
Dirga memasuki ruangan meeting dengan Alea di gendongannya, semua orang yang sudah berada di ruangan tersebut dibuat bertanya-tanya anak siapa yang di gendong oleh bos mereka.
"Selamat pagi semuanya, sebelum saya memulai meeting pagi ini saya akan memperkenalkan bayi yang sedang saya gendong ini adalah cucu saya namanya Alea, dia putri dari Alex." jelas Dirga kemudian duduk di kursi miliknya.
Alea yang merasa di perhatikan oleh banyak orang menjadi takut, dia menyembunyikan wajahnya di dada sang opa.
tidak lama kemudian Alex masuk ke ruang meeting menyusul papanya.
"Alea sayang.. sini gantian sama papa kasian opa nanti capek sayang." ajak Alex pada anaknya, namun Alea tetap kekeh memeluk sang opa.
"sudah lah lex lebih baik kamu mulai saja meeting nya, papa senang kok kalau dia manja dengan papa begini." kata Dirga mengelus punggung cucunya.
Alex pun segera memulai meeting pagi ini, selama meeting berlangsung Alea tidak terganggu sama sekali, bahkan sesekali bayi itu tertawa karena memainkan dasi yang di pakai opanya, membuat semua orang yang berada disitu menjadi gemas dengan kekakuan bayi tersebut.
hingga meeting berakhir Alea masih betah berada di pangkuan Dirga.
"pa.. sejak Alea bertemu dengan papa, dia jadi melupakan aku papa kandungnya sendiri." kata Alex dengan kesal setelah orang-orang keluar dari ruangan.
"loh kenapa malah menyalahkan papa, Alea sendiri yang nyaman bersama papa kok. lalu papa bisa apa." kata Dirga cuek.
"ck.. Tapi dia kan anak Alex pa." Alex masih tidak terima Alea lebih dekat dengan Dirga dari pada dirinya.
"kalau anaknya mau sama kamu ya silahkan." ejek Dirga pada anaknya.
__ADS_1
"pa.." Alex semakin kesal oleh sang papa.
"Sudah jangan berisik, cucu ku sedang tidur jangan di ganggu." kata Dirga kemudian keluar meninggalkan Alex seorang diri.
.
.
Begitu masuk di ruangan miliknya Dirga segera menidurkan cucunya di kamar pribadi miliknya.
"opa kerja dulu ya sayang." kata Dirga kemudian mencium kening cucunya.
.
.
masih sama seperti tadi pagi para karyawan sampai bengong melihat Dirga menggendong Seorang bayi lucu sedangkan Alex memegang tas bergambar beruang.
.
.
.
__ADS_1
Di rumah sedari tadi Ameera begitu mengkhawatirkan anaknya, dia takut kalau Alea menggangu pekerjaan Dirga dan Alex.
"mama lihat sedari tadi kamu kelihatan gelisah sekali mer?" tanya Mila pada menantunya.
"Ameera kepikiran Alea ma." jawab Ameera jujur.
"kamu tenang saja, Alea pasti baik-baik saja bersama papa dan Alex." kata Mila menenangkan menantunya.
"Ameera takut kika Alea mengganggu pekerjaan Meraka ma." ucap Ameera.
sebelum Mila menjawab ucapan menantunya, suara mobil berhenti di depan rumah.
"nah itu dia mereka sudah pulang."kata mila.
"benar ma, ayo kita kedepan ma." ajak Ameera dengan semangat.
keduanya berlari ke depan rumah untuk menyambutnya Dirga, Alex, dan juga Alea.
"ma..mamma mama.." ucap Alea begitu melihat Ameera di depan pintu.
"sayangnya mama nakal tidak tadi hmm." Ameera menciumi Alea dengan gemas setelah Alea berada di gendongannya.
karena selama ini dia tidak pernah jauh dengan anaknya, jadi berpisah dengan Alea seharian sana sudah membuat Ameera rindu pada anaknya.
__ADS_1
"kamu tenang saja nak, dia anteng sekali tidak merepotkan papa." jawan Dirga kemudian.