Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
mengetahui kehamilan


__ADS_3

deg!!!


kehamilan itu lah yang keduanya tunggu - tunggu selama 2 tahun menikah, saat sang istri memberi kejutan kehamilannya bahkan Harsana memberikan hadiah sebuah Villa saking bahagianya menyambut calon anaknya.


Lalu saat sang anak lahir bahkan dirinya sama sekali belum pernah menggendong bahkan memeluknya.


Ameera kecil yang malang, hanya sekedar mengadzani putrinya pun Harsana tidak mau.


***


Keesokannya Arsen meminta bertemu dengan Dio di tempat biasa sebab ada hal penting yang harus Dio ketahui.


"Apa sudah ada info tentang keberadaan ameera?" tanya Dio begitu melihat Arsen sampai di cafe.


"ck.. biarkan aku duduk dulu, tidak sabaran sekali." Arsen berdecak kesal.


"aku tidak punya banyak waktu cepat katakan apa tujuan mu meminta bertemu." Dio membalas tak kalah ketusnya.


"kemarin aku mendatangi puskesmas dekat tempat kerja ameera, dan kamu tahu apa yang aku dapatkan?" ucap Arsen dengan kedua tangan bertumpu pada meja.


"kenapa berbelit - belit sekali, kalau aku tahu aku tidak mungkin meminta bantuanmu." jawab Dio denga ketus.


"Ameera hamil." kata Arsen masih dengan posisi yang sama.

__ADS_1


dan dua kata yang keluar dari mulut Arsen barusan membuat Dio menegang, Dia memang tahu kalau Alex sudah menodai ameera tapi dia tidak berfikir sampai jauh kalau ameera sampai mengandung.


"hei .. kamu dengar tidak? Ameera hamil bahkan usianya sudah jalan 3 bulan." ucap arsen sambil menepuk lengan Dio.


"Alex brengsek!!!" umpat Dio mengabaikan pertanyaan Arsen.


"mulai sekarang aku minta tambah anak buahmu untuk segera mencari Ameera sen, aku tidak mau terjadi apa - apa dengan nya ataupun kandungannya.


"tunggu dulu, jangan bilang kalau kamu.." kata arsen sengaja menjeda ucapannya.


"buang pikiran kotormu itu, aku menganggap nya sepertu adiku sendiri aku menyayanginya tulus layaknya adik dan kakak." kata Dio menyela ucapan arsen.


"oke..oke, tunggu saja kabar dariku." ucap Arsen dengan santai.


"aku pergi." setelahnya Dio benar - benar langsung keluar daro cafe tersebut.


***


Brakk..


Dio membanting pintu mobilnya dan memukul setir meluapkan emosinya.


"Brengsek!!! Alex sialan." umpat Dio, kalau saja alex ada disini rasanya Dio tidak sabar untuk menghajar Alex tanpa ampun.

__ADS_1


"oke, tahan sekarang fokus mencari keberadaan ameera, sambil menunggu si brengsek itu kembali." ucap Dio menyenderkan punggungnya di kursi kemudi.


setelah emosinya mereda, Dio menjalankan mobilnya tujuannya sekarang adalah mencari ameera tadinya setelah bertemu arsen dia akan kembali ke kantor namun saat mengetahui kehamilan Ameera, dia melupakan niat nya pergi kekantor.


Dio mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah sambil menengok ke kanan kiri seolah - olah jangan sampai terlewat setiap tempat yang dia lewati.


Hingga malam tiba Dio masih terus mencari Ameera, selain hubungan keluarga Ameera yang tidak baik Ameera juga tidak mempunyai teman sama sekali jadi mempersulit proses pencarian.


sampai larut malam baru Dio memutuskan pulang beristirahat, besok sebelum pergi ke kantor dia akan menyempatkan mencari Ameera terlebih dahulu.


***


Tok...tok..tok..


"Ameera... " panggil bu Rini setelah mengetuk pintu.


"eh.. iya buk maaf ameera dari kamar mandi." jawab Ameera begitu membukakan pintu.


"justru ibu yang minta maaf menganggu kamu pagi - pagi." kata bu Rini sambil tersenyum.


"ibu ini bisa saja, ada apa ibu mencari Ameera?" tanya Ameera.


"boleh ibu masuk dulu ada yang ingin ibu bicarakan." kata bu Rini.

__ADS_1


__ADS_2