
"Opa sebenarnya tujuan Dio mengajak kirana kesini untuk memberitahu Opa jawaban kirana minggu lalu." ucap Dio, setelah ketiganya duduk di sofa.
"Benarkah.. jadi apa jawaban kamu nak?" tanya Opa dengan tidak sabar.
"Kirana ... Kirana menerimanya Opa." jawab Kirana pelan.
"syukurlah.. Opa senang sekali mendengarnya." kata Opa hardi yang tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya.
" Opa akan segera mengurus acara tunangan kalian, tidak perlu buru-buru menikah opa tahu kalian masih butuh pengenalan lebih dekat lagi." kata Opa hardi lagi.
"Apa tidak terlalu cepat opa?" tanya Kirana ragu.
"Kamu tenang saja Kirana ini baru pertunangan saja, untuk menuju ke jenjang yang lebih serius Opa serahkan semua pada kalian." jawab Opa Hardi meyakinkan.
"Baiklah opa." ucap Kirana pada akhirnya.
"kamu setuju kan Dio?" tanya Opa hardi pada cucunya, sebab sedari tadi Dio lebih banyak diam.
"Dio ikut apa kata Opa saja." jawab Dio.
"Baiklah besok opa akan ke rumah kamu untuk membicarakan ini pada ibu kamu Kirana." kata Opa Hardi pada kirana.
__ADS_1
"iya Opa." jawab Kirana mengiyakan.
"Dan tugas kalian hanya perlu mencari cincin tunangan kalian saja, untuk yang lainnya serahkan pada opa." ucap Opa Hardi pada keduanya.
Baik Dio maupun kirana keduanya hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Dio keatas dulu bersih-bersih setelah itu baru mengantar kirana pulang." kata Dio pada Opanya.
"aku tinggal dulu kira." ucap Dio beralih pada kirana.
Setelah Dio pergi ke kamarnya tinggallah Opa hardi dan kirana.
"Sekali lagi terimakasih kirana, karena kamu sudah mau menerima Dio menjadi pendamping mu." ucap Opa Hardi tersenyum ke arah kirana.
"sama-sama Opa." jawab Kirana dengan sopan.
***
"sayang..!!!" panggil Alex pada Istrinya karena tidak melihat keberadaan Ameera di kamar maupun di ruang tengah tempat biasa istrinya menemani anaknya bermain.
"mbok.. mbok sumi." kini Alex menuruni tangga dan memanggil asisten rumah tangganya.
__ADS_1
"iya tuan.. ada yang bisa mbok bantu?" jawab Mbok sumi dari arah dapur.
"mbok lihat istri dan anak Alex dimana? kenapa mereka tidak ada di dalam kamar?" tanya Alex yang sudah tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.
"oh ... mereka ada di taman belakang tuan, neng Meera sedang menemani nona kecil dan non Amel bermain." jawab mbok Sumi.
"Baiklah mbok terimakasih." ucap Alex pada asisten rumah tangganya.
Setelah mengetahui keberadaan anak dan istrinya, Alex langsung menuju ke taman Belakang rumahnya, sesampainya di sana Alex bisa melihat anaknya yang sedang tertawa bermain kejar-kejaran dengan Amel sedangkan istrinya duduk di bangku tidak jauh dari sana menemani keduanya.
"sayang.." ucap Alex memeluk istrinya dari belakang.
"mas .. kamu sudah pulang?" tanya Ameera, memutar badannya ke arah sang suami.
"sudah sedari tadi sayang." jawab Alex seperti anak kecil.
"maaf mas.. ameera tidak tahu kalau mas alex sudah pulang karena biasa masih setengah jam lagi." ucap Ameera mengusap rambut suaminya.
"mas tadi kebingungan mencari kalian, mas kira kamu pergi bersama anak kita." kata Alex mengungkapkan kegundahannya.
"kamu aneh-aneh saja mas, lalu kenapa kamu masih memakai pakaian kerja?" tanya Ameera pada suaminya.
__ADS_1
"aku mana sempat mandi atau ganti baju, yang aku pikirkan tadi hanya mencari keberadaan kalian." ucap Alex masih memeluk istrinya.
"sekali lagi maaf ya mas, sekarang mas Alex mandi dulu ya nanti Meera siapkan baju gantinya." kata Ameera yang sudah berdiri lebih dulu lalu mengulurkan tangannya ke arah Alex.