
"jadi kamu tidak ikhlas menjemput kakek kesini?" tanya Opa Hardi menatap tajam ke arah Dio.
"ikhlas opa." jawab Dio singkat.
"kamu tahu opa tadi hampir saja tertabrak mobil." ucap opa Harda memberitahu Dio.
"apa? bagaimana bisa tapi opa tidak apa-apa kan?" tanya Dio khawatir.
"Opa tidak apa-apa, untung saja tadi ada perempuan baik hati yang menolong Opa." jawab Opa tersenyum, dia senang meskipun Dio terkesan cuek padanya tapi sebenarnya dia menyayangi dirinya.
"syukurlah kalau begitu, lain kali opa hati-hati kalau mau kemana-mana minta tolong Dio untuk mengantarkan." ucap Dio, menasehati opanya.
"iya iya, sudah ayo kita pulang pinggang opa sudah sakit." jawab opa Hardi, menghentikan Dio yang terus berbicara.
.
.
"Bagaimana apa kamu sudah siap mengenalkan calon istri untuk di kenalkan kepada Opa." tanya Opa Hardi kepada Dio saat keduanya sudah di dalam mobil.
"apa tidak ada hal lain yang opa tanyakan?" jawab Dio malas.
"kalau kamu tidak sanggup opa bisa mencarikan calon untuk kamu." ucap Opa Hardi menoleh ke arah cucunya.
"tidak perlu opa, Dio masih bisa mencari sendiri." jawab Dio .
__ADS_1
"baiklah Opa tunggu.
.
.
.
***
"mas baru pulang?" tanya Ameera yang melihat Alex masuk ke kamarnya.
"iya Ra, hari ini banyak sekali pekerjaanku." jawab Alex, Kemudian mendudukan dirinya di pinggir kasur.
"maaf yaa mas Meera tadi tidak menyambut mas Alex pulang kerja." ucap Ameera merasa bersalah.
"hari ini aku sama Mama membuat kue kering mas, kebetulan kak Dio tadi datang kemari bermain dengan Alea jadi bisa Meera tinggal ke dapur." kata Ameera memberitahu Istrinya.
"memangnya dia tidak bekerja?" tanya Alex bingung.
"aku tidak tahu mas, tunggu disini sebentar mas biar Ameera ambilkan kuenya mas Alex harus mencoba kue buatan aku dan mama." ucap Ameera.
Tidak lama ameera kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi secangkir teh dan sepiring kue.
"ini mas cobain kira-kira kurang apa? kalau kata papa sudah pas." kata ameera menyodorkan kue buatnya.
__ADS_1
"mas coba ya." ucap alex mengambil kue tersebut.
"bagaimana mas?" tanya Ameera penasaran.
"enak kok Ra, manis nya pas mas suka besok-besok buatkan mas kue seperti ini lagi ya." ucap Alex, mengambil lagi kue tersebut.
"Ameera senang kalau mas menyukai nya." kata ameera tersenyum senang.
Saking asiknya berdua mereka Sampai tidak menyadari kalau Alea bangun tidur, merasa di abaikan oleh kedua orangtuanya Alea pun menangis.
"huaa.. ma huaaa pa pa." tangis Alea menatap ke arah mama dan papanya.
"anak mama bangun ya, maaf ya sayang mama tidak tahu." Ameera menggendong menenangkan anaknya.
"ma hiks hiks.." lirih Alea yang masih terisak.
"iya sayang cup.. cup.. itu ada papa juga." bujuk ameera pada anaknya.
"cantiknya papa kenapa menangis hem?" Alex ikut mendekat ke arah anaknya.
"pa pa.. papa" ucap Alea yang melihat papanya.
"iya sayang.. kata mama tadi Alea main sama om Dio ya? seru tidak nak?" kata Alea ikut menghibur putrinya.
"kalau kamu capek biar mas saja yang menggendong Alea Ra." tawar Alex pada istrinya.
__ADS_1
"tidak apa-apa, mas Alex makan kuenya saja dulu. dia memang biasa seperti ini kalau bangun tidur tidak melihat Meera di sampingnya." ucap Ameera tersenyum.