
Pagi hari di rumah orang tua Alex, mereka semua tengah sarapan bersama hari ini adalah hari pertama Amel akan masuk ke sekolah barunya dan sesuai janjinya kemarin mama Alex dan Ameera akan mengantar Amel hari ini.
"makan yang banyak nak, biar nanti bisa fokus belajarnya." kata Mila pada Amel.
"iya ma." jawab Amel tersenyum.
"Ameera.. setelah ini kamu siap-siap juga ya sekalian setelah mengantar Amel kita pergi belanja bersama." kata Mila yang kini menatap menantunya.
"baik ma." jawan Ameera lembut.
"ayo lex berangkat, kita ada pertemuan pagi ini." ajak Dirga pada anaknya.
Alex pun mengikuti ucapan sang papa tanpa menjawabnya, sebelum berangkat Alex menghampiri putrinya dan mencium seluruh wajah putrinya.
"sayang papa kerja dulu ya, Alea baik-baik sama mama dan oma." pamit Alex pada putrinya.
"Ameera saya berangkat dulu." pamit Alex kemudian pada istri, dan hanya di balas anggukan pelan oleh Ameera.
"yasudah ma, Ameera, dan Amel papa dan Alex berangkat dulu ya." pamit Dirga pada mereka semua yang berada di meja makan, tidak lupa dia mencium pipi gembul cucunya.
__ADS_1
Namun saat Dirga melangkahkan kakinya si kecil Alea menangis memanggil opanya.
"huaa... pa..huaa " tangis Alea sambil menunjuk ke arah Dirga.
"sayang.. Alea tidak boleh begitu opa harus kerja nanti main lagi ya." bujuk Ameera pada anaknya.
"huaa... huaaa.. " Alea tidak menghiraukan ucapan mamanya dia terus saja meronta ingin di gendong opanya.
"gimana dong pa?" tanya Mila pada suaminya.
"Ameera lebih baik kamu siapkan perlengkapan Alea biar dia ikut papa saja." perintah Dirga pada menantunya.
"tidak akan percaya pada papa, dari pada dia menangis begini papa tidak tega." ucap Dirga.
"sudah turuti saja perkataan papamu mer." kata Mila kemudian.
Ameera pun segera menuju ke kamarnya menyiapkan perlengkapan Anaknya kemudian menyerahkannya kepada Dirga.
"ini pa, semua keperluan Alea sudah didalam. tolong kabari Meera kalau papa kerepotan nanti." kata Ameera setelah menyerahkan tas anaknya.
__ADS_1
"kamu tenang saja dia pasti aman dengan papa. Lex bawa itu tas cucu papa." kata Dirga yang kini sudah menggendong Alea, kini bayi tersebut sudah anteng di gendongan opanya.
Kemudian Dirga berangkat ke kantor di ikuti Alex di belakang sambil membawa tas milik Alea.
Sesampainya di kantor para karyawan Dirga di buat bingung dengan kedatangan Dirga dengan bayi menggemaskan di gendongannya, mereka semakin bingung melihat Alex di belakang Dirga dengan menenteng tas coklat bergambar beruang.
"Selamat pagi semuanya,kalian pasti bertanya-tanya siapa bayi yang saya gendong ini, sebelum kalian memulai pekerjaan kalian saya ingin memperkenalkan cucu saya kepada kalian semua
Bayi lucu ini adalah cucu saya, putri Alex namanya Alea. jadi saya harap kalian tidak perlu bertanya-tanya ataupun menduga-duga sampai melalaikan tugas kalian sekarang
kalian bisa langsung kembali bekerja." terang Dirga pada karyawan-karyawannya.
Setelah memperkenalkan Alea, Dirga langsung menuju ke ruangan meeting.
"apa papa yakin akan mengajak Alea masuk?" tanya Alex memastikan.
"tentu saja, lebih baik kamu taruh dulu tas itu di ruangan papa setelahnya kamu segera kesini." jawab Dirga dengan yakin.
"baiklah terserah papa saja." Alex hanya bisa mengalahkan dan mengikuti perintah sang papa.
__ADS_1