
"sudah sana kamu ajak Alea ke atas saja, mama juga mau ke kamar." kata Mila pada Alex dan ameera.
"ma.. tunggu papa ma." teriak Dirga memanggil istrinya yang sudah lebih dulu berjalan ke lantai atas.
"Ayo Ra, biar Alea aku yang gendong." ajak Alex pada istrinya.
Ameera pun mengikuti Alex dari belakang dengan Alea yang masih setia merangkul leher Alex.
"sekarang anak papa tidur lagi ya sama mama, besok lagi mainnya."ucap Alex pada anaknya.
"papa..pa..papa." celoteh Alea menjawab ucapan alex.
"iya.. papa keluar dulu Alea sama mama ya." kata alex kemudian mencium kening anaknya dengan sayang.
"Ra, aku keluar dulu ya kamu istirahatlah." kata Alex beralih menatap istrinya.
"i..iya." jawab Ameera singkat.
Saat Alex berjalan keluar tiba-tiba Alea menangis memanggil papanya.
"pa...huaaa ...papapa..huaaa.." tangis Alea menyodorkan tangan ke arah Alex.
__ADS_1
"sama mama ya sayang, papa mau istirahat." bujuk ameera pada putrinya.
"pa..pa.hiks.." isak alea karena alex tidak kunjung menggendongnya.
"Sayangnya papa mau di gendong papa, iya?" tanya Alex kemudian mengambil alea ke gendongannya.
"maaf m..mas karena merepotkan." ucap Ameera sangat pelan.
"tidak masalah Ra, eh tunggu kamu tadi memanggil apa?" tanya Alex memastikan.
"ti..tidak ada." jawab Ameera lirih.
"tidak.. tadi aku mendengar kamu memanggil aku mas bukan?" tanya Alex penasaran, dan di jawab ameera dengan anggukan.
Ameera hanya diam saja, menundukkan kepalanya tentu saja dia masih sungkan dan malu memanggil Alex dengan sebutan mas.
"pa.." ucap Alea yang merasa di acuhkan oleh kedua orangtuanya.
"iya sayang." jawab Alex mengusap pucuk kepala anaknya.
Alea merebahkan kepalanya di pundak alex dan memeluk Alex dengan erat.
__ADS_1
"tumben putri papa manja sekali dengan papa nak, tapi papa suka kalau ameera begini setiap hari dengan papa, manjanya sama papa aja ya nak jangan sama opa." kata Alex membalas pelukan anaknya.
"ka..kalau mas Alex sibuk biar Alea sama Meera saja." ucap Ameera karena tidak enak dengan Alex.
"aku senang begini Ra, sesibuk apapun aku Alea tetap yang paling utama Ra." jawab Alex.
Ameera hanya bisa pasrah membiarkan anak dan ayah itu saling menyalurkan rasa sayangnya. Ameera hanya tersenyum melihat pemandangan didepannya hingga tidak lama kemudian Alea tertidur di pelukan Alex.
"tidurkan disini saja mas." ucap Ameera.
Alex pun menidurkan anaknya di kasur tidak lupa dia menciumi seluruh wajah anaknya sebelum meninggal kamar tersebut.
"aku keluar dulu Ra, selamat malam." pamit Alex pada istrinya, Ameera hanya mengangguk mempersilahkan Alex kembali ke kamarnya di sebelah.
kemudian dia ikut merebahkan tubuhnya di samping putrinya.
"Semoga keputusan mama ini benar ya nak, semoga papa kamu memang sudah benar-benar berubah untuk kita." kata Ameera sambil memandang wajah damai anaknya yang sedang tertidur.
"Selamat malam sayangnya mama." ucap Ameera lagi kemudian mencium kening Alea cukup lama.
Ameera memandang langit-langit kamarnya, malam ini dirinya kembali teringat dengan ayahnya meskipun rasa kecewanya sangat besar untuk Harsana, tapi dia tidak bisa bohong kalau dia juga merindukan ayahnya karena bagaimanapun Harsana tetap lah Ayah kandungnya. meskipun selama hidupnya tidak ada kenangan indah bersama ayahnya.
__ADS_1
" Semoga papa selalu baik-baik saja, disana. Ameera sayang papa." lirih Ameera dengan air mata yang menetes.