Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kakak Alea


__ADS_3

Sesuai janjinya dengan sang istri, Alex menjemput ameera jam 11 siang agar jalanan tidak terlalu macet saat jam makan siang. Sebelum ke rumah sakit Alex mengajak anak dan istrinya untuk makan siang bersama terlebih dahulu.


"Sayang-sayang nya papa mau makan apa?" tanya Alex pada anak dan istrinya.


" aku samakan dengan mas saja, ameera sedang tidak ingin makan yang aneh-aneh kok mas." jawab ameera pada suaminya.


"kalau cantik papa makan apa nak?" tanya Alex pada putrinya.


" Alea mau ini ya pa, minumnya samakan papa dan mama saja." jawab Alea, menunjukkan makanan yang di maksud.


Setelah menentukan makanan pilihannya mereka bertiga menunggu sambil saling bercerita bersama.


Saat ini Alea sudah berusia empat tahun, Sejak menginjak 2 tahun Alea sudah mulai lancar berbicara sehingga sekarang di saat usia ke empat ini Alea sudah bisa berkomunikasi dengan baik, di sekolahannya pun Alea terkenal anak yang pandai karena dia sudah bisa membaca dengan baik dan belajar hitungan dasar.


" mama.. " panggil Alea.


"iya sayang, ada apa?" tanya Ameera pada putrinya.


" itu perut mama gerak-gerak kenapa?" tanya Alea menunjuk ke arah perut mamanya yang terlihat ada gerakan di sisi bagian kanan.

__ADS_1


" Oh..mungkin adek bayi yang ada di perut mama mau menyapa kakak Alea." jawab ameera tersenyum mengusap perutnya, dan kembali menciptakan gerakan dari bayinya.


"benarkah ma?" tanya Alea memastikan.


"iya sini tangan kakak Alea, Coba sekarang kamu sapa adek bayinya sayang." kata ameera, meletakan tangan mungil Alea di atas perut nya.


"Halo adek.. Ini kakak Alea, kakak sudah tidak sabar bertemu dengan adek.. Nanti kalau adek sudah lahir kita main bersama ya dek." kata Alea sambil mengusap lembut perut mamanya.


Dug..


"Wah.. Ma adek menendang kakak." ucap alea dengan takjub.


"Permisi .. Silahkan pak.. buk, Selamat menikmati." Kedatangan pelayan yang membawakan pesanan mereka, mengalihkan perhatian Alea dari sang mama.


"terimakasih mbak." ucap Alea dengan tersenyum, sejak kecil ameera selalu membiasakan alea untuk selalu menggunakan kata terimakasih, maaf, dan tolong. Jadi tidak heran jika alea yang masih kecil sudah berinisiatif sendiri tanpa di perintah oleh kedua orangtuanya.


"sama-sama adik cantik." jawab pelayan tadi dengan senyumnya, karena gemas melihat Alea.


"kakak bisa makan sendiri atau di suapi?" tanya alex pada putrinya.

__ADS_1


"kakak bisa makan sendiri papa, kan kakak sudah besar." jawab Alea dengan sungguh-sungguh.


"baiklah.. Anak papa memang yang terbaik." ucap Alex mengusap lembut rambut Anaknya.


Ameera pun tersenyum melihat interaksi anak dan Suaminya, apalagi melihat perkembangan Alea yang tumbuh menjadi anak yang baik, Alea juga tidak manja meskipun papa, Opa dan Omanya selalu memanjakan Dirinya.


Setelah menyelesaikan makan siangnya mereka langsung menuju ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan ameera.


.


.


" Semuanya dalam keadaan baik-baik saja ya bu, hasil pemeriksaan nya juga normal semuanya baik. Tapi ibu juga tetap harus istirahat yang cukup jangan sampai membuat ibu kelelahan." ucap Dokter tersebut setelah selesai memeriksa keadaan ameera dan bayinya.


"Terimakasih banyak Dokter." ucap ameera.


"sama-sama ibu ameera, ini sudah menjadi tugas saya." kata Dokter tersebut dengan ramah.


" Kami permisi dokter sekali lagi terimakasih banyak." ucap Alex pada dokter tersebut.

__ADS_1


"sama-sama pak Alex." jawab Dokter itu dengan ramah.


__ADS_2