Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Melupakan Orang Itu


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah Alex, Dio langsung menuju ke rumah mertuanya untuk menjemput bu Ayu, Sudah sejak lama Dio dan Kirana mengajak bu Ayu untuk tinggal bersama namun bu Ayu selalu saja menunda-nundanya.


Baru hari ini Bu ayu mengabari anak dan menantunya kalau dia bersedia tinggal bersama mereka.


" Aku senang mas kalau ibu sudah mau ikut bersama kita." kata Kirana dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


"iya.. Mas juga senang, jadi kalau mas pergi kerja tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada ibu yang menemani kamu dan Eza." ucap Dio.


Karena jalanan yang tidak begitu ramai membuat mereka lebih cepat sampai di rumah Bu ayu.


Tok.. Tok..


" Ibu.. Bu ini Kirana bu.." panggil Kirana dari arah luar.


"Tunggu sebentar sayang.. Mungkin ibu sedang di belakang." kata Dio memegang tangan istrinya.

__ADS_1


" iya mas.. Aku sudah tidak sabar soalnya." jawab Kirana dengan tersenyum.


Setelah hampir lima menitan barulah pintu terbuka dari dalam.


" kalian sudah lama ya? Maaf ibu tadi di kamar mandi." ucap bu ayu begitu membuka pintu.


" Belum lama kok bu, apa semuanya sudah siap?" tanya Dio pada mertuanya.


"Iya sudah nak, ibu tidak membawa banyak barang hanya pakaian saja." jawab Bu ayu.


" Biar ibu saja nak yang gendong, kebetulan ibu sudah kangen sekali dengan cucu tampan nya ibu." ucap Bu ayu.


Setelah selesai memasukan barang-barang mertuanya ke dalam mobil, Dio pun mengajak istri dan mertuanya untuk naik juga.


" Kirana Senang sekarang ibu tinggal bersama kita." ucap Kirana menoleh ke arah belakang tempat ibunya duduk bersama putranya.

__ADS_1


" Ibu juga sama senangnya bisa dekat dengan cucu dan anak-anak ibu." jawab bu ayu membalas senyum putrinya.


" Ibu tenang saja, Dio akan membayar orang untuk bersih-bersih di rumah ibu seminggu sekali. Jadi rumah ibu tetap terawat dengan baik nantinya." kata Dio pada ibu mertuanya.


"terimakasih banyak nak, ibu tidak bisa membalas semua kebaikan kamu selama ini." ucap bu ayu dengan tulus.


" sama-sama bu, Sejak Dio menikah dengan Kirana sejak saat itu juga Dio juga anak ibu." jawab Dio.


"Meskipun rumah kecil tapi rumah itu sangat berarti untuk ibu nak, karena di rumah itu adalah saksi dimana ibu dan Kirana berjuang melanjutkan hidup berdua sejak ayahnya kirana meninggalkan kita dan memilih pergi bersama wanita lain." kata bu ayu dengan menatap ke arah jalanan.


" Jangan mengingat kenangan pahit itu lagi bu, kita sudah melupakannya dengan berusaha keras jadi jangan membuang usaha kita untuk melupakan orang itu bu." kata Kirana yang kembali teringat rasa sakit hatinya.


"iya nak..maafkan ibu ya, ibu tidak akan lagi mengingat semua itu." ucap Bu ayu merasa bersalah pada Kirana, karena kembali membuat anaknya bersedih.


Setelah percakapan ibu dan anak tersebut, kini suasana di dalam mobil begitu sunyi baik kirana maupun ibunya menatap ke arah jalanan sedangkan Dio ikut diam karena ingin memberi ruang untuk istri dan ibu mertuanya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Eza sudah terlelap di kursi khusus untuk bayi di samping bu Ayu, membuat suasana di dalam mobil benar-benar sepi.


__ADS_2