
"ikut uncle yuk cantik." ajak Dio, mengulurkan tangannya ke arah Alea.
"cel..." ucap Alea menatap wajah Dio.
"iya sama uncle ya." kata Dio dengan semangat, Alea pun langsung menerima uluran tangan Dio dengan senang hati.
"kenapa kamu cantik sekali sih." kata Dio menciumi rambut dan wajah Alea membuat bayi tersebut tertawa.
"Ameera.. aku senang akhirnya kamu kembali lagi, kamu tahu kalau semua orang mengkhawatirkan keadaan kamu apalagi saat aku menyusul mu ke kampung mbok Sumi dan ternyata kamu sudah pergi dari sana." kata Dio menatap Ameera.
"maaf kak, maaf karena sudah membuat kakak dan semua cemas." jawab Ameera yang merasa bersalah.
"yang penting sekarang kamu sudah disini dan baik-baik saja sudah cukup Mer." kata Dio dengan tulus.
"dan kamu lex, setelah ini kamu hutang Benyak penjelasan padaku. sekarang kamu tidak bisa semena-mena lagi karena aku bukan lagi asisten mu, disini aku berbicara sebagai seorang sepupu." ucap Dio menatap tajam Alex.
.
.
Disinilah sekarang Alex dan Dio berada, mereka duduk di bangku taman berdua.
__ADS_1
"sesuai perkataan ku tadi jelaskan semuanya padaku, bagaimana ceritanya sampai Ameera kembali kesini lagi." ucap Dio langsung pada intinya.
Alex pun menceritakan semua yang terjadi mulai dari dia yang mendapat info dari anak buahnya hingga bagaimana Ameera bertemu dengan Amel dan akhirnya Ameera setuju untuk kembali bersamanya.
"Aku juga minta maaf padamu Di, aku mengaku salah seharusnya aku mendengarkan kata-kata mu dulu bukan mengedepankan ego ku sendiri, sekali lagi aku minta maaf." kata Alex penuh penyesalan.
"aku sudah memaafkan mu lex, sebenarnya selama ini aku dan om selalu mengawasi kamu dari kejauhan lex, aku tidak sepenuhnya meninggalkan kamu, aku hanya ingin kamu belajar dari kesalahan-kesalahan mu." jawab Dio menepuk pundak Alex.
"terimakasih Di, sebenarnya aku malu padamu aku sudah bersikap tidak baik dan berkata kasar padamu tapi kamu masih peduli dengan ku."kata Alex menunduk.
"kita ini saudara lex, jangan terlalu di pikirkan yang terpenting sekarang perbaiki dirimu dan bahagiakan mereka, sudah cukup Ameera menderita selama ini lex sudah saatnya dia bahagia." ucap Dio menasehati Alex.
"tentu Di, aku pasti akan menebus semua yang sudah terjadi, tujuan ku saat ini hanya ingin membahagiakan mereka semua." janji Alex.
.
.
"kalian sudah selesai yo?" tanya Mila saat melihat Dio masuk.
"sudah tante, sekalian saja Dio pamit ya tante." ucap Dio.
__ADS_1
"kenapa buru-buru sih, kamu kan sudah lama tidak main-main kesini." kata Mila pada Dio.
"Dio masih ada keperluan tante, lain kali Dio main kesini apalagi sekarang kan ada si lucu Alea tante Dio pasti akan sering-sering main kesini." balas Dio pada mama Alex.
"yasudah kalau begitu, janjinya besok-besok main kesini." kata Mila kemudian.
"pasti tante, kalau gitu Dio pamit ya Tante titip salam sama yang lain." setelah pamit Dio langsung menaiki mobilnya meninggalkan rumah kedua orang tua Alex.
.
.
.
***
"pa.. kenapa hidup kita jadi semakin menderita begini."rengek Nisa pada suaminya.
"lalu aku harus apa? kamu jangan lupa kalau bukan karena kebodohan kamu kita pasti tidak akan semakin ini." kata Harsana yang kesal dengan istrinya.
"oh jadi sekarang salah ku begitu?" omel Nisa.
__ADS_1
"apa kamu lupa? kalau saja kamu mau menjual barang-barang mewah mu untuk membangun usaha kita tidak akan seperti ini. bukan malah menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting." bentak Harsana pada istrinya.