Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Penjelasan Alvaro


__ADS_3

"Sekarang kamu ceritakan pada kakak bagaimana kamu bisa ada disini?" tanya Ameera pada Alvaro adiknya, kini mereka semua tengah duduk di ruang tengah setelah makan malam.


" Iya kakak ku. jadi kemarin Al sedang menjenguk teman kantor Al yang sedang sakit tidak sengaja Al bertemu papa di rumah sakit. Tadinya Al kira papa yang sakit ternyata kata papa kakak mau melahirkan, Sebenarnya Al sudah mau menemui kakak di rumah sakit tapi di larang papa kak, katanya nanti saja untuk kejutan, begitu lah kira-kira ceritanya." jawab Alvaro menjelaskan pada Ameera.


" Lalu kenapa Selama ini kamu tidak pernah pulang?" tanya ameera lagi.


" kan tadi Al sudah bilang kalau Al tidak bisa melihat kakak di perlakukan tidak adil di rumah, apalagi Al sama sekali tidak bisa membantu kakak itulah alasan Al memilih tinggal di luar agar tidak merasa bersalah pada kakak." jawab Al dengan jujur.


"dan kamu tahu apa saja yang menimpa keluarga kita?" tanya Ameera.


"Al tahu kak, selama ini Al masih berhubungan dengan papa meskipun hanya melalui pesan saja. Dan sejak lulus SMA Al sudah bertekad untuk mandiri jadi Al memutuskan untuk kuliah sambil kerja kak." jelas Alvaro.


" Kakak bangga dengan kamu Al, sekarang kakak yakin kalau kamu sudah dewasa." ucap ameera tersenyum kepada adiknya.


" Terimakasih kak, Oh iya kak yang bermain dengan Alea itu siapa? adiknya mas Alex ya?" tanya Alvaro menunjuk ke arah Amel yang menemani Alea bermain.


"Oh itu Amel, dia yang sudah menolong kakak waktu mengandung Alea dulu." jawab ameera.


Alvaro hanya mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan dia mengerti.

__ADS_1


"Al lebih baik kamu tinggal saja dengan papa, kakak lebih tenang kalau kalian tinggal bersama." ucap Ameera pada adiknya.


"Iya kak, secepatnya Al akan pindah bersama papa." kata Alvaro.


" Memangnya sekarang kamu kerja dimana Al?" tanya Alex pada adik iparnya.


"Di perusahaan Y mas." jawab Alvaro.


" Perusahaan Y termasuk perusahaan besar Al, kamu hebat bisa bergabung di sana." kata Alex lagi.


"mas terlalu berlebihan, Al di sana juga masih staff biasa." jawab Alvaro pada kakak iparnya.


"tidak mas terimakasih, Al mau memulai semuanya dari bawah agar Al bisa menikmati proses nya." tolak Alvaro dengan halus.


"Ya sudah kalau begitu, lain kali jangan sungkan kalau kamu butuh bantuan." kata Alex lagi.


"pasti mas." kata Alvaro dengan tersenyum.


" kalau sedang berkumpul lengkap seperti ini rasanya lengkap sekali ya kebahagian kita." ucap mama Mila dengan tersenyum.

__ADS_1


"iya benar ma, papa juga setuju apalagi kalau nanti Arka sudah besar pasti semakin ramai sekali suasananya." kata papa Dirga ikutan menimpali.


karena semakin larut malam, kini mereka menuju Ke kamar masing-masing, Amel bersama Alea, kedua orangtua Alex di kamar tamu, begitu juga dengan papa Dirga dan Alvaro mereka juga menempati kamar tamu lainnya.


.


.


.


Keesokan harinya mereka sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Karena kebetulan hari sabtu baik papa Dirga, Alex, dan Alvaro libur begitu juga dengan Amel dan Alea yang juga libur sekolah.


" Lex sepertinya bulan depan kami sudah kembali menetap disini lagi, nanti perusahaan yang di sana akan di kelola oleh orang kepercayaan papa." kata papa Dirga setelah selesai menyelesaikan sarapannya.


"Baiknya papa saja bagaimana, Alex pasti dukung." ucap Alex.


"iya papa kamu benar sepertinya mama juga tidak bisa jauh-jauh dari kedua cucu mama." kata mama Mila Kemudian.


" mungkin besok papa dan mama akan kembali ke kota x untuk menyelesaikan semuanya sekaligus mengurus sekolah Amel, nanti papa dan mama titip Amel pada kalian ya, kasian kalau Amel ikut bolak-balik." kata mama Mila lagi pada Alex dan ameera.

__ADS_1


"iya ma, justru Ameera senang kalau amel tinggal disini jadi Alea ada temannya nanti." jawab ameera menyetujui permintaan mertuanya.


__ADS_2