Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Malaikat Penolong


__ADS_3

”iya adek kan sudah besar kakak." ucap Ameera mewakili anaknya.


"hahahaha... Amel senang sekali, coba panggil kakak lagi dek." kata Amel kini ikut duduk di depan Alea.


"Amel.. ganti baju dulu sayang setelah itu makan baru bermain dengan Alea." kata Mila pada Amel.


"eh iya Amel lupa ma saking senangnya." jawab Amel menertawakan dirinya sendiri.


Amel pun langsung berlari ke kamarnya untuk mengganti baju dia sudah tidak sabar untuk bermain dengan adik kecilnya.


"jangan lari-lari mel, nanti kamu jatuh." teriak Ameera memperingati Amel.


"ada-ada saja anak itu." ucap Mila menggelengkan kepalanya.


"mereka sudah terbiasa bersama sejak Alea lahir ma, bahkan dulu saat Ameera bekerja dia lah yang membantu Meera menjaga Alea. hampir setiap hari dia selalu mengelus perut Ameera menanyakan kapan adiknya akan lahir." kata Ameera mengingat kebersamaan mereka dulu.


"mama tahu dia memang anak yang baik Ra, sebab itu mama sudah menganggap dia seperti anak mama sendiri pengganti adiknya alex." ucap Mila.


"Ameera juga sangat menyayanginya ma, dia adalah malaikat penolong ameera. Saat mas Alex mengajak Ameera pulang yang meera pikir kan adalah bagaimana nasib Amel nantinya, dan untungnya mas Alex tidak keberatan Amel ikut dengan kita." ucap Ameera lagi.

__ADS_1


Mila yang melihat mata ameera yang sudah berkaca-kaca pun segera membawa menantu nya itu kedalam pelukannya.


"lupakan masa lalu yang membuat kamu sedih Ra, sekarang hanya akan ada kebahagiaan untuk kalian." ucap Mila sambil mengelus punggung menantunya.


.


.


.


***


"Kira.. bisa bicara sebentar." kata Dio saat melihat Kirana tengah membereskan meja kerjanya.


"iya pak.. ada apa ya? apa saya melakukan kesalahan?" tanya kirana bingung.


"tidak.. aku mau minta tolong lagi padamu." jawab Dio.


"maksud pak Dio?" tanya Kirana lagi.

__ADS_1


"mmmt.. apa kamu ada acara setelah ini?" tanya Dio balik.


"Sebenarnya ada apa pak Dio?" ucap kirana bingung, sebab sedari tadi bosnya ini terlalu berbelit-belit.


"Begini kira, tadi Opa menitipkan pesan padaku untuk mengajak kamu makan malam di rumah. kalau kamu keberatan atau ada acara lain tidak apa-apa nanti aku bilang pada opa." kata Dio pada akhirnya, berharap kirana menolak atau memang mempunyai urusan lain agar dirinya bisa memberi alasan yang masuk akal untuk Opanya.


"sepertinya bisa pak, saya tidak ada acara apapun pak." jawab kirana kemudian, setelah di pikir-pikir dia tidak enak jika menolak atasannya apalagi Opa Hardi yang sudah sangat baik padanya.


"kamu serius? tidak ingin pergi kemana atau takut nya ibumu mencari?" tanya Dio mencoba mempengaruhi kirana agar menolak permintaan opanya. sebab jika Kirana sendiri yang menolak opa pasti tidak akan marah padanya.


"tidak ada pak, kalau ibu saya tidak masalah asalkan tidak lebih dari jam 9 malam." jawab Kirana dengan tampang polos nya.


hahhh..


Dio menghela nafas, lagi-lagi dia terjebak dalam rencananya sendiri.


"baiklah kita pergi sekarang, saya tunggu di parkiran biasa." ucap Dio dengan datar kemudian berlalu meninggalkan kirana.


"dia kenapa? seperti perempuan sedang pms saja mood nya berubah-ubah cepat sekali." kata Kirana pada dirinya sendiri, dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi setelah memastikan semuanya aman dan rapi lagi dia segera menuju ke parkiran menyusul Dio.

__ADS_1


__ADS_2