Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Anak Papa


__ADS_3

Alex yang mendengar ucapan istrinya mendadak murung, dia menatap Alea dan Amel yang tengah tidur sambil berpelukan dengan tatapan sendu bahkan matanya sudah berkaca-kaca.


"mas.. maksud Meera bukan seperti itu." ucap Ameera menenangkan suaminya, sungguh dirinya tidak berniat membuat suaminya mengingat kesalahannya terdahulu.


"tidak apa-apa Ra, mungkin karena kesalahan mas dulu memang sangat fatal sampai-sampai rasa penyesalan itu masih menghantui mas." jawab Alex setelah bisa menguasai dirinya.


"mas lupakan kenangan buruk yang dulu bukankah kita sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal." kata Ameera menenangkan suaminya.


"kamu benar Ra, terimakasih banyak ya sayang kamu memang benar-benar istri dan ibu idaman." kata Alex memeluk istrinya.


"Lebih baik sekarang mas mandi ya , Ameera siapkan air hangatnya mumpung Alea masih tidur." ucap Ameera menuntun tangan suaminya.


"maksudnya mumpung Alea masih tidur apa Ra." tanya Alex.


"iya iya lah mas, nanti kalau dia sudah bangun waktunya Meera memandikan dia." jawab Ameera yang kini berjalan mendahului suaminya.


"oh .. mas kira apa." ucap Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"memangnya mas Alex berpikir apa?" tanya Ameera penuh selidik.


"tidak ada sayang, sudah ayo katanya mau membantu mas menyiapkan air hangat." jawab alex lalu menggandeng tangan istrinya menuju ke kamar.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan suaminya, Ameera kembali ke bawah melihat anaknya dan ternyata Alea sudah bangun terlebih dahulu tanpa menangis bahkan bayi lucu itu kini sedang mengganggu Amel yang belum bangun.


"sayang sudah bangun ya.. uhh anak mama pintar sekali tidak menangis." panggil Ameera pada Anaknya.


"ta tak.. tak.." ucap Alea yang masih menepuk pipi Amel.


"ssst.. Sayang, tidak boleh begitu ya." kata Ameera kini duduk di samping anaknya.


"ma.. ta tak tak." kata Alea lagi.


"kiss kakaknya sayang, biar kakak Amel bangun ya." ucap Ameera dengan lembut.


Alea pun menurunkan kepalanya dan mencium pipi dan hidung Amel berulang kali membuat Amel merasa kegelian dan membuka matanya.


"sudah sore mel, bangun yuk mandi dulu." kata ameera pada Amel.


"tak..ahahahah tatak." Alea tertawa senang karena berhasil membangunkan Amel.


"lihatlah mel, dia senang sekali bisa membangun kan kamu barusan." kata ameera tersenyum gemas melihat Anaknya.


"benarkah kak?" tanya amel.

__ADS_1


"iya sedari tadi dia mencoba membangun kan kamu." jawab Ameera.


"adek Alea pintar Sekali, terimakasih ya dek sudah membangun kan kakak." ucap amel lalu mencium kedua pipi Alea. membuat bayi itu tertawa senang sampai karena terus di cium bergantian oleh amel dan ameera.


"oke.. mainnya cukup sayang kita mandi dulu ya, kakak amel juga mandi." ucap Ameera pada keduanya.


"siap bos." kata Amel kemudian dia bangun dari tempatnya menuju ke kamarnya untuk mandi.


Sedangkan Alea justru tampak keberatan dengan ucapan mamanya bayi itu menggeleng kan kepalanya enggan untuk di gendong.


"mandi dulu sayang, biar tidak bau asem yuk." bujuk ameera mencoba menggendong anaknya.


lagi-lagi Alea menolak dan menghadap ke arah lain.


"ayo sayang.. Alea di tunggu papa di atas, memangnya Alea tidak mau bermain dengan papa hem." ucap Ameera masih terus membujuk anaknya.


"pa..pap..pa." kata alea lalu kembali menghadap ke arah mamanya lagi saat mendengar kata papa.


"iya sayang.. ayo kita mandi dan bermain bersama papa." ajak Ameera yang sudah mengulurkan tangannya.


tanpa aba-aba Alea pun berdiri dan menyambut uluran tangan ameera untuk di gendong.

__ADS_1


"dasar kamu ini anak papa sekali." gemas ameera pada anaknya.


__ADS_2