
" Malam ini kita menginap disini saja, kasian Amel dan Alea kalau kita pulang malam-malam begini." kata papa Dirga pada semuanya.
"iya mama setuju kita menginap di hotel ini saja, besok setelah sarapan baru kita pulang." kata mama Mila menyetujui usulan Suaminya.
" Baiklah.. Alex juga sudah mengantuk kalau harus menyetir malam-malam." ucap Alex.
Kemudian mereka menuju ke kamar masing-masing dan langsung beristirahat karena sudah merasa kelelahan.
.
.
Pagi harinya setelah sarapan mereka semua langsung meninggalkan hotel dan menuju ke rumah Alex dan ameera. Mereka semua naik mobil papa Dirga sedangkan mobil alex di bawa oleh supir papa Dirga untuk membawa kado-kado milik si kecil Alea.
...****************...
Sedangkan di tempat lain sepasang suami istri tengah bertengkar sejak semalam, keduanya saling berdebat tanpa ada yang mengalah salah satu.
__ADS_1
" Aku pikir selama ini kamu sudah melupakan anak sial*n itu mas, ternyata diam-diam kamu menemuinya lagi." teriak Nisa tidak terima pada suaminya.
"jaga mulut kamu nis, dia anak kandungku selamanya akan tetap anak ku." ucap Harsana, menatap tajam istrinya.
" Kenapa sekarang kamu berubah pa, apa yang sudah anak itu lakukan padamu? Sekarang kamu tidak pernah memikirkan aku bahkan kamu tidak mau tahu bagaimana kabar Risa saat ini." kata Nisa balik menatap wajah suaminya.
" Untuk apa aku memikirkan anak mu itu HAH? Bahkan ayah kandungnya sendiri saja tidak peduli padanya jadi untuk apa aku memikirkannya.. Biarkan saja di selamanya di dalam penjara aku sama sekali tidak peduli." ucap Harsana dengan penuh penekanan.
" Tega kamu mas.." kata nisa dengan wajah yang sudah memerah.
" kenapa.. kamu tidak suka? Mulai sekarang aku tidak menutupi nya lagi dari mu, kapanpun aku ingin menemui ameera anak ku, aku juga tidak peduli mau kamu mengizinkan atau tidak." kata Harsana tepat di depan wajah istrinya.
" Sial.. Sial, kalau saja aku masih punya uang sudah dari lama aku pergi dari sini." teriak Nisa sambil menjambak rambutnya sendiri.
.
.
__ADS_1
Disinilah Sekarang Harsana duduk di tepi danau yang tenang sambil memejamkan matanya, selalu ada saja yang menganggu pikirannya.
Saat dia sudah mendapatkan maaf dari putrinya dan menikmati perannya menjadi seorang ayah dan kakek, justru istrinya mengacaukan semuanya.
" Mulai saat ini aku harus bisa tegas dengan Nisa, aku harus bisa merubah sifat buruknya, kalau pun dia tetap tidak bisa berubah terpaksa aku harus mengambil keputusan itu." ucap Harsana pada dirinya sendiri.
Setelah merasa lebih baik, Harsana meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke rumahnya.
...****************...
" Dio.." panggil Opa Hardi.
"iya Opa, ada apa memanggil Dio." jawab Dio, yang sudah duduk di depan opa Hardi.
"opa harap kamu dan kirana tidak menunda untuk memiliki momongan, opa sudah tidak sabar ingin bermain dengan cicit opa." kata Opa hardi pada cucunya.
"Astaga Opa.. Bahkan Dio dan Kirana baru menikah satu bulan." ucap Dio yang heran dengan Opanya.
__ADS_1
"iya opa tahu, opa hanya meminta Kalian untuk tidak menundanya." kata opa lagi.
"iya Opa.. opa doakan saja semoga kami segera diberi momongan." kata Dio pada Opanya.