Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Memulai dari hal kecil


__ADS_3

Ameera menidurkan anaknya dikamar, diikuti Alex di belakangnya.


"Ameera.. bisa kita bicara sebentar." kata Alex kemudian.


"bisa tuan, tapi lebih baik anda membersihkan diri terlebih dahulu tuan." jawab Ameera.


"baiklah." ucap Alex mengikuti saran Ameera.


tidak lama kemudian Alex masuk ke kamar Ameera dan Alea, saat Alex masuk Ameera tengah menggantikan baju anaknya.


"Ameera." panggil Alex.


"iya tuan, anda ingin berbicara tentang apa tuan?" tanya Ameera sambil memasangkan baju anaknya yang tengah tidur. Ameera memang sengaja hanya membersihkan badan Alea dengan lap basah saja dan mengganti pakaiannya tanpa membangunkan anaknya.


"Bisakah mulai sekarang kamu menghilangkan panggilan tuan untukku?" tanya Alex dengan serius.


"maksudnya?" tanya Ameera bingung.

__ADS_1


"Ameera, Kita tidak mungkin jalan di tempat seperti ini terus menerus kamu juga harus berusaha membuka diri untuk saya, salah satunya dengan memanggil saya tanpa embel-embel tuan lagi." kata Alex menjelaskan.


"lalu saya harus memanggil apa?" tanya Ameera lagi.


"terserah kamu saja yang penting kamu nyaman, asal tidak dengan panggilan tuan lagi." jawab Alex.


"baiklah akan saya coba." ucap Ameera.


"satu lagi ameera, bisakah kita berbicara lebih santai jangan berbicara formal seolah-olah kamu sedang berbicara dengan atasan." pinta Alex lagi, dan di jawan anggukan oleh Ameera.


"Aku tahu ini mungkin akan terlihat aneh, tapi kalau kita tidak memulai hal kecil ini dari sekarang tidak mungkin kita akan terus bersikap seperti orang asing bukan." ucap Alex pada ameera.


"baiklah aku keluar dulu, aku berharap kedepannya kita bisa lebih dekat lagi Ra, tidak perlu terburu-buru aku siap menunggu kamu membuka hati." kata alex kemudian keluar dari kamar tersebut.


Setelah Alex benar-benar sudah keluar, Ameera kembali mencerna ucapan Alex barusan, semua yang di ucapkan Suaminya memang benar dia tidak bisa begini terus menerus. Ameera tahu Alex memang salah tapi dia juga harus memberi Alex kesempatan kedua itu, apalagi ada putri kecil mereka yang membutuhkan keluarga lengkap yang saling mendukung untuk tumbuh kembangnya.


Ameera harus bisa menutup semua kenangan buruknya dengan masa depan bersama keluarganya.

__ADS_1


"doakan mama ya nak, semoga kita selalu bahagia." ucap Ameera kemudian mencium kening anaknya.


Setelahnya Ameera membersihkan diri dan turun kebawah berniat membantu untuk menyiapkan makan malam. tapi sebelumnya Alea meminta Amel untuk menemani Alea di kamar takutnya Alea bangun dan menangis karena tidak ada orang di sampingnya.


"ma.. ada yang bisa ameera bantu?" tanya Ameera pada Mila yang tengah sibuk di dapur di bantu asisten rumah tangga.


"eh.. kalau kamu disini Alea sama siapa nak?" tanya Mila balik pada Ameera.


"Alea masih tidur ma, mungkin dia kecapekan tadi ikut kerja papa dan opanya." jawab Ameera tersenyum.


"oh yasudah.. mama juga heran loh mer, Alea bisa selengket itu sama opanya mama saja sampai cemburu." kata Mila menggeleng kan kepalanya.


"namanya Anak kecil ma keinginannya masih berubah-ubah." jawab Ameera sedikit terkekeh lucu.


"tapi apa tidak apa-apa kalau kamu tinggal sendirian, nanti kalau dia terbangun bagaimana ?" tanya Mila Khawatir.


"Mama tenang saja, Ameera sudah meminta Amel menemaninya di kamar. Jadi apa yang bisa ameera bantu ma." jawab Ameera.

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu, Kamu lanjutkan saja ini potong sayurnya mama mau mencuci ayamnya dulu." kata Mila kemudian menyerahkan pekerjaannya pada Ameera


__ADS_2