Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Saya Menerimanya


__ADS_3

"om.. Tante.. kita pamit ya." ucap Dio begitu sampai di ruang tengah.


"kenapa buru-buru sekali Dio?" tanya mama Mila.


"iya tante, Dio harus mengantarkan kirana pulang karena pasti ibunya sudah menunggu di rumah." jawab Dio.


"makanya anak orang jangan di gantung lama-lama, diambil orang baru tahu rasa." kata Alex mengejek Dio.


"asal bicara saja, aku adukan pada Ameera baru tahu rasa kamu." jawab Dio, lalu melempari Alex dengan bantal sofa.


"kalian ini dari kecil sampai tua begini tidak pernah berubah." kata papa Dirga melihat perdebatan anak dan keponakannya.


"Dia duluan." ucap Dio dan Alex bersamaan.


"hhhhahaha.. lihat kalian cocok sekali." kata mama Mila menertawakan keduanya.


"sudah pak, ayo kita pulang." bisik kirana pada Dio.


"iya iya." jawab Dio.


"om.. Tante, dan mas Alex kirana pamit pulang dulu terimakasih atas undangannya." pamit kirana pada alex dan kedua orangtuanya.


"iya nak, kalian hati-hati di jalannya ya." jawab papa Dirga.


"kamu hati-hati Dio nyetirnya bawa anak gadis orang.

__ADS_1


oh iya opa kamu sudah pulang duluan." kata mama Mila pada Dio.


"iya tante, tadi opa sudah telfon Dio juga."jawab Dio.


.


.


saat ini Dio sudah menjalankan mobilnya menuju rumah Kirana, keduanya saling diam dengan pikiran masing-masing.


Tiba-tiba Dio menghentikan mobilnya di dekat taman kota.


"kenapa berhenti pak?" tanya kirana, menoleh ke kanan kiri .


"kita turun dulu, bukanlah kamu ingin memberikan jawaban untukku." jawab Dio, lalu membuka pintu mobilnya dan turun lebih dulu.


"jadi apa jawaban kamu kira? apapun keputusannya aku akan menerima begitu juga dengan opa, aku akan memberi pengertian padanya." ucap Dio menatap wajah Kirana dengan serius.


"sa.. saya menerimanya pak." jawab kirana dengan menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.


"coba kamu katakan sekali lagi." kata Dio, yang kini sudah menegang tangan Kirana.


"saya malu pak." jawab kirana pelan, bahkan kini pipinya semakin merah dan sudah terasa panas karena menahan malu.


"tolong katakan sekali lagi kira." kata Dio kembali.

__ADS_1


"saya setuju pak, saya menerimanya." kata Kirana, kini kedua tangannya sudah dia gunakan untuk menutupi wajahnya.


Dio tidak bisa menyembunyikan senyum di bibirnya setelah mendengar jawaban dari Kirana.


"terimakasih kira.., aku akan segera memberitahu opa dia pasti juga senang mendengarnya." kata Dio Dengan tersenyum.


"bapak sendiri bagaimana?" tanya kirana memastikan.


"aku juga senang mendengarnya."jawab Dio, kini dia mencoba menormalkan ekspresi wajahnya.


"bapak tidak bohong kan? atau bapak hanya mengiyakan permintaan opa saja?" tanya kirana memastikan.


"tidak kira.. aku tidak berbohong, meskipun opa meminta beribu kali pun kalau aku tidak mau dia tidak akan bisa memaksaku." jawab Dio dengan serius.


"sekarang ayo kita kembali ke mobil, aku akan mengantar kamu pulang." ajak Dio, yang kini sudah menggandeng tangan kirana.


Kini Dio sudah kembali menjalankan mobilnya lagi, baik Dio maupun kirana keduanya sama-sama tidak bisa menyembunyikan senyum di bibirnya.


"kira.. aku minta mulai sekarang jangan panggil aku bapak lagi." kata Dio.


"tapi bapak kan atasan saya." jawab Kirana.


"oke kalau di kantor tidak masalah. tapi di luar kantor aku tidak mau kamu memanggil aku dengan sebutan bapak, aku belum setua itu kira." kata Dio tanpa mau di bantah.


"terus saya harus memanggil apa?" tanya kirana bingung.

__ADS_1


"itu tugas mu untuk memikirkannya." jawab Dio tersenyum, menatap ke arah kirana sebentar.


__ADS_2