ajak Dirga pada cucunya. dan benar saja Alea langsung menghentikan tangisnya dan berpindah ke gendongan opanya.


"terimakasih pa." ucap Ameera pada ayah mertuanya.

__ADS_1


" sama-sama nak, papa senang kalau Alea manja begini sama papa." jawab Dirga.


__ADS_2