
"kakak dari mana saja?" tanya Amel saat Alex dan Ameera masuk ke dalam rumah.
"tadi kita pergi menemui papanya kak Ameera mel." jawab Alex.
"kenapa tidak mengajak Amel." ucap Amel , mengerucutkan bibirnya.
"kan tadi Amel sekolah sayang, lain kali ya kalau hari libur kakak pasti ajak Amel." jawab Ameera tersenyum kepada Amel.
"janji ya kak." balas Amel mengulurkan jari kelingkingnya pada Ameera.
"janji." balas Ameera menautkan jari kelingkingnya dan Amel.
.
.
.
***
"dari mana saja pa?" tanya Nisa begitu suaminya sampai di rumah.
"kamu apa-apaan sih ma, setidaknya biarkan aku masuk ke dalam dulu baru kamu bertanya." ucap Harsana dengan kesal.
Nisa pun membuka pintu rumahnya dan membiarkan suaminya masuk dan mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
"sekarang jelaskan dari mana saja kamu, pergi seenaknya tidak ingat istri kelaparan di rumah." tanya Nisa dengan nada sedikit tinggi.
"kan tadi aku sudah pamit kalau aku janjian dengan temanku. kalau kamu lapar kan tinggal masak apa susahnya." jawab Harsana masih menahan emosinya.
"janjian apa sampa berjam-jam lamanya." tanya Nisa balik, dia masih belum puas dengan jawaban suaminya.
"terserah.. mau kamu percaya atau tidak aku tidak peduli aku mai istirahat." Harsana melenggang pergi begitu saja.
" aku belum selesai bicara pa. papa...!!" teriak Nisa yang tidak terima di tinggal begitu saja oleh suaminya.
.
.
Sedangkan di dalam kamar Harsana membaringkan tubuhnya di ranjang. semakin hari dia semakin muak dengan sikap istrinya yang berubah tidak seperti dulu.
Harsana pun memejamkan matanya karena terlalu pusing mendengarkan Nisa yang masih saja marah-marah di luar.
.
.
.
***
__ADS_1
"bagaimana lex, apa tadi baik-baik saja?" tanya Dirga pada Anaknya, keduanya tengah duduk mengobrol di taman.
"aman pa, semuanya sesuai keinginan Alex." jawab Alex dengan senyuman.
"baguslah.. tadi mama dan papa sempat cemas takut terjadi apa-apa dengan istrimu." ucap Dirga.
"papanya Ameera sudah menyesal pa, dia sudah mengakui kesalahannya. Ameera benar-benar memiliki hari yang luar biasa tulus pa dia bahkan dengan mudah memaafkan kesalahan papanya." kata Alex menatap bintang yang ada langit.
"kamu beruntung Lex memilikinya jangan pernah sekali-kali kamu menyakitinya lagi. bersyukurlah karena kamu masih mendapatkan kesempatan kedua." nasehat Dirga pada anaknya.
"tentu saja pa.. Alex tidak akan mengulangi tindakan bodoh Alex di masa lalu." jawab Alex dengan serius.
"papa bangga padamu lex." ucap Dirga menepuk pundak Alex.
"jangan terlalu lama disini angin malam tidak bagus untuk kesehatan, papa masuk duluan." pamit Dirga sebelum meninggal Alex sendirian.
Setelah papanya pergi, Alex kembali melihat bintang-bintang di langit. Alex bersyukur masih memiliki kesempatan untuk kembali bersama Ameera dan Alea.
Dia tidak bisa membayangkan jika dia terlambat mengetahui semuanya akan seperti apa hidupnya saat ini.
"mas ." panggil Ameera pada suaminya.
"Ra.. kenapa kamu disini?" tanya Alex yang bingung melihat keberadaan istrinya.
"justru Meera yang bertanya kenapa mas Alex di sini malam-malam." jawab ameera, kemudian mendudukan dirinya di samping alex.
__ADS_1
"mas hanya mencari angin sebentar Ra, sekalian tadi ngobrol sedikit dengan papa. Sekarang jawab pertanyaan ku kenapa kamu kesini." kata Alex.
"Ameera tidak sengaja melihat mas Alex dari jendela, Meera pikir mas Alex sedang ada masalah." ucap Ameera dengan jujur, karena memang tadi dirinya tidak sengaja melihat alex duduk sendirian di taman. karena penasaran Ameera memutuskan untuk menemui alex disni