
"Semuanya sudah siap pak, kita akan melakukan tindakan sekarang juga." kata Dokter perempuan yang biasa memeriksa keadaan ameera selama masa kehamilan.
"Lakukan yang terbaik Dokter." kata Alex yang masih setia menggenggam tangan istrinya.
Alex terus memberi semangat kepada Istrinya, bahkan sejak tadi air mata Alex semkin deras mengalir di pipinya melihat perjuangan istrinya untu melahirkan buah hati mereka.
Setengah jam kemudian terdengar suara tangis bayi membuat semua orang yang ada di dalam ruangan bernafas lega.
"selamat pak Alex dan ibu ameera bayinya laki-laki dan sehat." ucap Dokter yang menangani ameera.
"Te.. terimakasih banyak Dok." ucap Alex dengan terbata karena melihat kejadian Yang menurutnya sangat luar biasa.
"Bapak silahkan tunggu di luar, kita akan membersihkan bayi dan ibunya." kata Dokter tersebut.
Alex pun menurut, sebelum keluar Alex mencium kening dan tangan istrinya bergantian tidak lupa dia mengucapkan terimakasih pada istrinya yang telah berjuang untuk melahirkan malaikat kecil mereka.
"Terimakasih banyak sayang, mas keluar dulu ya." pamit Alex pada istrinya.
__ADS_1
Ameera hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan lemah karena tenaganya yang sudah terkuras banyak.
"bagaimana nak, apa putri dan cucu papa baik-baik saja?" tanya papa Harsana ketika melihat Alex keluar dari ruangan.
"papa tenang saja cucu papa laki-laki dia lahir dengan normal dan sehat pa, begitu juga dengan ameera dia baik-baik saja pa mungkin masih sedikit lemas." jawab Alex dengan tersenyum.
" Papa senang mendengarnya nak, kedua orangtuamu juga sedang dalam perjalanan kesini. mungkin nanti malam mereka sudah sampai." kata papa harsana.
"iya pa terimakasih." jawab Alex pada mertuanya.
Setelah ameera dan bayinya di pindahkan Alex dan papa Harsana langsung bergegas menuju ke sana begitu juga dengan mbok sumi yang sedari tadi masih setia menunggu disana.
"Alex pun sama pa, ayo kita langsung masuk saja pa.. Mbok." kata Alex pada papa Harsana dan mbok sumi.
"mas.. papa..mbok." ucap Ameera begitu mengetahui siapa yang masuk.
"iya sayang ini kita, bagaimana keadaan kamu sekarang?" kata Alex pada istrinya.
__ADS_1
"aku sudah baik mas, terimakasih ya sudah mau menemani aku tadi." jawab ameera meyakinkan suaminya dengan menggenggam tangan Alex.
"mas yang harusnya berterimakasih sama kamu yang, terimakasih sudah mau berjuang untuk aku dan anak-anak." jawab Alex.
"selamat ya nak atas kelahiran anak kalian, sekarang tanggung jawab kalian bertambah semoga dengan adanya adik untuk Alea keluarga kalian semakin bahagia dan penuh keberkahan kedepannya." Ucap papa Harsana pada anak dan menantunya.
"iya pa, terimakasih karena papa sudah membawa istri Alex ke rumah sakit begitu juga mbok sumi terimakasih mbok sudah menjaga istri dan anak Alex." kata Alex pada mertuanya dan mbok Sumi.
"Sama-sama tuan." jawab mbok Sumi.
"itu sudah tugas papa sebagai orang tua nak, jadi tidak perlu berterima kasih." kata papa harsana.
"papa boleh gendong cucu papa kan nak?" tanya papa Harsana pada ameera.
"tentu saja boleh pa." jawab Ameera dengan tersenyum.
papa Harsana pun menggendong cucunya dengan hati-hati, papa Harsana memandang wajah cucunya yang sedang tertidur dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sepertinya kamu masih kurang beruntung nak, karena lagi-lagi dia mirip dengan suami kamu." ucap papa Harsana dengan tersenyum pada putrinya.
"iya papa benar, baik Alea dan Adiknya memang hanya menumpang di perut meera pa semuanya duplikat mas Alex." jawab ameera dengan mengerucutkan bibirnya.