Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Bantuan Orang Baik


__ADS_3

"Mel, ayo sarapan dulu!!" panggil Ameera setelah selesai menyajikan dua piring nasi goreng pagi ini.


"iya kak." saut Amel yang sudah berjalan menuju ke tempat Ameera.


Kini keduanya duduk lesehan di atas tikar menikmati sarapannya, rumah yang di tempati Ameera memang hanya dua petak ruangan bagian depan untuk mereka istirahat dan bagian belakang kamar mandi yang menyatu dengan dapur kecil tidak ada perabot apapun selain kasur lantai yang sudah tipis. Sejak Ameera ikut tinggal di situ dia membeli kompor dan beberapa peralatan masak dan makan karena Ameera merasa akan lebih hemat bila memasak sendiri.


"nasi goreng kakak memang terlezat." kata Amel setelah suapan terakhirnya.


"kamu ini bisa saja." Ameera tersenyum, semenjak mengenal Amel dia merasa hidupnya menjadi lebih berwarna meskipun mereka hidup serba kekurangan.


"Apa kakak hari ini libur jualan?" tanya Amel penasaran karena sedari tadi dia tidak melihat Ameera menata jualannya.


"tidak, hari ini kakak libur dulu mel." jawab Ameera.p


"Apa kakak sakit?" tanya Amel terlihat Khawatir.


"tidak mel, kakak baik - baik saja. mungkin kakak akan jualan lagi kalau sudah mendapatkan tempat mangkal yang baru.


"memang tempat yang biasanya kenapa kak?" Amel semakin penasaran.


"tidak apa - apa kakak hanya ingin mencari suasana baru siapa tahu lebih ramai." kata Ameera sambil tersenyum, Ameera sengaja berbohong karena yang sebenarnya Ameera dilarang lagi berjualan disana oleh orang - orang sekitar tempat jualannya karena orang - orang itu sudah mengetahui kalau Ameera sedang hamil tanpa ada suami. Ameera sengaja tidak ingin memberitahu alasan tersebut kepada Amel takutnya gadis kecil itu menjadi kepikiran.


"kalau sudah selesai cepatlah berangkat mel dari pada nanti kamu kesiangan." kata Ameera mencoba mengalihkan pembicaraan agar Amel tidak bertanya terlalu jauh.


"baiklah kak, Amel berangkat dulu ya kak." ucap Amel mengecup punggung tangan Ameera Ameera.


"halo Adek bayi, kakak Amel sekolah dulu ya.. Adek jangan nakal di dalam perut ya hi..hi..hi" kata Amel dengan menempelkan wajahnya di perut Ameera sesekali dia juga mengelus perut Ameera yang sudah membuncit.

__ADS_1


"Hati - hati kakak Amel, belajar yang rajin ya." jawab Ameera menirukan suara anak kecil.


Setelah memastikan Amel berangkat, kini Ameera segera pergi mencari tempat yang sekiranya bisa di pakai untuk jualan.


Ameera berjalan di sekitaran pasar melihat - lihat tempat yang sekiranya cocok, sudah berputar-putar cukup lama namun Ameera belum juga menemukan tempat yang sesuai. kalaupun ada tempat tersebut harus membayar sewa sedangkan di tempat sebelumnya dia tidak menyewa sama sekali, itu yang menjadi pertimbangan Ameera karena pendapatan hasil jualannya hanya kecil tidak seberapa jika harus di pakai membayar sewa itu tidak akan cukup.


Karena merasa lelah akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat sebentar di dekat penjual es kelapa.


"pak es kelapanya berapa?" tanya Ameera setelah mendudukan badannya di bangku.


"lima ribuan mba." jawab penjual es tersebut.


"saya mau satu ya pak, tidak usah pakai gula." kata Ameera kemudian memberikan uang sepuluh ribuan dari kantongnya.


"ini mba silahkan sekalian ini kembalian nya ." penjual es kelapa tersebut memberikan esnya pada Ameera.


"terimakasih pak." tidak butuh waktu lama Ameera menghabiskan es dalam plastik tersebut.


"lumayan mba sudah 3 tahun kira - kira saya jualan disini." jawab penjual es tersebut.


"lama juga ya pak. kira - kira di dekat sini ada tempat atau lapak kosong tidak ya pak "tanya ameera tidak ada salahnya kalau dia bertanya.


"memangnya mba ini mau jualan atau bagaimana?" tanya penjual es tersebut memastikan.


"sebenarnya saya sedang mencari tempat pak, sebelumnya saya jualan nasi uduk setiap pagi tapi lapak yang biasa saya tempati mengharuskan saya pindah pak, jadilah sekarang saya mencari tempat yang tidak ada sewanya maklum saja pak hasil jualan saya yang tidak seberapa kalau harus membayar sewa saya tidak sanggup." kata Ameera terus terang.


"biasanya sampai jam berapa mba jualannya?" tanya penjual es tersebut.

__ADS_1


"tidak pasti pak, biasanya saya mulai jualan setengah enam pagi sampai jam sembilan kurang lebih pak, karena siangnya saya ada pekerja sendiri pak." jawab Ameera


"kalau mau, mba bisa jualan disini." penjual es tersebut menawarkan pada Ameera.


"lalu bapak sendiri bagaimana?" Ameera mengerutkan keningnya.


"bukankah tadi mba bilang jualannya hanya di pagi hari, sedangkan saya mulai jualan siang hari, jadi tidak masalah kalau mba mau memakai tempat ini pagi harinya." kata Penjual es tersebut sambil tersenyum.


"Apa bapak serius, apa bapak tidak takut kalau saya berbuat tidak baik atau sesuatu yang merugikan bapak nantinya?" tanya Ameera memastikan lagi.


"saya serius mba, kalau untuk itu saya hanya berniat menolong sesama mba terlepas dari niat orang lain baik atau buruk semua akan kembali pada diri masing - masing." ucap penjual es tersebut.


"Beruntung sekali saya bertemu dengan orang sebaik bapak. maaf pak sedari tadi kita berbincang banyak hal tapi saya belum berkenalan." kata Ameera tersenyum canggung.


"oh iya, saya juga lupa mba perkenalkan nama saya Suryadi orang - orang disini biasanya memanggil saya pak Yadi.


" kata penjual es tersebut memperkenalkan diri.


"nama saya Ameera pak, Terimakasih banyak pak." ucap Ameera dengan membungkukkan badannya.


"sama - sama mba Ameera, mulai besok mba Ameera bisa mulai jualannya." kata Pak Yadi.


"baik pak, sekali lagi terimakasih banyak pak saya benar - benar berhutang budi pada Bapak." ucap Ameera dengan mata yang berbinar.


"tidak perlu berlebihan mba, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu sesama." jawab pak Yadi


.

__ADS_1


.


***


__ADS_2