Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Keadaan saat ini


__ADS_3

***


Alex menatap lurus keluar jendela dengan mata berkaca - kaca berbulan bulan dia kesana kemari mencari wanitanya tetapi belum satu petunjuk pun alex dapatkan .


Apalagi saat mengingat semua perlakuan buruk pada wanita yg sedang dicari carinya. Menyesal pun sudah terlambat "Ameera, kumohon maafkan pria brengsek ini. Kembalilah sayang,kau bisa menghukum ku semaumu tapi jangan hukum aku dengan cara seperti ini sayang".dengan air mata yg meluncur tanpa bisa dicegah.


Cukup lama Alex berdiri di depan jendela ruangan miliknya, suara handphone membuyarkan lamunannya.


"Ada kabar terbaru apa?." ucap Alex setelah menerima panggilan tersebut.


"halo bos." jawab Orang di sebrang sana dengan ragu - ragu.


"katakan dengan jelas, jangan bertele-tele apa ada info tentang keberadaan istriku?" ucap Alex tanpa basa - basi.


"maaf bos, sampai sekarang anak buah saya belum menemukan keberadaan nona Ameera." jawab orang tersebut dengan takut.


"lalu apa kepentingan mu menghubungi aku hah?" bentak Alex yang sudah terpancing emosi.


"Begini bos saya sudah berhasil membuat perusahaan tuan Harsana hampir bangkrut, dan satu lagi sesuai perintah anda bos putrinya juga sudah mendapatkan hukuman yang setimpal bahkan namanya sudah menjadi perbincangan dimana - mana karena kasus yang menjeratnya bos." kata orang tersebut menjelaskan tujuannya menghubungi Alex.


"Bagus, kalau bisa pastikan tua bangka itu benar - benar hancur bahkan ubah semua aset - aset nya menjadi nama istriku. Aku tidak mau mereka menikmati secuil pun harta tersebut." perintah Alex.

__ADS_1


"Siap bos, tidak sampai satu minggu anda akan mendengar berita kebangkrutan tuan Harsana." orang tersebut menjawab dengan sangat yakin.


"tambah anak buah mu sebanyak mungkin aku mau istriku di temukan sebelum dia melahirkan." Alex menutup sambungan teleponnya setelah mengatakan itu.


.


.


.


***


"Bagaimana Dio apa sudah ada kabar tentang menantu tante?" tanya mama Alex yang khawatir dengan keadaan menantu dan calon cucunya.


"sampai saat ini Dio belum mendapatkan informasi apapun tante." jawab Dio dengan lesu.


"tante benar - benar khawatir Dio, bagaimana kalau mereka bertemu dengan orang jahat, apalagi menantu tante sedang mengandung." kata mama Alex dengan mata berkaca-kaca.


"mama berdoa saja semoga menantu kita baik- baik saja, papa juga akan berusaha mencari keberadaan mereka." papa Alex mencoba menenangkan istrinya dengan mengelus pundaknya.


"papa janji ya segera temukan mereka, dan kamu juga Dio." ucap Mama Alex setelah sedikit lebih tenang.

__ADS_1


"iya ma, papa dan Dio janji pasti akan membawa menantu kita kesini. jangan terlalu sedih ma, ingat kita akan segera mempunyai cucu, kita akan jadi opa dan Oma." Dirga, ayah alex menghibur istrinya.


"iya papa benar, mama tidak sabar di panggil oma oleh cucu kita." kata Mila, mama Alex dengan mata berbinar.


"Dio, bagaimana kabar anak itu?" tanya Dirga pada Dio.


"Masih sama seperti yang sudah - sudah om, yang dilakukan hanya pergi ke kantor dan mencari Ameera." jawab Dio tanpa menyebutkan nama dia sudah tahu kalau yang di maksud adalah Alex.


"Apa dia sudah mendapatkan penggantimu?" tanya Dirga lagi, meskipun dia kecewa dengan putranya namun alex tetap anaknya dia tidak mungkin mengabaikan alex begitu saja.


"om seperti tidak tahu saja, dia sangat sulit berinteraksi dengan orang baru om." ucap Dio dengan terkekeh.


"kamu benar, Dio tidak bisa apa-apa tanpa kamu tapi sikap arogannya terlalu tinggi." ucap Dirga menggeleng kan kepalanya.


"aku rasa dia benar-benar menyesali perbuatannya om, tapi sayang penyesalan tidak berarti apa-apa semua sudah terlambat." lirih Dio pelan namun masih bisa di dengar oleh kedua orang tua Alex.


.


.


.

__ADS_1


***⁰


__ADS_2