
Semuanya sudah berkumpul di meja makan kecuali si kecil Alea yang masih tertidur.
"mama senang kalau kita bisa berkumpul seperti ini." kata mila di sela makan malamnya.
"mama jangan senang dulu, mama kan tahu kalau Alex pasti akan kembali ke rumah Alex sendiri nantinya." sahut Alex.
"mama tidak perduli kamu mau balik ke rumah atau tidak pulang yang penting cucu dan menantu mama disini." sinis Mila karena tidak terima dengan perkataan alex.
"mereka anak dan istri Alex ma sudah pasti mereka akan ikut kemana Alex tinggal termasuk Amel dia akan ikut Ameera." kata Alex.
" sudah-sudah jangan ribut, lanjutkan makan kalian nanti kita bahas lagi setelah makan." kata Dirga melerai perdebatan anak dan istrinya.
.
.
Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah kecuali Amel yang sudah kembali ke kamarnya karena dia harus mengerjakan PR nya.
"apa kamu yakin lex akan tetap pindah nantinya?" tanya Dirga memastikan, sebenarnya dia tidak rela kalau Alex pindah rumah apalagi sekarang dia dan Alea lengket.
__ADS_1
"iya pa, Alex tinggal menunggu Ameera siap maka alex akan segera membawa mereka pindah." jawab alex sambil memandang wajah istrinya yabg masih tertunduk.
"Kalau kamu sendiri bagaimana nak? apa kamu sudah memutuskan?" kini Dirga bertanya kepada Ameera.
"untuk saat ini biarkan begini dulu pa, Ameera tidak tahu kedepannya bagaimana." jawab Ameera yang masih bingung.
"papa tidak akan melarang ataupun memaksa kalian, tapi papa harap apapun itu keputusannya kalian harus saling
berunding satu sama lain, jangan mengedepankan ego kalian masing-masing." nasehat Dirga untuk anak dan menantunya.
"baik pa." balas Ameera dengan tersenyum, dia merasa bahagia bisa berada di tengah-tengah keluarga Alex yang menerima dirinya dengan tangan terbuka, padahal ayah kandungnya sendiri enggan untuk menerima dirinya.
"maaf tuan.. nyonya semua non Alea menangis saat terbangun tadi mungkin non Alea mencari mamanya." ucap bik Minah, asisten rumah tangga di sana.
"biar saya gendong saja bik, terimakasih ya sudah menjaga Alea bik." kata Ameera kemudian mengambil Alea dari gendongan bik Minah.
"sama-sama nyonya, sudah tugas saya." jawab bik Minah kemudian pamit pergi ke belakang.
"anak mama kenapa menangis hmm?" tanya Alea sambil mengusap sisa-sisa air mata anaknya. Alea memeluk erat leher Ameera dan menyembunyikan wajahnya di bahu sang mama.
__ADS_1
"sudah ya cantik, anak mama tidak boleh cengeng.. lihat sayang disini ada opa,oma, juga papa Alea." hibur Ameera pada anaknya.
"papa.." lirih Alea sambil melambaikan tangannya ke arah Alex.
"Alea mau ikut papa sayang?" tanya Alex dengan antusias karena dari kemarin anaknya mengabaikan dirinya dan lebih memilih ikut opanya.
"papa." ucap Alea lagi, kini bayi tersebut merentangkan tangannya minta di gendong oleh alex, tanpa menunggu lama Alex langsung berdiri dan menggendong anaknya dengan senyum mengejek ke arah Dirga.
"sayangnya papa." kata Alex sambil menciumi seluruh wajah anaknya hingga membuat Alea tertawa karena geli.
"lihat kan pa, sekarang anakku lebih memilih aku dari pada papa." ejek alex pada papanya.
"ck.. kita lihat saja nanti kedepannya jangan terlalu percaya diri, papa yakin dia pasti lebih menyayangi opanya." balas Dirga tidak mau kalah.
"mana mungkin, Alea ini anak Alex." kata Alex tidak terima.
Mila dan ameera hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perdebatan ayah dan anak tersebut, tidak ada yang mengalah sama sekali.
"sudah-sudah kalian ini apa-apaan sih, ribut terus dari kemarin yang ada nanti Alea malah takut." akhirnya Mila melerai keduanya.
__ADS_1