Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
mencari Tahu


__ADS_3

"ja.. jadi selama ini.." Harsana tidak mampu melanjutkan ucapannya.


"benar tuan neng Ameera sangat menderita selama menjadi istri tuan Alex, asal anda tahu neng Ameera hampir kehilangan nyawanya karena tenggelam di kolam renang hiks...hikss.." Mbok Sumi masih meluapkan semua emosinya.


"Kemana anda selama ini tuan? Dimana anda saat neng Ameera membutuhkan bahu untuk bersandar, Dimana anda tuan hah dimana?" teriak mbok sumi yang menangis tepat di hadapan Harsana.


"Maaf.. maafkan saya." hanya itu yang mampu di ucapkan Harsana.


"bukan dengan saya tuan, meminta maaflah dengan putri anda. saya mohon cari dia tuan, tolong temukan dia hiks.. Hiks.. saya tidak bisa membayangkan bagaimana dia hidup seorang diri diluar sana sendirian dalam keadaan hamil." ucap mbok sumi menurunkan nada bicaranya.


Deg ..!!!


"A..Ameera hamil?" Harsana yang tadinya hanya menunduk kini mengangkat kepalanya menatap mbok Sumi.


"bahkan saya baru mengetahui setelah neng Ameera pergi tuan." kata mbok Sumi memandang kosong ke depan.


.

__ADS_1


.


.


"Aaakhh, bodoh.. bodoh.. bodoh. hiks.. hiks.. apa yang sudah aku lakukan pada putriku sendiri." Harsana berteriak memukul setir mobilnya.


Setelah mengetahui banyak fakta Menyakitkan tentang Ameera, Harsana langsung pergi menaiki mobilnya tujuannya saat ini adalah mencari keberadaan Ameera.


Seolah melupakan masalah yang terjadi pada dirinya, saat ini yang ada di dalam kepalanya adalah dimana keberadaan anaknya. Dia tidak peduli lagi dengan perusahaan nya yang mungkin akan hancur dalam hitungan hari, yang terpenting saat ini dia bisa menemukan Ameera dia berjanji akan menggantikan semua waktunya untuk menyayangi dan mencintai putrinya. Dia harus mendapatkan maaf dari putrinya yang selama ini di sia-siakan.


Mungkin terlambat, tapi kini dia menyadari Ameera adalah putrinya harta yang paling berharga miliknya.


Seharian Harsana hanya berputar - putar di jalanan, karena dia juga tidak tahu harus mencari ameera kemana karena selama ini Ameera tidak pernah keluar rumah selain pergi sekolah, Harsana tidak mengetahui siapa saja teman - teman Ameera, bahkan Harsana tidak mengetahui dimana sekolah Ameera. Karena dulu dia benar - benar tidak pernah menganggap keberadaan Ameera.


"bik jum, iya bik jum pasti tahu karena selama ini dia yang menjadi wali Ameera selama bersekolah." Harsana memutuskan pulang ke rumah, dia harus mencari tahu semua tentang Ameera kepada Asisten rumah tangganya, karena bik jum lah yang mengurus Ameera sedari bayi hingga dewasa.


Setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah Harsana langsung berlari masuk ke dalam rumah memanggil asisten rumah tangganya.

__ADS_1


"bik... bik... bik jum..!!" panggil Harsana di ruang tengah.


"papa apa - apaan sih, teriak - teriak seperti di hutan saja." omel Nisa pada suaminya.


"aku tidak ada perlu denganmu, jangan ikut campur urusanku lebih baik kamu bereskan barang - barangmu karena rumah ini akan aku jual untuk membayar pesangon karyawan kantor." kata Harsana pada istrinya.


"Apa... di jual? terus kita mau tinggal dimana pa?" Nisa sampai melotot tidak percaya mendengar perkataan suaminya.


"itu kita pikirkan nanti, yang penting hutang - hutang kita tertutup. masalah tempat tinggal kita bisa mencari rumah yang lebih kecil untuk kita berdua." kata Harsana.


"aku tidak mau pa, aku tidak mau pergi dari sini titik." Teriak Nisa pada suaminya.


"terserah aku tidak butuh pendapat mu." ucap Harsana lalu pergi meninggalkan istrinya sendirian, dia melanjutkan langkahnya memanggil bik jum.


"bik jum." panggil Harsana saat menemukan keberadaan asisten rumah tangganya di dapur.


"eh i..iya pak, bapak membutuhkan sesuatu?" tanya bik jum yang merasa aneh karena tidak biasanya majikannya sampai mencari dirinya.

__ADS_1


"Ada yang ingin saya tanyakan bik, keruangan saya sekarang!" perintah Harsana langsung meninggalkan kan bik jum.


__ADS_2