
berkali-kali Dio mengganti bajunya namun belum juga menemukan baju apa yang dia pilih, padahal biasanya dia selalu asal mengambil baju dari lemari tanpa mempersalahkan warna bajunya.
"Yang biru ini sajalah terkesan lebih muda dari pada warna hitam." kata Dio yang akhirnya menemukan pilihan.
Setelah selesai berganti pakaian dan memakai parfum tidak lupa dia menyisir rambutnya dengan rapi. kembali lagi dia memastikan penampilannya di depan cermin setelah di rasa sudah cukup kemudian dia memakai jam tangan dan memilih sepatu yang cocok.
Dio turun ke lantai bawah dengan senyum mengembang.
"ayo Opa, Dio sudah siap." ucap Dio santai, dia tidak memperhatikan raut wajah opa yang sudah jengkel karena menunggu dirinya begitu lama.
"Opa pikir kamu pingsan." kata Opa dengan nada kesal.
"Maksudnya apa opa? itu juga kenapa mukanya di tekuk begitu?" tanya Dio.
"Dasar cucu tidak tahu diri Opa ini sudah memanggil kamu dari tadi bahkan sudah menunggu satu jam disini." jawab Opa hardi menatap tajam cucunya.
"Benarkah.. Perasaan Dio tidak lama kok mandinya opa." jawab Dio tanpa merasa bersalah.
"terserah, ayo kita berangkat keburu malam." kata Opa hardi langsung meninggalkan Dio lebih dulu.
"ck.. sudah tua kerjaannya marah-marah terus." gerutu Dio, lalu menyusul opanya ke luar.
.
__ADS_1
.
"Opa mau mampir dulu tidak?" tanya Dio saat sudah di perjalanan.
"nanti mampir dulu di toko kue langganan oma kamu, kita beli kue untuk di bawa ke rumah Kirana masak kita bertamu dengan tangan kosong." jawab Opa Hardi.
Dio memarkirkan mobilnya di depan toko kue yang di maksud opa Hardi. Dia pun segera turun dan masuk ke dalam toko tersebut.
tidak lama dia sudah kembali ke dalam mobil dengan membawa dua kantong plastik besar dan meletakkan nya di kursi belakang.
"kita langsung ya opa, tidak ada yang ingin di beli lagi kan?" tanya Dio sebelum menjalankan mobilnya.
"hem.." jawab opa hardi yang masih sedikit kesal dengan Dio.
.
.
Di rumahnya Kirana dan ibunya juga sedang sibuk menata makanan yang mereka masak sendiri.
"mudah-mudah nak Dio dan Opanya suka dengan masakan ibu ya kir." kata bu ayu pada Kirana.
"iya bu semoga saja." jawab Kirana.
__ADS_1
"Ayo kita siap-siap dulu kir sebelum mereka sampai, masak menyambut tamu bajunya bau bawang begini." kata bu Ayu.
"iya bu, Kirana juga bersih-bersih dulu sebentar."kata Kirana, lalu masuk ke kamarnya.
Selesai membersihkan diri kirana dan ibunya menunggu Dio dan Opa nya di depan rumah sambil saling bercerita bersama.
"bu sepertinya itu mereka." kata kirana, menunjuk ke arah dua orang yang berjalan ke arah Mereka.
"Sepertinya iya kir, kasian sekali ya mereka." kata bu ayu.
"kasian apanya bu?" tanya Kirana bingung.
"iya kasian, mereka harus berjalan kaki dari depan gang sana padahal mereka kan orang kaya." kata bu ayu dengan polosnya.
"ck.. kirana pikir apa bu." jawab Kirana menggelengkan kepalanya.
"Selamat malam bu." sapa Dio begitu sampai di depan rumah Kirana.
"malam juga nak Dio." jawab bu ayu dengan ramah.
"Bu, ini opa saya kenalkan." kata Dio mengenalkan Opanya kepada Bu ayu.
"malam pak, kenalkan saya ayu ibunya Kirana." ucap Bu ayu mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Opa pun menyambut uluran tangan bu ayu dan tersenyum mengangguk.
"Opa sehat?" tanya Kirana, lalu mencium punggung tangan opa Hardi.