Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kebingungan Dio


__ADS_3

"mana berani Dio membohongi opa." jawab Dio membela diri.


"sejak kapan memangnya kamu peduli dengan karyawan kamu?" tanya Opa lagi.


"terserah opa mau percaya atau tidak, Dio sudah capek opa badan Dio juga sudah lengket sekali." ucap Dio.


"yasudah sana kamu mandi, setelah itu temani opa duduk di taman opa mau ngobrol dulu dengan kamu." kata Opa pada akhirnya.


setelah itu Dio pun segera menuju ke kamarnya untuk bersih-bersih sekaligus menghindari perdebatannya dengan sang opa.


.


.


"duduk sini " perintah Opa Hardi saat melihat Dio menuruni tangga.


"ada apa opa?" tanya Dio mendudukan tubuhnya di samping sang opa.


"bukankah tadi opa bilang temani opa ngobrol dulu." kata opa hardi menatap tajam cucunya.


"iya..iya maaf Dio lupa." jawab Dio asal padahal itu hanya alasannya saja.


"jadi kapan kamu mengenalkan calon istrimu?" tanya Opa Hardi.


"apa Opa tidak ada pertanyaan yang lain, setiap hari itu saja yang di tanyakan." jawab Dio tidak bersemangat.


"tidak ada, karena sampai sekarang kamu belum membawa calon istrimu ke hadapan opa." kata opa tidak mau kalah.

__ADS_1


"Dio tidak tahu lagi opa harus menjawab apa." pasrah Dio.


"kalau kamu tidak juga membawa calon istri, terpaksa opa akan melanjutkan pencarian gadis penolong opa tempo hari untuk opa kenalkan pada kamu." ucap opa hardi.


"baiklah besok Dio bawa calon istri Dio." jawab Dio pada akhirnya.


"benarkah?" tanya Opa memastikan.


"iya besok Dio bawa orangnya. apa opa sudah puas." jawab Dio.


"opa tunggu besok, awas kalau kamu sampai membohongi opa lagi." opa hardi memberi peringatan pada cucunya.


"iya dio janji, sudah dio mau ke kamar dulu." ucap Dio meninggalkan opanya.


"opa tunggu.!!" teriak opa saat Dio sudah sampai di pertengahan anak tangga.


.


.


Dio mondar mandir di dalam kamarnya memikirkan siapa yang akan diajak besok.


"kenapa aku iyakan ucapan opa, kalau begini kan aku juga yang bingung." kata dio lagi sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Semalaman Dio tidak bisa tidur karena memikirkan siapa yang sekiranya akan dia kenalkan sebagai calon istri di depan opanya.


.

__ADS_1


.


.


***


Berbeda dengan Dio yang saat ini sedang pusing dengan pemikirannya sendiri. Alex dan Ameera saat ini sedang menikmati peran keduanya sebagai orang tua dari Alea.


mereka bertiga bermain bersama dengan gelak tawa dati ketiganya. mereka sudah seperti keluarga yang benar-benar harmonis.


"hahahahha... kamu lucu sekali sayang." Alex menertawakan anaknya yang berjalan kesana kemari dengan baju kelinci yang di pakainya.


"pa.. mama papa." ucap Alea yang bingung memilih antara papa atau mamanya sebab di sebelah kanan papanya membawa boneka barbie kesukaannya sedangkan di sebelah kiri mamanya menyambutnya dengan kedua tangan.


"sepertinya dia bingung menentukan pilihannya mas." kata Ameera ikut menertawakan anaknya.


"sini sayang papa bawa apa ini." kata Alex mencoba mempengaruhi anaknya.


"eh.. tidak dong anak mama harus kesini, ayo sayang ikut mama." Ameera tidak mau kalah dia juga mencoba membujuk anaknya.


"mama..!!" akhirnya pilihan alea jatuh pada mamanya, dia berjalan dengan lucunya menghampiri Ameera.


"yeeee... anak mama pintar sekali. sayangnya mama." ucap Ameera dengan tawanya, Dia pun menghadiahkan alea dengan banyak ciuman.


"yah.. jadi alea Tidak sayang papa ya." tanya Alex dengan wajah di buat seolah-olah tengah bersedih.


"hahahaha.. jangan merajuk mas." ledek Ameera pada suaminya.

__ADS_1


"baiklah jadi tidak ada yang sayang papa ya." kata Alex pura-pura sedih dengan membelakangi anak dan istrinya.


__ADS_2