
Kirana pulang dengan senyum mengembang di bibirnya karena semua dagangannya habis.
"ibu .. kirana pulang." panggil kirana saat melihat ibunya sedang menyapu di depan rumah.
"tumben nak kamu sudah pulang jam segini?" tanya ibu Kirana bingung.
"hehehe.. iya buk hari ini ada orang baik memborong semua dagangan kirana." jawab kirana dengan semangat.
"syukurlah.. kalau begitu kamu bersih-bersih dulu nanti ibu siapkan makan untuk kamu." kata Ayu ibu dari Kirana.
"siap bu." kirana pun mengikuti ucapan ibunya, dia masuk ke dalam rumahnya untuk membersihkan diri.
Kirana pun keluar dari kamarnya dan menghampiri ibunya yang sudah menunggu dirinya untuk makan bersama.
keduanya makan di atas tikar ruang tengah karena memang rumah mereka hanya ada 3 kursi jika ada orang yang bertamu.
"hari ini masak apa bu?" tanya Kirana menghampiri ibunya.
"sini nak, ibu masak yg telur kecap kesukaan kamu." jawab Ayu, sambil mengambilkan nasi untuk anaknya.
"terimakasih bu, pasti enak sekali." ucap Kirana menerima piring yang berisi nasi dari tangan ibunya.
__ADS_1
Keduanya pun makan dengan tenang, setelah menyelesaikan makannya Kirana langsung mencuci piring kotor bekas makan dirinya dan ibunya.
"kalau kamu capek biar ibu saja nak." ucap Ayu yang melihat Kirana akan mencuci piring di kamar mandi.
"tidak apa-apa biar Kirana saja, ibu duduk saja." tolak kirana.
**
Kirana hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ayahnya pergi meninggalkan kan mereka karena memilih menikah lagi dengan perempuan lain. sehari-hari kirana menjual buah keliling membantu perekonomian ibunya.
sedangkan Ayu ibunya Kirana bekerja serabutan apapun dia kerjakan asalkan dia dan putrinya bisa makan, jika ada tetangga yang membutuhkan tenaga nya entah untuk memasak, mencuci, atau apapun itu pasti akan dia terima dengan ikhlas.
.
.
.
Opa Hardi saat ini tengah duduk kamarnya seorang diri tiba-tiba dia teringat dengan gadis yang menolongnya tadi.
"sepertinya dia cocok untuk mendampingi Dio." kata Opa Hardi tersenyum sendiri.
__ADS_1
"harusnya tadi aku menanyakan alamatnya, kalau begini bagaimana caranya aku mengenalkan dia pada Dio." kata Opa hardi lagi.
"besok aku harus datang ke tempat itu lagi, pasti dia berkeliling di sekitaran sana." Opa Hardi tersenyum lagi setelah menemukan ide.
Kemudian Opa Hardi menghampiri Dio untuk mengajak cucunya itu menemani dirinya mencari gadis yang menolongnya tadi.
"Dio.. besok kamu ada acara atau tidak?" tanya Opa Hardi begitu sampai di kamar Cucunya.
"Opa mengagetkan saja, kenapa tidak ketuk pintu dulu." ucap Dio sedikit kesal.
"iya.. iya maaf opa salah, jadi apa besok kamu ada waktu menemani opa?" kata Opa Hardi lagi.
"memangnya Opa mau kemana?" tanya Dio, menghentikannya pekerjaannya.
"Opa ingin jalan-jalan ke taman tadi sekalian siapa tahu opa bertemu dengan gadis yang menolong opa tadi." jawab. Opa Hardi menyampaikan keinginannya.
"baiklah besok Dio temani Opa, tapi Sekarang lebih baik opa istirahat karena Dio harus menyelesaikan pekerjaan Dio dulu." ucap Dio mengiyakan permintaan Opanya.
"baiklah, opa istirahat dulu kamu juga jangan terlalu keras bekerja istirahatlah jika capek." kata Opa Hardi sebelum meninggalkan kamar Dio.
Setelah pintu kamarnya tertutup Dio kembali melanjutkan pekerjaannya yang sengaja dia tinggalkan karena tadi sibuk bermain dengan Alea.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba aku jadi curiga dengan Opa ya? biasanya dia juga mengajak asistennya kenapa tiba-tiba meminta aku untuk menemaninya."ucap Dio pada dirinya sendiri.