Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kunjungan Kedua Alex


__ADS_3

Benar saja pagi harinya Alex kembali mendatangi tempat tinggal Ameera, dia meminta anak buahnya untuk mengantar dirinya menggunakan motor karena mobilnya tidak muat masuk ke dalam gang.


Saat sampai di depan tempat tinggal istrinya, Alex melihat Ameera tengah menjemur pakaian dengan jumlah yang banyak kemungkinan itu milik orang-orang yang memakai jasa istrinya. dan tidak jauh dari sana anaknya tengah memainkan boneka usang yang bahkan warnanya sudah pudar sambil sesekali anaknya berjalan sedikit demi sedikit.


mata Alex memanas melihat pemandangan tersebut, dia segera mempercepat langkahnya menghampiri istri dan anaknya.


"Ameera..." sapa Alex saat sudah berada di samping Ameera.


"tu.. tuan." Ameera menengok ke samping, karena terlalu fokus membuatnya tidak menyadari kedatangan Alex.


"Aku ingin memberikan ini pada putri kita, apakah boleh?" tanya Alex memperlihatkan barang-barang bawaannya.


"Silahkan tuan, tapi jangan paksa Alea jika dia belum siap bertemu dengan anda." Ameera mempersilahkan Alex menemui anaknya, sedangkan dia melanjutkan pekerjaannya sambil memperhatikan keduanya.


Setelah mendapat izin dari istrinya, Alex pun mendekati putrinya pelan-pelan dia tidak mau gegabah sampai membuat putrinya kembali ketakutan seperti kemarin.


"Alea.. sayang ini papa nak." ucap Alex dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Sontak bayi satu tahun itu menoleh ke arah sumber suara, Alea sudah hampir menangis melihat Alex yang akan mendekat namun sebelum anaknya menangis alex segera mengeluarkan boneka dan beberapa mainan yang dia bawa untuk anaknya dan ternyata cara tersebut memang ampuh membuat anaknya tidak jadi menangis.


Mata Alea berbinar Melihat boneka berwarna merah muda yang di pegang oleh papanya. Alex yang menyadari arah pandang putrinya pun mendekat dan memberikan boneka tersebut.


"Alea suka dengan boneka yang papa bawa nak?" ucap Alex dengan mata berkaca-kaca kemudian dia mengulurkan boneka tersebut.


Alea langsung membuang boneka usang yang tadi dimainkan dan mengambil boneka dari Alex membuat bayi tersebut tertawa hingga bertepuk tangan karena terlalu antusias, Alex tersenyum bahagia melihat Alea menyukai boneka pemberian darinya.


"jadi putri papa yang cantik ini suka boneka ya? hmm... besok papa bawakan lagi ya boneka yang lebih banyak untuk putri papa yang cantik ini." kata Alex dengan senang melihat anaknya memainkan boneka pemberiannya bahkan Alea memeluk boneka yang hampir sama besar dengan badannya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku menyadari Alea memang membutuhkan sosok papanya, tapi apa aku mampu jika harus kembali bersama tuan Alex?" lirih Ameera dalam hatinya.


"Ameera.." Panggil Alex kemudian.


"eh..iya tu..tuan." Ameera kembali tersadar dan segera menghapus air matanya.


"kenapa menangis lagi? apa saya membuat kamu bersedih lagi?" tanya Alex hati-hati.

__ADS_1


"tidak tuan, saya hanya terharu melihat Alea tertawa bahagia tuan." jawab Ameera membersihkan sisa air mata di pipinya.


"Ameera... orang tua saya ingin sekali bertemu dengan Alea, saya tidak mungkin membawa Alea tanpa dirimu, jadi tolong sekali lagi pertimbangkan permintaan saya Ameera. tolong kembali lah bersama saya dan kita buka lembaran baru bersama." kata Alex berjalan mendekat dengan menggendong Alea di gendonganya.


"beri saya waktu tuan, akan saya pikirkan dulu." ucap Ameera menundukkan pandangan.


"Terimakasih Banyak Alea, saya akan menunggu kabar baik darimu." kata Alex.


Hingga terjadi keheningan Antara keduanya, hingga suara Alea memecah keheningan tersebut.


"pa...pa...pa.." celoteh Alea sambil menepuk wajah alex.


"coba ulangi lagi sayang, kamu tadi bilang apa hmm." kata Alex tidak percaya.


"pa...pa..paa." kata Alea lagi sambil menatap wajah Alex.


"iya sayang ini papa, papanya Alea sayang hiks..hiks.." Tangis alex pecah saat mendengar anaknya memanggil dirinya dengan sebutan papa

__ADS_1


__ADS_2