
Pagi ini seperti biasa Kirana sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.
"bu.. Kirana berangkat sekarang ya." pamit Kirana pada ibunya.
"sebentar kir, ini bekal untuk kamu dan nak Dio." kata bu ayu sambil menyerahkan dua kotak makan berwarna biru dan kuning.
"iya bu, terimakasih ibu ku yang paling cantik." ucap Kirana, mencium pipi kanan dan kiri ibunya tidak lupa di juga menyalami ibunya mencium punggung tangannya.
Sesampainya di kantor kirana langsung menuju ke ruangan Dio untuk memberikan bekal titipan ibunya.
"tok...tok..
"Permisi pak." ucap Kirana setelah Dio menyuruh Dirinya masuk.
"ada apa kira?" tanya Dio yang sudah fokus pada laptopnya padahal ini masih terlalu pagi dan belum saatnya jam kerja.
"ini pak titipan ibu katanya bekal untuk bapak." jawab Kirana, lalu meletakkan kotak makanan yang berwarna biru di atas meja Dio.
"ah.. iya, bilang terimakasih sama ibu kamu kira. Aku pikir semalam ibu kamu tidak serius." kata Dio menerima bekal tersebut.
"sama-sama pak nanti saya sampaikan kepada ibu, kalau begitu saya permisi dulu pak, Semoga bapak suka dengan makannya." pamit Kirana kemudian.
setelah Kirana menutup pintu dari luar Dio mengambil kotak bekal tersebut dan memandanginya dengan perasaan aneh, hatinya menghangat mendapatkan perhatian seperti ini karena sudah lama sekali tidak ada yang memperhatikan dirinya selain sang opa.
__ADS_1
Makan siang pun tiba, Saat ini Dio sedang menikmati bekal yang di bawakan tadi pagi.
"meskipun bukan menu mewah seperti di restauran, tapi rasanya sungguh berbeda." kata Dio setelah menghabiskan makanan tersebut.
Setelah membersihkan kotak bekalnya Dio menghampiri kirana untuk mengembalikan kotak tersebut.
"kira.." panggil Dio.
"iya pak, bapak butuh sesuatu?" tanya Kirana yang masih menikmati makan siangnya.
"tidak, aku hanya mengembalikan ini tolong bilang pada ibu terimakasih makanannya enak." jawab Dio, memberikan kotak bekal berwarna biru tadi.
"oh.. iya pak, nanti saya sampaikan pada ibu." kata Kirana, menerima kotak tersebut dan memasukannya ke dalam tas miliknya.
"tapi pak, pak... pak..!!!" panggil Kirana, yang melihat Dio sudah berjalan cukup jauh.
"huhh ... selalu saja semaunya sendiri, untung saja dia bos." gerutu kirana, kemudian dia kembali duduk dan menghabiskan makan siangnya.
.
.
.
__ADS_1
***
"pa rencana minggu depan saya dan Ameera akan pindah ke rumah kita sendiri sekalian mengadakan acara syukuran kecil-kecilan. Alex harap papa bisa datang, Ameera pasti senang sekali." kata alex pada mertuanya, saat ini keduanya sedang duduk di cafe dekat kantor Alex.
dia sengaja mengajak mertuanya bertemu untuk memberikan kejutan untuk istrinya.
"papa senang mendengarnya nak, semoga kalian bahagia selalu rukun dan saling menyayangi ya. papa pasti datang nak nanti kamu kirimkan saja alamat rumah kamu." jawab Harsana pada menantunya.
"Terimakasih banyak pa, kalau begitu Alex duluan ya pa setelah ini Alex masih ada meeting." pamit Alex pada mertuanya.
"iya nak, papa juga akan langsung pulang setelah ini." jawab Harsana.
Tidak lama setelah Alex keluar dari cafe, harsana juga ikut keluar dari sana. sebelum pulang dia akan pergi dulu ke makam mamanya ameera.
.
.
.
***
Saat ini Dio dan Kirana sudah berada di dalam mobil sesuai ucapan Dio tadi kalau dirinya akan mengantar Kirana pulang.
__ADS_1
"Kira.. boleh aku bertanya?" tanya Dio sedikit ragu.