
"Tadinya aku memang akan membawa ameera pergi jauh darimu, kalau perlu aku akan mengakui anak yang di kandung. terserah aku tidak memaksamu mempercayai aku. " ancam Dio dengan bersungguh - sungguh.
Bugh...Bugh...
"brengsek.. apa maksudmu mengakui anak ku hah?" Alex memukul wajah Dio, dia tidak terima dengan perkataan Dio kalau dirinya akan mengakui anak yang di kandung Ameera.
"lalu apa kamu pikir Ameera akan semudah itu memaafkan mu setelah semua yang kamu lakukan padanya? jangan bermimpi Lex." ucap Dio sambil memegang bagian wajahnya yang terkena pukulan alex.
"Aku pastikan aku akan lebih dulu menemukan ameera." Setelah mengatakan itu alex segera berbalik menuju ke mobilnya.
Alex meluapkan emosi nya di dalam dengan memukul setir berulang kali bahkan kepalanya di benturkan ke setir mobil hati nya benar - benar panas mengetahui kalau Dio ingin menggantikan posisi dirinya di hidup Ameera.
"Sialan!!! kurang ajar berani - beraninya Dio melawanku, lihat saja semua omong kosong mu itu tidak akan terjadi aku pasti lebih dulu menemukan keberadaan Ameera dan calon anakku.
.
__ADS_1
.
.
***
Sudah satu minggu setelah pertengkaran keduanya, sampai sekarang Alex maupun Dio benar - benar menjaga jarak satu sama lain. sejak saat itu Dio juga sudah tidak lagi menjadi asisten alex, keduanya seolah berlomba - lomba menemukan keberadaan Ameera namun sayang sampai saat ini belum ada satupun diantara keduanya yang menemukan keberadaan Ameera.
Bahkan sejak kepulangannya dari desa mbok sumi alex selalu tidur di kamar sempit milik Ameera, dia beranggapan kalau dia juga harus merasakan penderitaan yang di rasakan Ameera selama tinggal di rumahnya.
" tuan makan malam nya sudah saya siap." ucap mbok sumi pada alex. sebenarnya dia merasa kasihan pada tuannya yang begitu terpuruk karena kehilangan istrinya. mbok sumi sudah mengetahui kalau Ameera pergi lagi dari rumahnya yang di desa. Sebenarnya dia juga ingin sekali menyalahkan Alex atas apa yang terjadi pada Ameera tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi tuannya pun sudah menyesali semua perbuatannya. dia hanya bisa berdoa semoga Ameera dalam keadaan baik- baik saja dan segera kembali pulang.
"aku sedang tidak ingin makan mbok." jawab alex dengan lemah bahkan hanya untuk menoleh saja rasanya seperti tidak sanggup.
"tapi tuan belum makan apa - apa dari kemarin." kata mbok sumi khawatir.
__ADS_1
"Aku hanya ingin merasakan apa yang istriku alami mbok bukankah selama Ameera tinggal disini dia juga merasakan kelaparan mbok." ucap alex dengan sendu, tiba - tiba air matanya menetes.
"tapi bukan begini caranya tuan, anda harus tetap makan agar memiliki tenaga untuk mencari neng Ameera beserta calon anak kalian. tuan jangan menghukum diri tuan sendiri, biarkan nanti neng ameera yang menghukum anda tuan.
jadi tolong tetap jaga kesehatan anda supaya neng ameera cepat kembali.
"Benarkah begitu mbok." ucap Alex menatap mbok Sumi.
"benar tuan, anda harus makan dan menjaga kesehatan agar memiliki tenaga untuk mencari neng Ameera. Bukan hanya berdiam dan mengurung diri seperti ini. kalau neng Meera tahu anda seperti ini dia pasti akan merasa sedih.
"terima kasih mbok, mulai sekarang aku akan lebih giat lagi mencari keberadaan istriku." ucap Alex dengan mata berbinar.
Mbok sumi tersenyum melihat perubahan tuannya yang dulu selalu bersikap arogan tidak pernah mau mendengar nasehat orang lain, sekarang bahkan dengan senyum di bibir nya seorang alex mengucapkan terima kasih.
Wanita paruh baya itu bisa melihat kalau Alex benar - benar sudah menyesali semua kesalahannya, terlihat dari tatapan matanya yang terlihat tulus.
__ADS_1
"sama - sama tuan,mbok hanya bisa berdoa agar tuan alex dan neng meera segera di pertemukan dan kebahagiaan selau menyertai kalian." ucap mbok Sumi dengan tulus mendoakan kehidupan alex dan ameera kedepannya.