
"kenapa sayang?" tanya alex begitu keluar dari kamar mandi, dia bingung melihat istrinya tertawa.
"anak kamu ini mas, minta mamam katanya." jawab Ameera dengan tersenyum.
"memangnya anak papa sudah lapar?" tanya Alex mendekati anaknya.
"pa..papa mamam ..mamam" kata alea, sambil menepuk kedua tanganya.
"hahaahaa... kamu semakin hari tambah pintar sekali sayang." ucap Alex, mengusap lembut pipi anaknya.
"aku mandikan Alea sebentar ya mas, itu baju kantor kamu sudah aku siapkan disana." kata Ameera menunjuk ke samping ranjang.
"siap sayang, terimakasih istriku." jawab Alex.
.
.
Selesai mendandani Alea dan alex juga sudah rapi dengan pakaian kantornya, mereka pun turun ke bawah untuk sarapan. Di meja makan sudah ada papa Harsana dan Amel yang menunggu mereka.
"maaf ya pa.. mel, membuat kalian menunggu." kata Ameera pada papanya dan Amel.
__ADS_1
"kita juga baru duduk ko nak, iyakan mel." jawab papa Harsana, begitu juga dengan amel yang langsung mengangguk mendengar jawaban papa Harsana.
"ayo kita sarapan dulu, setelah itu baru alex antar papa pulang sekalian amel bareng om saja ya berangkat nya." kata alex.
Selesai sarapan papa Harsana langsung berpamitan pada anak dan cucunya.
"nak papa pulang dulu ya, kamu jaga kesehatan dan hati-hati di rumah kalau ada apa-apa kabari papa dan suami kamu." ucap Harsana, memeluk Ameera dengan erat.
"iya pa, papa juga jangan lupa jaga kesehatan jangan terlalu lelah bekerja. papa sering-sering main kesini ya Ameera pasti merindukan papa." jawab Ameera, membalas pelukan ayahnya tidak kalah erat.
kemudian papa Harsana beralih ke cucunya yang berada di gendongan Alex.
"cucu kakek baik-baik ya nak, kakek pasti sangat merindukan kamu." ucap Papa Harsana, mencium kening alea dengan sayang.
"kamu senang sekali jahil ke anak sendiri mas." kata Ameera, yang kini menenangkan anaknya.
"habis mas gemas banget sayang."jawab alex tanpa rasa bersalah.
"kakak, Amel berangkat sekolah dulu ya."pamit amel mencium punggung tangan ameera.
"iya mel, ingat belajar yang rajin jangan nakal di sekolah." jawab Ameera.
__ADS_1
"iya kak, adek.. kakak amel sekolah dulu ya nanti kita bermain bersama." kata amel beralih ke adik kecil kesayangannya.
Setelah mobil suaminya melaju meninggalkan halaman, Ameera masuk ke dalam rumah bersama anaknya.
.
.
Begitu juga dengan kirana yang kini sedang duduk di depan rumah menunggu Dio yang katanya ingin menjemput, nyatanya sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya sama sekali.
"kamu masih disini belum berangkat kir?" tanya bu ayu, yang melihat kirana masih duduk di depan rumah.
"kirana menunggu pak Dio bu, katanya dia mau menjemput kirana tapi sampai jam segini belum sampai juga." jawab kirana sambil melihat ke arah jam tangannya.
"coba kamu telpon, siapa tahu dia lupa atau ada masalah di jalan." kata bu ayu pada Kirana.
"sayangnya kirana tidak punya nomor teleponnya bu." jawab kirana lesu.
"nak Dio itu kan bos kamu kir, bagaimana ceritanya kamu tidak punya nomor teleponnya. apalagi kalian sering pergi bersama nak Dio juga sering mengantar kamu pulang." ucap bu ayu tidak habis pikir dengan anaknya.
"Kirana lupa bu."jawab kirana.
__ADS_1
"kalau begini kan kamu yang repot, nanti kamu minta nomornya nak Dio jadi kalau ada sesuatu hal yang penting seperti sekarang kamu tidak bingung." kata bu ayu mengingatkan anaknya.
Kirana pun mengangguk sebagai jawaban, karena apa yang di ucapkan ibunya memang benar.