Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Tapi Pak..


__ADS_3

Keduanya pun turun begitu sampai di gang rumah kirana.


dan lagi-lagi Dio berjalan lebih dulu meninggalkan kirana di belakangnya.


"apa susahnya sih pak kita jalan bersama?" tanya kirana dengan ketus.


"kamu terlalu lelet." jawab Dio cuek.


Begitu sampai di depan rumah, keduanya sudah di sambut oleh bu ayu.


"nak Dio.. apa kabar?" tanya bu ayu, karena sejak kedatangannya bersama opa hardi malam itu Dio belum bertemu lagi dengan ibunya Kirana.


"Dio baik bu, ibu sendiri sehat kan." kata Dio, lalu menyalami bu Ayu.


"ibu sehat nak, ini ada apa tumben kalian sudah pulang jam segini?" tanya bu ayu pada keduanya.


"saya mau minta izin bu untuk mengajak kirana datang ke syukuran sepupu saya dan mungkin acaranya sampai malam." jawab Dio dengan ramah.


"oh.. yasudah kalau gitu kita masuk dulu. sekalian kirana kamu siap-siap sana." kata bu ayu, menuntun Dio masuk dan mengabaikan kirana yang masih berada di luar.


"apa-apaan, disini siapa yang anaknya ibu sih." tanya kirana pada dirinya sendiri.


"Kirana... kenapa masih di luar nak, ayo siap-siap kasian nak Dio nanti kelamaan menunggu." panggil bu ayu dari dalam.


"iya ibu." jawab Kirana, kemudian menyusul Dio dan ibunya masuk. dan langsung ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap.

__ADS_1


"ibu buatkan minum dulu ya nak."kata bu ayu pada Dio.


"tidak perlu repot-repot, ibu duduk saja." jawab Dio dengan sopan.


"tidak apa-apa, cuma air saja tidak repot kok tunggu sebentar ya." kata bu ayu, kemudian pergi ke dapur.


tidak lama kemudian bu ayu sudah kembali dengan secangkir kopi untuk Dio.


"ini nak di minum dulu sambil menunggu kirana." ucap Bu ayu, meletakan secangkir kopi di depan Dio.


"terimakasih bu, Dio minum ya." kata Dio.


Setengah jam kemudian kirana sudah selesai bersiap, dia pun keluar menghampiri Dio yang masih mengobrol dengan ibunya.


Dio sampai terbengong beberapa saat melihat penampilan Kirana dengan dress panjang yang dia pilih kan tadi.


"pak..pak Dio." panggil kirana lagi karena sedari tadi Dio masih diam tidak menyahut.


"eh.. iya apa kira?" tanya Dio gugup.


"saya sudah siap, kita berangkat sekarang." jawab kirana.


"baiklah ayo kita berangkat." kata Dio, kemudian dia berpamitan kepada bu ayu. begitu juga dengan kirana dia juga berpamitan pada ibunya.


"bapak tidak mandi dulu?" tanya kirana saat mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"tidak perlu, aku tetap keren meskipun tidak mandi." jawab Dio.


"ck.. sombong sekali." kata Kirana, memutar bola matanya malas.


"memang kenyataannya begitu." kata Dio menyombongkan Dirinya.


"terserah bapak saja." kata Kirana mengalah.


"kira.. ini sudah satu minggu apa kamu sudah memiliki jawabannya?" tanya Dio dengan serius.


"bapak mau jawaban sekarang?" tanya Kirana balik.


"tidak, nanti saja sepulang dari acara ini kamu baru menjawabnya."jawab Dio, dia tidak mau nantinya mereka akan canggung selama berada di acara alex kalau Kirana memberi jawaban sekarang. lebih baik nanti saja saat mereka sudah pulang.


"baiklah." kata Kirana, lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Sesampainya di depan rumah alex dan Ameera, dio menoleh ke Samping dan mengajak Kirana turun.


"ayo Kira..kita sudah sampai." ajak Dio sebelum membuka pintu mobil.


"pak saya jadi gugup begini tiba-tiba, apa saya pulang saja ya." kata kirana yang sudah berkeringat dingin.


"terlambat kira, kita sudah sampai kamu tenang saja di dalam tidak akan ada apa-apa." ucap Dio menenangkan kirana.


"tapi pak.." kata Kirana ragu.

__ADS_1


__ADS_2